Presentasi Rancangan Kawasan Konservasi Taman Nasional Ujung Kulon oleh Mahasiswa Rekayasa Kehutanan di Balai TNUK

Kamis, 14 September 2017, empat mahasiswa Rekayasa Kehutanan angkatan 2013 telah melakukan presentasi hasil penelitian tugas akhir yang bertempat di kantor balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Jalan Perintis Kemerdakaan, Pandeglang, Banten. Empat mahasiswa yang melakukan penelitian tersebut adalah Annisa Ayu N. (11513015), Dendy Suryo A. (11513037), Tubagus Samudra C. (11513046), Muhammad Azmi (11513047), dibawah bimbingan Dr. Achmad Sjarmidi dan Dr. Tien Lastini. Presentasi hasil berupa rancangan dalam perbaikan habitat bagi badak jawa. Rancangan merupakan hasil kajian yang berasal dari empat penelitian yang dikerjakan oleh masing-masing mahasiswa. Rancangan tersebut berjudul : “Rancangan Proyek Perbaikan Habitat Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus Desmarest, 1822) Di Taman Nasional Ujung Kulon”

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan habitat terakhir bagi badak jawa (Rhinoceros sondaicus Desmarest, 1822). Berdasarkan daftar merah IUCN, badak jawa merupakan satwa liar besar yang tergolong sangat kritis (Critically endangered). Namun, terdapat masalah habitat yang dihadapi bagi keberlangsungan hidup badak jawa, yaitu kehadiran tumbuhan lokal Ujung Kulon yang menunjukkan karakter invasifnya, yaitu tumbuhan langkap (Arenga obtusifolia). Langkap dianggap mampu menurunkan ketersediaan sumber daya pakan serta mempersempit ruang bagi badak jawa. Belum ada rancangan perbaikan habitat badak  jawa yang mempertimbangkan kehadiran langkap yang dianggap sebagai spesies invasif dan ketersediaan sumber daya pakan  di Taman Nasional Ujung Kulon. Sehingga, hipotesa tersebut dijadikan sebagai acuan dalam melakukan penelitian.

Presentasi hasil penelitian bertujuan untuk memvalidasi data dan hasil rancangan yang telah mahasiswa hasilkan, sehingga diharapkan rancangan perbaikan habitat badak jawa ini dapat dijadikan rekomendasi dalam pengelolaan yang berkelanjutan bagi habitat badak jawa