Kelompok Keahlian Teknologi Kehutanan Bina Masyarakat Gunung Geulis Kembangkan Hutan dan Energi Alternatif Terbarukan

Penulis : Dr. Yayat Hidayat

SUMEDANG, SITH.ITB.AC.ID – Guna mengantisipasi kelangkaan energi fosil di masa depan, Kelompok Keahlian Teknologi Kehutanan (KKTK) melakukan pembinaan kepada masyarakat sekitar Gunung Geulis Sumedang melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) dengan tema Hutan dan Energi: membangun hutan dan energi alternatif di Masyarakat Sekitar Gunung Geulis. Kegiatan PPM ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat sekitar Gunung Geulis mengenai pemanfaatan biomassa hutan sebagai alternatif energi terbarukan masa depan.    Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jum’at dan Sabtu tanggal 28 dan 29 September 2018, bertempat di Gedung Kehutanan Kampus ITB Jatinangor dan industri briket arang serta woodpelet.   PPM ini diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari delapan Desa di sekitar Gunung Geulis, yaitu Desa Jatiroke, Jatimukti, Cisempur, Mangunarga, Sawahdadap, Cikahuripan, Raharja dan Cinanjung.

Pada hari pertama, acara PPM dipandu oleh pembawa acara, Dr. Susana Paulina Dewi,  diawali dengan laporan kegiatan PPM oleh ketua tim serta dibuka oleh Dekan SITH, Bapak Prof. Dr. Ir. I. Nyoman Pugeg Aryantha, dan dilanjutkan dengan penyampaian materi pembinaan. Dalam kata sambutannya Dekan SITH mengajak kepada seluruh komponen masyarakat di sekitar Gunung Geulis untuk menjaga keamanan dan melestarikan hutan Gunung Geulis, terutama penjagaan dari bahaya kebakaran di musim kemarau panjang saat ini.  Selesai sambutan dilanjutkan dengan penyampaian materi kepada para peserta oleh beberapa pemateri.

Materi sesi pertama terdiri dari (1) Pengenalan Jenis Tanaman Energi, disampaikan oleh Dr. Atmawi Darwis, dimoderatori oleh Dr. Rudi Dungani; (2) Teknik Silvikultur Hutanan Tanaman Energi, disampaikan oleh Dr. Yayat Hidayat dengan moderator Dr. Sopandi Sunarya.

Sesi kedua dilaksanakan setelah agenda sholat jumat dan makan siang. Materi pada sesi kedua terdiri dari: (1) Prospek dan Pemasaran Pelet Kayu dan Briket Arang, disampaikan oleh Ardimen SHut dengan moderator Dr. Yoyo Suhaya; (2) Teknologi Pelet Kayu disampaikan oleh Dr. Sutrisno dengan moderator Dr. Eka Mulya Alamsyah; (3) Teknologi Briket Arang, disampaikan oleh Dr. Anne Hadiyane dengan moderator Dr. Tati Karliati.

Acara hari kedua berupa kunjungan lapangan ke industri briket arang dan pellet kayu.  Pagi hari hingga siang, kunjungan lapangan dilakukan ke PT Bara Agung Semesta yang berlokasi di Padalarang, untuk melihat dan mempelajari proses pembuatan briket arang. Kunjungan lapangan berikutnya dilakukan dengan mengunjungi home industri pellet kayu milik Bapak H Eddy Hernani yang berlokasi di Sindaglaya Ujung Berung Bandung. Di sisni peserta mempelajari teknik pembuatan pellet kayu dari limbah serbeuk gergaji serta perospek pemasarannya.  Acara penutupan dilaksanakan di Gedung Kehutanan Kampus ITB Jatinangor, sekembali dari lokasi kunjungan lapangan.

Berita Terkait

IndonesiaEnglish