Standard Operational Procedure (SOP) Permohonan Identifikasi Serta Determinasi Tumbuhan dan Hewan di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB.

Tahapan Identifikasi dan Determinasi Tumbuhan/Hewan

  1. Membuat surat permohonan kepada Wakil Dekan Bidang Sumberdaya SITH ITB di Gedung Labtek XI Lantai I, Jalan Ganesha No. 10, Bandung 40132 dari instansi pemohon yang disahkan oleh pejabat berwenang.
  2. Membayar biaya Identifikasi/ Determinasi melalui rekening Bank BNI :

Penampungan SITH-ITB No : 0901062011

Biaya identifikasi dan determinasi :

Rp. 55.000,- (lima puluh ribu rupiah) per sampel untuk tumbuhan,

Rp. 110.000,- (seratus ribu rupiah) per sampel untuk hewan

Khusus untuk mahasiswa S1 dan S2 SITH ITB, biaya identifikasi setengah dari tarif yang berlaku dengan megajukan permohonan identifikasi/determinasi  yang ditandatangani (diketahui Pembimbing)

Untuk Perusahaan tarif yang berlaku dua kali lipat dari tarif yang berlaku

Pembayaran hanya dilakukan melalui teller dengan mencantumkan

  • Nama penyetor mahasiswa ybs.
  • NPWP bagi yang memiliki atau No. KTP/ NIK
  • Pada kolom Berita dicantumkan jenis tumbuhan/ hewan  yang akan diidentifikasi/ determinasi berikut nama mahasiswa dan NIM/ NPM

3. Fotokopi surat permohonan diserahkan bersama dengan:

a. Bukti Pembayaran dari Bank BNI

b. Spesimen tumbuhan/ hewan yang akan diidentifikasi

Persyaratan kondisi sampel tumbuhan  yang akan diidentifikasi :

  • Tumbuhan segar maupun tumbuhan yang telah dipreservasi dengan alkohol. Berikut adalah cara preservasi tumbuhan untuk keperluan determinasi: Spesimen dimasukkan dalam kertas koran dan diikat dengan tali rafia. Kertas koran yang telah berisi spesimen lalu dimasukkan dalam plastik sampah bening dan disiram dengan alkohol 70%. Selanjutnya plastik direkatkan dengan lakban.
  • Apabila sampel berupa ganggang/alga, maka sampel yang dibawa harus lengkap dengan alat reproduksinya dan dimasukkan dalam wadah tertutup rapat berisi alkohol 70%.
  • Apabila sampel berupa lumut, maka sampel yang dibawa harus seluruh bagian yang dilengkapi dengan organ reproduksinya.
  • Apabila sampel berupa tumbuhan paku (Pteridofita) maka sampel yang dibawa harus lengkap dengan akar, batang, daun steril (tropofil), dan daun fertil yang mengandung sorus (sporofil) (Gambar 1). Khusus untuk paku berukuran besar, maka bagian yang dibawa adalah potongan tangkai daun dan daun fertil serta daun steril yang utuh (Gambar 2).
  • Apabila sampel berupa tumbuhan herba maka sampel yang dibawa harus lengkap dengan akar, batang, daun, bunga dan buah (Gambar 3). Jika buah tidak tersedia maka cukup dengan bagian bunga. Khusus untuk tumbuhan herba berukuran besar, seperti honje, tepus, atau pisang, maka sampel yang dibawa terdiri dari daun, karangan bunga, dan buah (Gambar 4)
  • Apabila sampel berupa semak, perdu atau pohon, maka sampel yang dibawa adalah ranting sepanjang 30 cm yang lengkap dengan daun, bunga dan buah (Gambar 5). Sampel yang dibawa diusahakan dalam kondisi lengkap (terdiri dari ranting, daun, bunga maupun buah). Jika buah tidak tersedia maka cukup dengan bagian bunga.
  • Apabila sampel berupa bambu, maka sampel yang dibawa adalah potongan buluh, pelepah, daun, dan jika memungkinkan bagian bunga serta buahnya (Gambar 6).
  • Apabila sampel berupa rotan, maka sampel yang dibawa adalah potongan batang, potongan tangkai daun, potongan daun, flagel (biasanya terletak di bagian ujung daun), satu karangan bunga, dan buah (Gambar 7).

Gambar 1. Sampel tumbuhan paku. Bagian yang dibawa untuk determinasi berupa akar, batang, daun steril, dan daun fertil (Sumber foto: http://v3.boldsystems.org).

Gambar 2. Sampel paku pohon. Bagian yang dibawa untuk determinasi berupa potongan tangkai daun, daun steril yang utuh, dan daun fertil yang utuh. (Sumber foto: http://v3.boldsystems.org).

 

Gambar 3. Sampel tumbuhan herba berukuran kecil. Sampel yang dibawa untuk determinasi yaitu bagian yang lengkap, mulai dari akar, batang, daun, hingga organ reproduksi (bunga dan buah). (Sumber foto: http://portal.cybertaxonomy.org).

 

Gambar 4. Sampel tumbuhan herba berukuran besar. Sampel yang dibawa berupa daun, karangan bunga, dan buah (Sumber foto: researchgate.net).

 

Gambar 5. Sampel tumbuhan berupa semak, perdu atau pohon. Sampel yang dibawa berupa ranting sepanjang 30 cm, lengkap dengan daun, bunga dan buah.

 

Gambar 6. Sampel bambu. Sampel yang dibawa berupa potongan buluh, pelepah, daun, serta organ reproduksi (bunga dan buah) jika memungkinkan (Sumber foto: researchgate.net).

Gambar 6. Sampel bambu. Sampel yang dibawa berupa potongan buluh, pelepah, daun, serta organ reproduksi (bunga dan buah) jika memungkinkan (Sumber foto: researchgate.net).

 

Gambar 7. Sampel rotan. Sampel yang dibawa berupa potongan batang, potongan tangkai daun, potongan daun, flagel, dan organ reproduksi (bunga dan buah) jika memungkinkan (Sumber foto: researchgate.net).

 

Persyaratan kondisi sampel hewan  yang akan diidentifikasi :

Spesimen utuh dengan bagian tubuh yang lengkap, tidak ada yang rusak, atau hilang dibawa dalam keadaan hidup dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Spesimen sudah dewasa (kecuali larva serangga) dan memiliki ukuran maksimal 1 meter.
  2. Spesimen dibawa dalam substrat yang sesuai:
  3. Air laut: untuk hewan yang berasal dari laut seperti ikan laut, teripang, kepiting/ rajungan, udang-udangan, Artemia, ubur-ubur, cumi-cumi, bintang laut, siput laut dan bulu babi.
  4. Air tawar: untuk hewan yang berasal dari perairan tawar seperti ikan air tawar, belut, kepiting air tawar, siput air tawar, cacing parasit dan serangga air.
  5. Tanah: untuk spesimen yang hidup di tanah seperti cacing tanah dan serangga tanah.
  6. Substrat tumbuhan di dalam wadah atau kandang: untuk spesimen yang hidup pada tumbuhan tertentu atau spesimen yang bisa disimpan dalam substrat tumbuhan seperti serangga, amfibi, reptil, ayam dan burung serta mamalia kecil.

Spesimen utuh yang telah terawetkan dengan baik dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Spesimen telah difiksasi dengan memakai 10% Neutral Buffered Formalin, yaitu komposisi yang terdiri dari pengenceran formalin 40% (100 mL), air (900 mL), dan dicampur 4 gram sodium dihydrogen phosphate, monohydrate (NaH2PO4.H2O) dan 6,5 gram disodium hydrogen phosphate, anhydrous (Na2HPO4) per liter. Bisa dilihat di http://stainsfile.info/StainsFile/prepare/fix/fixatives/formalin-buffered.htm
  2. Neutral Buffered Formalin harus diinjeksikan pada spesimen yang memiliki cangkang keras seperti kepiting dan rajungan atau daging tebal dan rongga tubuh seperti ikan, amfibi, dan reptil dan didiamkan minimal 3 hari sampai spesimen terfiksasi dengan baik.
  3. Spesimen dibilas dengan air setelah mengeras sampai kandungan Neutral Buffered Formalin minimal dan baunya tidak terlalu menyengat.
  4. Spesimen dimasukkan ke dalam wadah dengan penutup rapat (botol kaca, wadah plastik atau vial) dan direndam dalam alkohol 70%.
  5. Untuk spesimen dengan ukuran besar (>50 cm), pada saat penyerahan bisa dibalut dengan kain kassa yang sudah jenuh dengan alkohol 70% dan dimasukkan ke dalam wadah.

Gambar 8. Contoh spesimen yang telah difiksasi dengan Neutral Buffered Formalin dan direndam dalam alkohol 70% (Sumber: Royal BC Museum).

 

Spesimen utuh yang diawetkan dalam freezer dan dibawa dengan menggunakan icebox.

Contoh spesimen yang bisa dibawa dengan cara ini misalnya ikan air tawar, ikan laut, udang-udangan, rajungan/ kepiting, cumi-cumi, dan ubur-ubur.

Gambar 9. Contoh spesimen yang diawetkan di dalam icebox  (Sumber: http://www.coolersonsale.com).

Spesimen tumbuhan/ hewan tidak disarankan dititipkan:

melainkan dibawa langsung beserta bukti pembayaran, surat permohonan identifikasi atau determinasi asli serta salinannya ke :

Gedung Herbarium Bandungense dan Museum Zoologi, SITH – ITB

Kampus ITB Jatinangor, Labtek V C, samping Mesjid Al-Jabbar.

Contact person untuk Determinasi Tumbuhan

Arifin Surya Dwipa Irsyam S.Si, M.Si (0857 8052 6704)

Contact person untuk Determinasi Hewan:

Ganjar Cahyadi S.Si (WA: 0857 2033 9120)

Pengambilan surat hasil determinasi dapat dilakukan di kantor Tata Usaha SITH ITB, Gedung Labtek XI Lantai I SITH ITB.

 

IndonesiaEnglish