Presentasi Synthetic Biology dan Pemaparan Kompetisi International di Bidang Synthetic Biology

Perkembangan ilmu dan teknologi yang kian pesat memungkinkan kita untuk merancang sirkuit bukan hanya sirkuit elektronika namun juga genetic circuit yang dapat memberikan fungsi baru dalam sel hidup. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk merancang biological system baru tersebut adalah synthetic biology. Meskipun merupakan salah satu penelitian di bidang life science, synthetic biology merupakan gabungan antara science dan engineering sehingga dalam keberjalanannya synthetic biology memiliki kolaborasi dengan banyak cabang ilmu lainnya (multidisiplin).

Almando Geraldi, salah satu alumni SITH ITB yang sedang menempuh jenjang doktoralnya di KAIST (Korea Advanced Institute of Science and Technology) bersedia berbagi ilmu mengenai synthetic biology kepada mahasiswa SITH ITB. Acara ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru kepada mahasiswa SITH tentang synthetic biology dan prospeknya untuk dikembangkan di Indonesia. Synthetic biology memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan dalam bidang kesehatan, lingkungan, industri, pangan, energi, dan bidang lainnya. Seperti yang telah dipaparkan oleh Almando Geraldi,synthetic biology memiliki potensi yang besar untuk dapat dikembangkan di Indonesia. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, sehingga dimungkinkan untuk mendapatkan part (komponen yang diperlukan dalam synthetic biology) dengan karakteristik spesifik, misalnya dapat menghasilkan enzim termostabil. Di sisi lain, Indonesia memiliki banyak potensi peneliti dan penelitian yang unggul serta memiliki peluang pasar dalam pengembangan synthetic biology yang masih sangat tinggi.

Dalam acara ini mahasiswa SITH juga diperkenalkan pada iGEM (International Genetically Engineered Machine) Competition. iGEM merupakan kompetisi bergengsi di bidangsynthetic biology yang diadakan setiap tahun. Secara umum tujuan diadakannya iGEM adalah untuk memperkenalkan synthetic biology kepada mahasiswa serta masyarakat sebagai salah satu ilmu dan teknologi yang sangat dibutuhkan di masa depan. Kompetisi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk merancang biological system sederhana yang dibangun dari part terstandarisasi sehingga dapat berjalan dalam sistem hidup. Selain itu, kompetisi ini juga dirancang untuk dapat memberikan pengalaman yang menarik kepada setiap partisipan mencakup pencarian dan kontrol dana penelitian, kerja sama tim dalam melakukan penelitian di laboratorium, berbagi mengenai synthetic biology dan proyek tim kepada masyarakat melalui human practice, serta melakukan dokumentasi penelitian dalam bentuk wiki (webpage) yang dapat diakses publik.

Sebagai suatu kompetisi bergengsi, iGEM diikuti oleh universitas ternama dari seluruh dunia seperti Massachusetts Institute of Technology (USA), Cambridge University (UK), Groningen (Belanda), dan masih banyak lainnya. Untuk tahun 2012, tercatat sebanyak 191 tim dan lebih dari 3000 partisipan dari 34 negara yang terlibat dalam kompetisi ini. Alumni SITH ITB yang tercatat telah mengikuti kompetisi ini antara lain Navessa Padma Tania yang bergabung dalam Tim Groningen untuk iGEM 2011 dan berhasil mendapatkan medali emas. Selain itu, Emeraldo Jo dan Annisa Astuti Purwanto yang bergabung dalam Tim Groningen berhasil menjadi juara umum dalam world championship dan meraih beberapa penghargaan pada iGEM 2012 yang berlangsung di MIT. Ternyata Indonesia juga sudah memulai untuk mengikuti iGEM yang diwakili oleh tim BAU-Indonesia oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor pada tahun 2012. Apakah Institut Teknologi Bandung juga tertarik untuk bergabung dalam ajang bergengsi ini?? Kita tunggu saja.

Berita Terkait