Student Exchange 2016 : National Center For Engineering And Biotechnology (BIOTEC) Thailand

Tanggal 21 – 25 November 18 mahasiswa dari berbagai program studi telah melaksanakan kunjungan ke BIOTEC dan berbagai kolaborasi BIOTEC Thailand. Pada kunjungan tersebut mahasiswa mendapat kesempatan untuk mengenal berbagai strategi penelitian dan penelitian yang dilakukan oleh peneliti di BIOTEC, menghubungkan penelitian yang dilakukan dengan kebutuhan masyarakat, industri dan pemerintah. Selain itu juga kunjungan dilakukan ke beberapa institusi yang bekerjasama dengan BIOTEC.

Aktivitas dilaksanakan di National Center for Genetic Engineering and Biotechnology (BIOTEC), dan institusiinstitusi kolaborator BIOTEC Thailand. Lama kegiatan adalah 5 hari yaitu pada tanggal 21 November – 25 November 2016.

FotobersamaPembukaan dilakukan oleh Dr Lily Eurilaichitr, Deputy Executive Director dari National Center for Genetic for Genetic Engineering and Biotechnology (BIOTEC). Dr Lily juga menyambut baik group mahasiswa. Dr Lily juga menyampaikan “welcome” untuk kerjasama dan kegiatan kegiatan kemahasiswaan selanjutnya. Pembukaan diakhiri dengan foto bersama dengan Dr. Lily

Setelah dibuka oleh Dr Lily Eurilaichitr, dilanjutkan dengan acara sebagai berikut :

Introduction of BIOTEC

Pemaparan secara umum mengenai BIOTEC diberikan oleh Sronkanok Tangjaijit, Ph.D. (Nat). National Center for Genetic Engineering and Biotechnology (BIOTEC) didirikan oleh Ministry of Science.

Facilities Tour – BIOTEC

Di dalam Thailand Science Park sendiri, selain terdapat pusat-pusat ilmu dan teknologi seperti yang sudah dituliskan di bagian pertama, juga terdapat fasilitas-fasilitas lain seperti Convention Hotel, Guest House untuk mahasiswa dan professor tamu, tempat tinggal bagi para peneliti secara tetap. Selain itu juga terdapat tempat beristirahat bagi para peneliti yang harus bekerja overnight. Bagi para pekerja juga disediakan tempat untuk berolahraga. Hal lain yang dapat ditemukan di Thailand Science Park adalah Sirindhorn Science Home. Di Sirindhorn Science Home ini, anak-anak sekolah diperkenalkan lebih dekat pada science dan kehidupan secara nyata dari seorang scientist. Pusat ini diadakan untuk memupuk anak-anak dari sejak kecil rasa ketertarikan akan science dan penelitian di bidang science.

3

Introduction of Animal Biotechnology Research

Pemaparan dilakukan oleh Dr. Sirawut Klinbunga, Direktur untuk bagian Animal Biotechnology Research Unit. Unit penelitian ini menekankan pada penggunaan bioteknologi untuk mengembangkan bioteknologi untuk meningkatkan kualitas hewan sehingga memiliki nilai komersial yang tinggi dan meningkatkan kapasitas penelitian di bidang bioteknologi. Unit ini terdiri atas beberapa laboratorium yaitu Animal Physiology Laboratory, aquatic Molecular Genetics and Biotechnology Laboratory dan Shrimp-Virus Interaction Laboratory. Pemaparan lebih difokuskan pada pemaparan tentang udang dan bagian Shrimp-Virus Interaction.

Introduction of Food Biotechnology Research

Pemapran dilakukan oleh Dr. Nipa Chokesajjawatee. Sama dengan kelompok peneliti sebelumnya, Kelompok peneliti Food Biotechnologi juga banyak bekerjasama dengan petani untuk mendapatkan pemanfaatan bahan untuk bahan makanan dan pemanfaatan bioproses untuk pengolahan makanan, yang kemudian dikembangkan di laboratorium dengan bioteknologi, dengan prinsip “translate basic science to practical applications. Terdapat dua unit research yang berada di bawah naungan kelompok Food Biotechnology Research yaitu Food biotechnology laboratory dan Bioprocess technology laboratory.

Introduction of Plant Biotechnology Research

Pemaparan dilakukan oleh Dr.Amorntip Muangprorn, yang mengemukakan penelitianpenelitian yang berkaitandengan padi, yang merupakan sumber makanan utama di Thailand. Penelitian yang dilakukan terutama untukmendapatkan bibit unggul dari padi. Pengembangan bibit unggul ini dilakukan dengan hybrid padi antara bibit Thailand dengan padi IRRS. Pengembangan ini didukung dengan pendekatan metodologi molecular yang canggih untuk mendapatkan hybrid yang terbaik dan kemurnian yang tinggi.

Introduction of Genome Technology Research

Pemaparan dilakukan oleh Dr. Sissades Tongsima, yaitu membahas ‘dealing with genomic big data deluge’. Data bioinformatika yang diolah di laboratorium mereka merupakan data dari Microarray, SNIP untuk melihat biodiversitas dan keunikan dari berbagai biodiversitas organisme yang dikoleksi di BIOTEC. Analisa data bioinformatika lain yang dilakukan adalah analisa data de-novo sequencing, data exome sequencing, data dari Cell free fetal DNA sequence, dataq dari whole exome sequencing, data dari mutation mapping.

Introduction on Medical Molecular Biology Research

Pemaparan dilakukan oleh Dr Chairat Uthaipibull. Fokus penelitian di bidang ini terutama untuk Malaria, Tuberculosis, dan influenza. Pada kesempatan kunjungan tersebut, lebih banyak dibahas penelitian yang berkaitan dengan Malaria.

Introduction of Microbial Biotechnology and Biochemical Research

Pemaparan dilakukan oleh Verawat Champreda, Ph.D. dengan topik Exploration of microbial bioresources : Translating R&D from biodiversity to sustainable. Penelitian di bidang ini dilakukan dengan adanya kekayaan mikroba di Thailand yang melimpah. BIOTEC sudah berhasil mengkoleksi 80.000 mikroba dan diantara mikroba tersebut banyak mikroba yang bermanfaat untuk enzim yang dapat digunakan untuk industry, feed addives, produksi mikroba, biocontrol, rekayasa metabolic.

Introduction of Biodiversity and Biotechnological Resource Research

Pemaparan dilakukan oleh Dr Sutipa Tanapongpipat. Biodiversitas mikroba sangat tinggi yaitu terdapat 1012 spesies di muka bumi, dan keanekaragaman mikroba di negara-negara ASEAN juga sangat tinggi Karena iklim tropika di daerah ASEAN. Hanya 1% dari mikroba-mikroba ini yang dapat dikultur. 99% merupakan mikroba yang tidak dapat dikultur, oleh karena itu pengamatan dilakukan dengan metagenome, metatranscriptome dan microbiome. Selain itu juga saat ini sudah adanya synthesic microbial diversity.

Introduction of Virology and Antibody Technology Research

Pemaparan oleh Surapong Koopaew, Ph.D dari Virology dan Cell technology laboratory. Pengembangan vaksin yang banyak dilakukan oleh laboratorium ini adalah pengembangan vaksin untuk hewan ternak, terutama untuk babi, karena jumlah vaksin untuk babi saat ini masih sedikit. Pengembangan vaksin dilakukan dengan Reverse Genetic technology. Metode ini sangat banyak membantu untuk membentuk vaksin yang baik.

Introduction of Biosensing Technology Research

Pemaparan dilakukan oleh Dr. Khaow Tonsomboon. Tekonologi Biosensing perlu dikembangkan untuk bidang
pertanian, makanan, dan kesehatan. Salah satu contoh pengembangan biosensing yang saat ini sedang dilakukan adalah mendapatkan marker dari udang yang baik dengan menggunakan RNA spesifik yang dapat diperoleh dari darah. Pencarian RNA spesifik dilakukan dengan microarray. Metode lalin yang dapat dikembangkan untuk menemukan marker juga dapat berdasarkan pada genomic, transkriptomik, proteomic, glycomic, metabolomics, lipidomic.

Kunjungan ke Biopharmaceutical Research and Development Laboratory- Bangkok

Kunjungan dilakukan ke Biopharmaceutical Research and Development Laboratory sebagai bagian dari King Mongkut’s University of Technology Thonbury yang merupakan salah satu laboratorium satelit dari BIOTEC. KMUTT terletak di Thung Khru district, Bangkok. Universitas ini merupakan research-based university. Universitas ini memfokuskan penelitian yang diaplikasikan ke industry.

4

Rice Gene Discovery and Utilization Laboratory, Nakhon Prathom Province

Pusat Rice Gene Discovery and Utilization merupakan salah satu laboratorium satelit BIOTEC yang berada di Univertas Kasetsart di Nakhon Prathom. Universitas ini didirikan di tahun 1979. Di pusat ini terdapat Rice Science Center, Rice gene discovery & utilization laboratory, DNA profiling laboratory dan DNA Technology lab. Pusat ini terus berusaha untuk menambahkan added value dari beras ke petani melalui penemuanpenemuan baru dan pengembangan beras.

Center of Scientific Equipment for Advanced Research, Thammasat University

Pusat ini merupakan pusat peralatan yang dapat digunakan oleh mahasiswa/peneliti dari Thammasat University
maupun dari institusi lain. Terdapat berbagai peralatan yang berada dalam 4 kelompok peralatan yaitu :
1. Material Science & Engineering
2. Chemistry science & Technology
3. Biological & Health Science
4. General Equipments

Asia Star Animal Health Company Limited

Asia Star Animal Health Company terletak di Phayathai. Perusahaan ini bekerja sama dengan BIOTECNSTDA, Chiang Mai University, KUMTT, TBRC. Perusahaan ini berkembang karena perusahaan ini melakukan focus pengembangan berbasis bioteknologi yang didukung oleh hasil-hasil penelitian yang ditemukan dari berbagai universitas dan pusat penelitian Thailand dan juga studi kebutuhan pasar. Dengan menggunakan Hasil penelitian-penelitian tersebut perusahaan ini menggunakan Bacillus licheniformis (sumber lipase) dan Aspergillus niger (sumber Cellulase, dan xylanase).

9