Ekspedisi Bukit Barisan 2011 : Gunung Dempo

Pada tanggal 4-31 Maret 2011, Tim Flora Fauna Ekspedisi Bukit Barisan 2011 wilayah Sumatera Selatan yang terdiri atas 8 orang yaitu, dua orang SITH-ITB, Arief Hamidi dan Andri Irawan, 3 orang dari KOPASSUS yaitu Sertu P.W. Lase, Sertu Karsilan, Prada Sidik; 2 orang dari KOSTRAD yaitu Letda Ahmad Saefudin dan Pratu Mulyadi, serta Praka Dedi Irama dari Raider 200 Kodam Jaya Palembang telah melakukan pendataan flora fauna Gunung Dempo. Gunung Dempo merupakan salah satu gunung tinggi dalam jajaran Bukit Barisan Sumatera yang terdapat di wilayah Pagaralam, provinsi Sumatera Selatan. Gunung ini memiliki dua puncak yaitu puncak Dempo (3059 m dpl) dan puncak Merapi (3159 m dpl), keduanya dipisahkan oleh sebuah pelataran luas terbuka. Eksplorasi dimulai dari ketinggian 920 m dpl hingga puncak 3159 m dpl selama 16 hari.

Sebagian besar hutan telah beralih fungsi menjadi kebun kopi dan kebun teh hingga ketinggian 1800 m dpl dan sisanya merupakan hutan alami yang berstatus hutan lindung sampai puncaknya. Selain mendata jenis-jenisnya, tim juga mengamati perubahan vegetasi pada tiap ketinggian beserta flora fauna terkaitnya. Dari awal vegetasi hutan (1800-1900 m dpl) vegetasi terdiri atas kayu-kayu besar yang didominasi oleh Lasi (Symplocos sp. – Symplocosaceae), sarangan merah (Lithocarpus sp. – Fagaceae) dan kemang (Exbucklandia populnea –Hammamelidacae). Semakin menuju puncak vegetasi pohon semakin mengkerdil dengan dominansi tumbuhan dari suku Ericaceae seperti kayu panjang umur (Vaccinium cf. miquelii), dan lasi gunung (Rhododendron retusum).

Selama perjalanan dan penjelajahan, tim telah menemukan dan mendata sekitar 87 jenis pohon kayu dan perdu, 20 jenis herba (termasuk kantung semar dan anggrek), 53 jenis burung, 24 jenis kupu-kupu ditambah 7 jenis serangga lainnya, 15 jenis mamalia, 20 jenis herpetofauna. Beberapa flora fauna menarik yang ditemukan di Gunung Dempo adalah 4 jenis kantung semar (Nepenthes spp.), anggrek Paphiopedilum spp., kayu panjang umur (Vaccinium cf. miquelii), ular Caliophis intestinalis, katak tanduk Megophrys nasuta, katak-katak pohon Racophorus spp., enggang/rangkong (Buceros cf. vigil), siamang (Symphalangus syndactylus), dan macan belukar (diduga kucing merah Felis badia).