Kuliah Wawasan kepada Mahasiswa SITH

Pada tanggal 27 Agustus 2014 SITH ITB mengadakan kuliah umum di GKU Kampus ITB Jatinangor dengan pembicara Ir. Artissa Panjaitan, M.M. Pengalaman karir Ir. Artissa Panjaitan, M.M antara lain sebagai Low Emission Development Strategy (LEDS) Cluster Coordinator di Indonesia Climate Change Center (ICCC) sejak tahun 2012. Saat ini Ir. Artissa Panjaitan, M.M juga menjadi Ketua Advisory Board SITH ITB. Ir. Artissa Panjaitan, M.M merupakan alumni Teknik Mesin angkatan 1983 dan melanjutkan studi master di Prasetiya Mulya Business School. Beberapa riset yang pernah dilakukannya antara lain berhubungan dengan pengembangan low glass house gas emission stategy, pemanfaatan biomassa dengan anaerobic digester untuk energi alternatif, dan produksi etanol dari tebu sebagai pengganti BBM. Tema kuliah tamu ini adalah “Kuliah Wawasan SITH ITB: Tantangan dan Kesempatan Mahasiswa ITB dalam konteks Motivasi Pendidikan Maupun Pertumbuhan Karir.” dan dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik SITH (Dr. Pingkan Aditiawati), Wakil Dekan Bidang Sumber Daya SITH (Dr. Endah Sulistyawati), para mahasiswa dan dosen dari program studi Rekayasa Pertanian dan Rekayasa Kehutanan.

Kuliah umum dibuka dan dimoderatori oleh Dr. Pingkan Aditiawati. Ir. Artissa Panjaitan M.M mengawali kuliah umum dengan penjelasan mengenai syarat sukses dan bagaimana mencari peluang sukses. Menurutnya, sebagai mahasiswa, kesuksesan dimulai dengan kemampuan untuk mengidentifikasi kesempatan dan melakukan tindak lanjutnya (ability to identify and follow through). Beberapa faktor yang bisa menunjang kesuksesan mahasiswa dalam pendidikan dan karir antara lain knowledge dan SITH ITB dapat menjadi media sumber ilmu pengetahuan bagi mahasiswa. Faktor lain yang mendukung network (colleagues, friends), perseverance, staying healthy, dan fairness. Cara untuk melihat kesempatan sukses dimulai dengan melihat permasalahan-permasalahan yang ada lalu mencari solusi dari permasalahan tersebut. Solusi dapat dilihat dari berbagai aspek misalnya finansial, waktu, kreativitas dan inovasi, serta regulasi yang terkait lingkungan dan bisnis. Untuk menjadi mahasiswa yang sukses dalam pendidikan dan karir, menurutnya mahasiswa harus mengetahui minat dan bakat yang ingin dikembangkan. Pada era sekarang ini minat di bidang keilmuan sains dan rekayasa sedang berkembang pesat, misalnya di bidang terkait biologi, mikrobiologi, bioengineering, pertanian, dan kehutanan. Hal ini dapat menjadi peluang untuk menemukan solusi dari berbagai permasalahan di bidang agribusiness atau agroforestry. Para mahasiswa di SITH harus bisa menjadi bagian dari solusi dalam menjawab tantangan agribisnis atau agroforestry Indonesia karena perubahan global, antara lain tantangan pasca panen (mengurangi kehilangan sumber daya pertanian/kehutanan, meningkatkan daya simpan bahan baku), pengembangan bahan bakar nabati generasi I, II, III, ketahanan pangan, pemanfaatan tanaman industri (kayu, karet, pati, obat), logistik, dan ketersediaan lahan. Ir. Artissa Panjaitan, M.M juga mencontohkan solusi di bidang pertanian yaitu penanggulangan hama tikus dengan memanfaatkan daun Nimba. Hal ini dapat diajarkan kepada para petani dan menjadi solusi yang ramah lingkungan. Menurutnya, solusi bagi permasalahan pertanian Indonesia jika akan mengadaptasi sistem pertanian dar negara lain yang sudah lebih maju juga harus disesuaikan dengan kondisi lahan, sosial, dan budaya masyarakat lokal.

Kuliah umum ditutup dengan sesi tanya-jawab dan diskusi bersama para mahasiswa dan dosen. Dari kuliah umum ini, Ir. Artissa Panjaitan juga mengajak para mahasiswa SITH untuk senantiasa berperan bagi kemajuan bangsa Indonesia dan belajar mencari solusi yang sesuai dengan perkembangan dan kemajuan jaman.

Berita Terkait