Expo The Art Urban Farming: For A Healthy Lifestyle

Penulis : Panitia The Art of Urban Farming

Expo The Art of Urban Farming merupakan kegiatan kolaborasi antara panitia Peringatan 70 Tahun Pendidikan Biologi ITB dengan panitia 4th Agrifasco yang berasal dari Himpunan Mahasiswa Rekayasa Pertanian ITB. Expo yang dapat dikunjungi tanpa membayar tiket masuk ini diadakan di Lapangan CC Timur ITB selama dua hari yaitu Sabtu dan Minggu tanggal 6-7 Oktober 2018.

Dukungan Banyak Pihak

Expo dibuka pada hari Sabtu tanggal 6 Oktober oleh Dekan SITH yaitu Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha Ph.D. dan Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Alumni, dan Komunikasi ITB yaitu Dr. Miming Miharja ST. M.Sc. Eng. Expo The Art of Urban Farming ini juga didukung oleh Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB, Panitia Peringatan 100 Tahun ITB sebagai Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia, pemerintah Kota Bandung, dan Warung 1000 Kebun. Dukungan pemerintah Kota Bandung salah satunya ditunjukkan oleh keikutsertaan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Bandung sebagai pengisi stand dan mendatangkan kelompok-kelompok binaanya untuk memamerkan hasil dari Urban Farming. Adapun Warung 1000 Kebun menjadi pihak yang membantu panitia expo AUF untuk menginisiasi kerjasama dengan pelaku gaya hidup sehat dan organik.

Penggerak Gaya Hidup Sehat

Expo yang mengusung taglineFor A Healthy Lifestyle’ ini terbagi menjadi dua jenis kegiatan yaitu free activities dan workshop. Free activities merupakan kegiatan yang dapat dinikmati pengunjung tanpa dibatasi jumlah pesertanya, yang terdiri dari cooking demo, morning yoga, talkshow, live music, edukasi himpunan-himpunan mahasiswa program studi SITH ITB, dan stand-stand tenant. Gerakan gaya hidup sehat dihadirkan di expo ini melalui hadirnya para praktisi urban farming, komunitas, kelompok binaan, artisan makanan sehat, dan produk ramah lingkungan yang akan menunjukkan cara hidup sehat dengan bidangnya masing-masing.

Kegiatan Berkualitas dengan Akses Bebas

Cooking demo bertajuk ‘Vegetable Wrap Salad’ dibawakan oleh Serasa Salad yang menunjukkan bagaimana cara mengolah sayuran agar lebih mudah dan menyenangkan untuk dikonsumsi. Komunitas 1000 Kebun pun menunjukkan serunya berkebun lewat kegiatan ‘Nge-ruk!’ (Ngebon Seru Yuk), sehingga masyarakat kota diharapkan dapat mulai mencintai aktivitas berkebun dan menerapkannya di sekitar tempat tinggalnya.

Edukasi himpunan merupakan kegiatan yang memperkenalkan sebagian program studi SITH ITB yang dibawakan oleh perwakilan himpunan-himpunan mahasiswa di antaranya yaitu HMRH (Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati),HMH (Himpunan Mahasiswa Kehutanan) ‘Selva’, HMPP (Himpunan Mahasiswa Teknologi Pasca Panen) ‘Vadra’, Himarekta (Himpunan Mahasiswa Rekayasa Pertanian) Agrapana. Selain memberikan edukasi, perwakilan dari beberapa himpunan juga menunjukkan penampilannya yang memukau dalam live music di panggung utma.

Kegiatan talkshow diisi oleh departemen Urban Farming Development dari PT East West Seed Indonesia (EWINDO), Dr. Ramadhani Eka Putra, PH.D sebagai dosen SITH ITB yang memberikan penjelasan mengenai benefical insects, Parongpong yang memperkenalkan integrated waste management, Mushome yang bercerita bagaimana proses budidaya jamur di rumah, Kopi Boehoen Nagarawangi, serta liquid composting yang disampaikan oleh Dr. Eri Mustari.

Stand-stand di expo diisi oleh 34 tenant yang bergerak di bidang pertanian dan produk olahan. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat yang berkunjung tentang potensi urban farming di masa sekarang serta pentingnya bergaya hidup sehat di mana salah atunya adalah dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang baik untuk kesehatan.Stand-stand tenant tersebut dilengkapi juga oleh 3 stand besar yang diisi oleh himpunan SITH dan FamO. Himpunan SITH menampilkan beberapa display dan juga produk masing-masing himpunan.

Workshop dilaksanakan di tempat terpisah yaitu di ruang seminar lantai 3 Labtek Biru dan bersifat gratis, hanya saja ada pembatasan jumlah peserta pada masing-masing workshop. Peserta workshop berasal dari kalangan umum dan perwakilan dari seluruh kecamatan di Kota Bandung. Urban farming identik dengan bercocok tanam menggunakan teknik hidroponik sehingga diadakanlah workshop hidroponik untuk skala rumah tangga yang dipandu oleh Ir. Yeyet Setiawati, M.P. Pak Soeparman Soeleman dan Bu Donor Rahayu dari FamO memandu para peserta untuk memulai hidup sehat dengan workshopnya yaitu ‘Gaya Hidup Organik, Bukan Sekedar Konsumsi Organik’ serta ‘Healthy Food Start at Home’. Pengetahuan yang dibagikan melalui workshop bukan hanya sebatas urban farming dan healthy food saja tetapi peserta juga diajak untuk membuat sabun natural oleh Sopa Soap.

Expo Bertabur Hadiah

Expo AUF semakin meriah dengan adanya Instagram Photo Contest yang bekerja sama dengan Sunpride dan Cap Panah Merah. Antusiasme pengunjung bertambah dengan adanya pengumuman tiga pemenang dalam satu hari kegiatan. Kualitas foto didukung pula oleh booth foto yang menarik dan instagrammable sehingga banyak pengunjung yang bergiliran untuk berfoto di sana meski tujuannya bukan untuk mengikuti Instagram Photo Contest.

Berita Terkait

IndonesiaEnglish