Instagram Photo Competition

Juara Pertama (@fugakudos)

Juara Pertama (@fugakudos)

Penulis : Azizah Nur Fitriyani

SITH.ITB.AC.ID, Bandung – IPC atau Instagram Photo Competition merupakan salah satu rangkaian acara pre event Fermenstation 2017 yang digelar oleh mahasiswa Mikrobiologi SITH ITB dilaksanakan pada bulan Juli 2017 lalu. Mengapa IPC? Mungkin pertanyaan ini menjadi salah satu pertanyaan yang banyak ditanyakan oleh panitia dan massa himpunan Archaea. IPC dipilih menjadi rangkaian acara Fermenstation 2017, berawal dari tujuan dan sasaran utama Fermenstation 2017 ini, yaitu untuk mengenalkan bidang ilmu Mikrobiologi kepada masyarakat di seluruh Indonesia lewat cara yang menyenangkan dan memudahkan untuk bisa diterima masyarakat. Melihat perkembangan dunia maya saat ini, khususnya social media yang sedang meruak, maka hal ini dapat mendukung tujuan awal Fermenstation 2017 untuk berbagi informasi dan juga menjadi ajang edukasi dan pengenalan mikrobiologi lewat instagram.

Berkaitan dengan tema Fermenstation 2017, yaitu Tropical Vibes, yang menonjolkan kesan tropis dan juga hasil kekayaan alam Indonesia, maka tema IPC 2017 ini juga berhubungan dengan kekayaan mikroba di Indonesia, yaitu Find Your Microbes. Dengan mengangkat tema ini, masyarakat yang berpartisipasi dapat mengeksplor kekayaan mikroba di alam Indonesia, serta meningkatkan kreatifitas masyarakat. Dengan mengikuti IPC yang mengangkat tema ini, diharapkan masyarakat dapat menyadari kehadiran mikroorganisme di sekitarnya, yang sebenarnya menyimpan banyak manfaat yang belum tereksplor lebih dalam. Adapun beberapa kategori objek foto yang dapat diikutsertakan dalam lomba ini yaitu produk olahan fermentasi , fenomena mikrobiologi di sekitar kita, dan juga objek mikroorganisme seperti bakteri, jamur maupun mikroalga atau Protista lainnya.

Juara kedua ( Dewa Agung Panji)

Juara kedua ( Dewa Agung Panji)

Lomba IPC ini bersifat terbuka untuk umum dan tidak dikenakan biaya. Tentunya terdapat beberapa kriteria dan persyaratan sederhana yang harus diikuti oleh peserta, misalnya seperti peserta IPC diharuskan memfollow akun media social dan instagram Fermenstation 2017, pemberian tagar fermenstation 2017, dan pemberian caption, deskripsi singkat serta judul yang menarik tentang foto yang diikutsertakan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas peserta dan masyarakat yang berpartisipasi dan juga pemahaman tentang mikrobiologi. Selain itu, IPC juga menjadi sarana yang sangat baik untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang mikrobiologi dan khususnya menjadi ajang branding Fermenstation 2017.

Selama keberjalanan IPC, respon masyarakat cukup baik dan antusias. Terdapat sekitar 75 peserta yang berasal dari macam-macam latar belakang dan daerah di Indonesia. Mayoritas peserta IPC adalah mahasiswa dan juga siswa-siswi SMA yang mengirimkan karyanya bahkan hingga lebih dari satu foto dan kategori. Antusiasme peserta juga dapat terlihat dari hasi karya yang dikirimkan. Mayoritas objek foto yang diikutsertakan terdiri dari jamur dan juga produk olahan fermentasi yang dikemas secara estetik. Adapun proses penilaian foto yang digunakan berdasarkan pada konsep foto, kesesuaian tema, estetika dari foto, serta caption dan informasi yang menambah wawasan tentang mikrobiologi. Selain itu, terdapat penilaian aspek teknis seperti kesesuaian persyaratan yang diberikan oleh panitia dan juga terdapat penilaian dari segi likes terbanyak.

Juara Favorit (Tuning Wulandari)

Juara Favorit (Tuning Wulandari)

Foto – foto yang diikutsertakan dari berbagai akun kemudian di rekap dan dipilah untuk proses penilaian. Hasil penilaian yang dilakukan kemudian digunakan dalam penentuan pemenang pertama, kedua, dan juga pemenang favorit. Khusus untuk pemenang favorit, penilaian dilakukan dengan melihat jumlah like pada foto terbanyak. Dari hasil review, diperoleh juara pertama yaitu dengan akun @fugakudos, juara 2 atas nama Dewa Agung Panji dari Biologi ITB, dan juara favorit berasal dari Bali, dengan akun @civinoalta, atas nama Tuning Wulandari.

Selamat kepada para pemenang IPC. Semoga dengan adanya IPC ini, masyarakat dapat lebih mengetahui dan mengerti serta menyadari kehadiran mikroorganisme di sekitar kita dalam kehidupan sehari-hari.