Pameran ITB pada Kegiatan Pameran Teknologi Kepolisian

Pada tanggal 15-17 Juni 2015, SITH menjadi salah satu wakil dari ITB untuk ikut berpartisipasi mewakili ITB pada acara Dies Natalis ke 69 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian – PTIK. Pada acara Dies Natalis ini, STIK-PTIK mengadakan Pameran Teknologi Kepolisian yang terbuka untuk umum. ITB ikut berpartisipasi karena diundang khusus oleh STIK-PTIK sebagai bagian dari telah ditandatanganinya MoU antara ITB dan STIK-PTIK. Pada stand pameran yang bertempat di STIK-PTIK Jl.Tirtayasa No.6 Kebayoran Baru Jakarta Selatan ini, selain SITH juga terdapat fakultas lain yang berpartisipasi yaitu STEI dan SF serta lembaga yang ada di ITB seperti LPiK dan LPPM juga humas sebagai bagian dari perwakilan ITB.

 

Pada pameran tersebut, SITH memperkenalkan seluruh program studi yang ada mulai dari tingkat sarjana sampai dengan doktor menampilkan beberapa alat dan bahan yang biasa digunakan untuk kegiatan perkuliahan dan praktikum seperti awetan basah ular dan kodok; kultur murni jamur yang sudah diawetkan di dalam resin; awetan basah jamur; log budidaya Jamur Tiram. Selain itu SITH juga menampilkan poster hasil penelitian yang berhubungan dengan kegiatan kepolisian seperti Identifikasi Tumbuhan Psikotropika secara morfologi dan DNA barcoding yang kemudian juga dilengkapi dengan tumbuhan koleksi herbarium yang dapat menghasilkan zat adiktif atau psikotropika yaitu berupa tumbuhan Ganja (Cannabis), kecubung, dan koka dan poster mengenai penelitian yang berjudul Estimasi waktu dan lokasi kematian (Post Mortem Interval) pada kasus forensik dengan menggunakan barcode molekular larva serangga yang berasosiasi dengan mayat. Selain itu SITH juga menampilkan terdapat satu poster pengetahuan yang membahas mengenai Entomologi: Bioterorisme dan Forensik, yang merupakan poster kerjasama antara tiga kelompok keilmuan yang ada di SITH (KK Manajemen Sumber Daya Hayati, KK Ekologi, dan KK Fisiologi, Perkembangan Hewan, dan Sains Biomedika).

Stand ITB pada pameran ini berada langsung di depan pintu masuk pameran sehingga banyak pengunjung yang langsung datang mengunjungi, termasuk kemudian tertarik dengan poster serta alat-alat peraga yang ditampilkan. Pengunjung yang datang tidak hanya dari kalangan kepolisian yang sedang menempuh pendidikan di STIK-PTIK akan tetapi juga pengunjung dari masyarakat umum yang antusias menanyakan berbagai hal terutama mengenai awetan kering yang diperagakan. Ketua STIK, Irjen. Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si. dan kapolri Jenderal Polisi Drs. Badrodin Haiti juga turut hadir pada pembukaan dan penutupan acara untuk melihat keberlangsungan pameran ini.

Beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh pengunjung lebih merupakan pertanyaan yang bersifat aplikasi ke depan dari ilmu yang dipelajari di SITH seperti misalnya bagaimana serangga dapat digunakan untuk keperluan forensik dan bagaimana rencana pengaplikasian penelitian ini sehingga dapat digunakan untuk kepolisian, bagaimana efek narkotika dan kecanduan dapat disebabkan oleh tanaman-tanaman yang ditampilkan disini, hubungan ilmu biologi dengan bioterorisme itu sendiri apa, dan apakah ilmu entomologi forensic dapat digunakan untuk membantu mengungkap suatu kasus pembunuhan, misalnya yang sedang marak kasus Angeline dan pertanyaan-pertanyaan lain.

Melalui partisipasi dalam kegiatan pameran ini diharapkan akan lebih banyak orang yang mendapatkan informasi yang lebih mendalam mengenai kegiatan penelitian dan kegiatan yang diadakan di SITH, terutama dalam aplikasinya di bidang kepolisian.Para pengunjung yang datang, terutama dari masyarakat umum termasuk pelajar dan mahasiswa juga akan mendapatkan gambaran yang lebih detail mengenai keilmuan di SITH. Selain itu menjadi sumber pembelajaran juga bagi SITH untuk menjembatani penyampaian keilmuan yang dipelajari di universitas kepada masyarakat umum dengan Bahasa yang lebih mudah dipahami. Kesan dari beberapa pengunjung ke stand SITH juga menyatakan bahwa penelitian yang dilakukan, terutama di mengenai forensik sangat menarik dan mungkin di kembangkan di masa yang akan datang, bahkan jika memungkinkan SITH dan POLRI dapat bekerjasama untuk menghasilkan sistem yang dapat diaplikasikan misalnya dalam mengidentifikasi penyebab kematian sehingga dapat menyaingi kemajuan yang sudah dicapai oleh negara lain, dan bukan tidak mungkin sama dengan acara-acara kriminal yang ada tayangkan di stasiun televisi. Mereka berharap kerjasama yang dibina oleh ITB dan STIK-PTIK akan mewadahi perkembangan keilmuan dan aplikasinya di bidang kepolisian.