Kolaborasi SITH-ITB dan NCHU Taiwan dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DBD

Penulis : Dr. Tjandra Anggraeni

SITH.ITB.AC.ID – Hingga saat ini, penyakit Demam Berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan yang terjadi di Indonesia, khususnya di kota Bandung. Untuk mendapatkan suatu sistem yang berguna dalam pengendalian dan pencegahan penyakit DBD di Indonesia, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB bekerja sama dengan National Chung Hsing University (NCHU) Taiwan dalam suatu kegiatan penelitian dengan Tim Leader yaitu Prof Intan Ahmad, Ph.D dan Dr. Tjandra Anggraeni. Pengalaman keberhasilan Taiwan dalam menerapkan Dengue surveillance system telah terbukti dapat menekan kasus DBD di Taiwan hingga 90%, dapat menjadi hal yang dapat dilaksanakan di Indonesia yang sampai saat ini masih mengalami kasus DBD yang tinggi. Dalam uji coba penerapan metode tersebut, khususnya di kota Bandung, maka kelurahan Sekejati, kecamatan Buahbatu dipilih sebagai site project dalam program kerjasama ini. Penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dari kerja sama program ini sudah dilakukan pada bulan Agustus 2018 di SITH-ITB. Program ini juga melibatkan Dinas Kesehatan Kota Bandung dan juga CDC (Centers for Disease Control and Prevention) Taiwan. Dalam upaya mendesain sistem tersebut, dalam program ini dilakukan 3 pendekatan yang melingkupi ovitrap surveillance, socio-economic survey dan serological study.
Sebagai langkah awal, pada bulan September 2018, pemasangan perangkap telur nyamuk (ovitrap) telah dilakukan di beberapa rumah penduduk dan juga public area yang melingkupi kelurahan Sekejati, kota Bandung, yang ditujukan untuk mengetahui distribusi nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang merupakan vektor dari penyakit DBD, melalui pengecekan keberadaan telur nyamuk dalam ovitrap tersebut. Data ini juga akan berguna sebagai acuan dalam menentukan tingkat serangan penyakit DBD. Selanjutnya, pengecekan ovitrap ini dilakukan secara berkala (sekali dalam seminggu) hingga pada bulan Oktober 2019 mendatang. Selain itu, untuk mengetahui demografi dan pemahaman masyarakat tentang nyamuk vektor dan juga tentang penyakit DBD, wawancara dan pembagian kuesioner juga dilakukan kepada masyarakat di kelurahan Sekejati. Sementara itu, serological study akan dilakukan untuk memahami prevalensi dan serologi dari virus dengue pada pasien DBD yang dilaporkan.

Sebagai pendukung dari program kerjasama ini, beberapa partisipan dari SITH ITB, Kementerian Kesehatan Indonesia, Dinas Kesehatan Kota Bandung, Puskesmas Sekejati, dan Kelurahan Sekejati juga mendapatkan experience sharing tentang dengue surveillance system yang terdapat di Taiwan pada dengue workshop yang diselenggarakan oleh NCHU dan Taiwan CDC pada tanggal 21 Oktober-01 November 2018 di Taiwan.

Selain itu, sebagai langkah pendukung dalam program kerjasama antara NCHU dan SITH ITB, pada tahun 2019 juga akan diselenggarakan workshop di Taiwan dan Indonesia, yang melibatkan partisipan dari SITH-ITB, Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan kota Bandung, Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (UNPAD), dan BATAN Jakarta. Workshop pertama tentang dengue surveillance dan aplikasi Geographic Information System (GIS) akan diselenggarakan pada tanggal 11-15 Maret 2019 di Taiwan. Sementara itu, pada tanggal 22 – 26 April 2019, akan diadakan workshop tentang diagnosis laboratorium (dengue surveillance) serta vector surveillance dan analisis data, yang akan diselenggarakan di kota Bandung.
Dalam program kerjasama ini juga akan dilaksanakan sharing academic atmosphere in school of life sciences, seperti dengan pengadaan seminar tentang kesempatan penelitian di Taiwan ataupun kuliah dan penelitian urban entomologi pada mahasiswa, dan juga sharing tentang sistem akademik dan metodologi pengajaran pada kepala program studi (Kaprodi). Adanya kolaborasi ini juga diharapkan dapat mengikat hubungan baik antar universitas.

Berita Terkait

IndonesiaEnglish