PEMBINAAN KOPI GUGEULS DI GUNUNG GEULIS SUMEDANG

Penulis : Dr. Yayat Hidayat

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat ITB yang diketuai oleh Dr. Yayat Hidayat melakukan pembinaan kepada para petani kopi di sekitar KHDTK Gunung Geulis, pada hari Kamis, 27 September 2018 bertempat di Saung Sekretariat Forum Komunikasi Gunung Geulis Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang Jawa Barat.  Kegiatan pengabdian tersebut bertujuan untuk mengembangkan Model Agroforestry Kopi yang produktif, ramah lingkungan, efisien, dan lestari  di sekitar Gunung Geulis.  Acara dimulai dengan deklarasi Komunitas Petani Kopi Gunung Geulis (Koppi Gugeuls), dan memamerkan (launching)  produk kopi Gunung Geulis dengan merek Kopi Gugeuls.  Kopi Gugeuls di produksi dari biji kopi berkualitas yang ditanam di lahan Gunung Geulis dengan teknik pengolahan secara tradisional leluhur masyarakat sekitar Gunung Geulis. Kopi ini memiliki cita rasa yang berbeda dengan kopi lainnya.

Gambar 1. Foto bersama peserta deklarasi Koppi Gugeuls

 

Selesai acara deklarasi Koppi Gugeuls dilanjutnkan dengan pemberian materi pembinaan kepada lebih kurang 25 orang para petani kopi di sekitar Gunung Geulis. Materi pembinaan meiputi (1) Perancangan agroforestry tanaman kopi, disampaikan oleh Dr. Yayat Hidayat, (2) Teknik budidaya tanaman kopi di Lahan Gunung Geulis, disampaikan oleh Ahim Ruswandi, MP, dan (3) Teknik pengolahan pasca panen kopi, disampaikan oleh Dr. Rijanti Rahayu Maulani.

Menurut ketua tim pengabdian (Dr. Yayat Hidayat), petani kopi di Gunung Geulis perlu terus dibina dari aspek produksi, pengolahan pasca panen, hingga pemasaran. Dari sisi produksi, perlu diupayakan penanaman dengan jenis-jenis bibit kopi unggul. Sementara ini petani kopi masih menanam dengan bibit yang tidak jelas asal usulnya. Apsek budidaya juga masih perlu pembinaan bagaimana teknik pemeliharan tananaman kopi yang benar, misalnya teknik pemangkasan dan pemanenan buah kopi yang benar.  Aspek pengolahan pasca panen kopi sngat perlu dibina. Sementara ini petani Gunung Geulis mengolah biji kopi secara tradisional dan alami, belum ada sentuhan teknologi modern. Kegiatan menghilangkan cangkang dan daging buah kopi (pullpingdan huling) masih dilakukan secara manual dengan ditumbuk di dalam jubleg. Kegiatan pemanggangan biji kopi (roasting) masih menggunakan cara disanggray. Berkaitan dengan upaya peningkatan proses pengolahan biji kopi, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Sumedang untuk dapat membantu pengadaan sarana berupa mesin pulper,hullerdan roasting.

Berita Terkait

IndonesiaEnglish