Customer Visit PT SARTONET FILTRASI INDONESIA ke Program Studi Rekayasa Hayati SITH-ITB

(Penulis : Fakhira Rifanti Maulana, S.T.)

JATINANGOR, SITH.ITB.AC.ID Hari Kamis tanggal 29 Maret 2018, bertempat di Gedung Labtek 1A Kampus ITB Jatinangor, Program Studi Rekayasa Hayati menerima tamu dari PT Sartonet Filtrasi Indonesia, agen resmi Sartorius Stedim Biotech yang merupakan perusahaan penyedia perlengkapan dan instrumen laboratorium dan industri bioproses asal Jerman. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka Customer Visit yaitu perusahaan mengunjungi institusi atau perusahaan lain yang berpotensi menjadi pelanggan PT Sartonet Filtrasi Indonesia. Adapun pihak perusahaan diwakili oleh dua karyawan yang sekaligus merupakan alumni Rekayasa Hayati yaitu Widya Pratiwi (BE 2011) dan M. Gidry Abdurrazak (BE 2013).

Berawal dari berkembanganya keilmuan Bioengineering yang kian pesat saat ini, pihak PT Sartonet Filtrasi Indonesia melihat program studi Rekayasa Hayati sebagai mitra potensial dalam menunjang kebutuhan sumber daya manusia di bidang bioindustri di masa depan. Menurut PT Sartonet Filtrasi Indonesia, dalam mencapai hal tersebut tentu harus didukung oleh pemberian wawasan kepada mahasiswa dan pengadaan fasilitas yang memadai. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini 2 alumni Rekayasa Hayati mengadakan knowledge sharing dan kerjasama pengadaan produk yang dapat digunakan untuk menunjang penelitian dan kegiatan pembelajaran di prodi Rekayasa Hayati.

“Potensi keilmuan Bioengineering sedang berkembang pesat. Namun, secara fasilitas dan wawasan industri, kami melihat prodi Rekayasa Hayati masih perlu ditingkatkan lagi. Karena itu kami sebagai alumni tergerak untuk memberikan sumbangsih ke almamater kami dengan berbagi ilmu dan menawarkan teknologi ke prodi RH ini,” ujar Gidry.

Kehadiran perusahaan yang bergerak di segmen Bioprocess Solution dan Lab Products & Services ini, disambut baik oleh Dr. M. Yusuf Abduh, Ketua Program Studi Rekayasa Hayati. Di sesi presentasi, pihak perusahaan diberikan kesempatan untuk memaparkan produk-produk PT Sartonet Filtrasi Indonesia. Alat dan instrumen yang dipasarkan oleh perusahaan meliputi hampir seluruh bagian hulu dan hilir proses produksi pada industri Biopharmaceutical. Namun, perusahaan menekankan penjelasan pada produk di bagian Bioprocess Solution yang menurutnya sesuai dengan keilmuan Rekayasa Hayati. Produk tersebut diataranya produk bioreaktor, filter dan instrumen ultrafiltrasi.

Dalam kunjungan ini, dua alumni juga menawarkan sesi knowledge sharing kepada mahasiswa Rekayasa Hayati yang dapat dilakukan saat perkuliahan. Tawaran tersebut tentu direspon positif oleh pihak program studi dan rencananya, kuliah tamu akan diselenggarakan di dua mata kuliah Rekayasa Hayati yaitu Prinsip-Pinsip Pemisahan Bioproduk dan Tugas Akhir II (Pra-rancangan Sistem Produksi Hayati) yang materinya sangat terkait erat dengan alat dan instrumen yang ditawarkan oleh pihak PT Sartonet Filtrasi Indonesia. Kuliah tamu ini diharapkan dapat mendukung riset dan proses pembelajaran mahasiswa di program studi Rekayasa Hayati.

Kesan dan harapan pun kemudian disampaikan oleh Ketua Program Studi Rekayasa Hayati.

“Saya sangat senang dan mengapresiasi niat baik alumni Rekaysa Hayati yang bersedia berkunjung ke almamater untuk berbagi ilmu dan wawasan dengan adik-adik tingkatnya. Saya berharap mahasiswa Rekasaya Hayati akan mendapatkan pencerahan terkait alat dan instrumentasi bioseparasi yang umum digunakan di bioindustri. Semoga kedepannya akan lebih banyak lagi alumni yang berkunjung ke almameter untuk berkontrbusi mengembangkan program studi Rekayasa Hayati  untuk menjadikannya lebih baik dan lebih baik lagi,” jelas Dr. M. Yusuf Abduh.