Keikutsertaan Tim Biologi SITH-ITB dalam Kompetisi Fujio Cup Quiz di Tokyo, Jepang

(Penulis : Satria Abi Dileyon : sarjana biologi)

SITH.ITB.AC.ID, BANDUNG – Sejumlah enam orang mahasiswa jurusan Biologi SITH ITB berperan serta dalam kompetisi internasional Fujio Cup Quiz, NRCM NICHE yang diadakan di Tokyo, Jepang.  Keenam mahasiswa tersebut dibagi ke dalam tiga tim, yaitu Faris Dinulhaq (Biologi 2014) dan Fania Feby Ramadhani (Biologi 2013), Meilisa dan Agnia Vibriani (keduanya Biologi 2014), serta Satria Abi Dileyon dan Ristag Hamida Hanisia (keduanya Biologi 2014). Satria dan Ristag menjadi tim finalis serta memperoleh peringkat ke-empat dari 24 pasang peserta dalam perlombaan ini.

Fujio Cup Quiz merupakan salah satu dari serangkaian acara perdana tahunan NRCM NICHE. Pada tahun 2017 ini, Fujio Cup Quiz diadakan pada tanggal 22 Oktober 2017 di  main auditorium, National Centre for Global health & Medicine (NCGM), Tokyo. Perlombaan ini meliputi berbagai konsep penelitian di bidang stem cell dan regenerative medicine serta diikuti oleh beragam perwakian akademisi dari bidang Life Sciences, Biotechnology, Veterinary Science, Dentistry, dan Medicine.

 

Selain Fujio Cup Quiz, para peserta juga mengikuti acara  Interactive Plenary Session, Inter-Disciplinary Interactions and Solutions (IIDIAS), dan Inter-Disciplinary Conclave (IDC). Pada acara Interactive Plenary Session, peserta mengikuti plenary lecture dari Prof. Jurgen Hescheler, Prof. Takahiro Ochiya, dan Prof. Gary Levy mengenai stem cell dan aplikasi regenerative medicine. Pada acara IIDIAS dilakukan diskusi interaktif terkait riset yang dilakukan oleh Prof. Suryaprakash Vaddi dan Dr. Hiroshi Yoshioka. Selanjutnya pada acara IDC, diadakan presentasi riset oleh sejumlah delegasi yang bergerak dalam bidang regenerative medicine.

Pada tanggal 23 Oktober, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Tokyo Women’s Medical University – Waseda University Joint Institution for Advanced Biomedical Sciences (TWIns), mengikuti kuliah tamu, tour of Shibaura Institute of Technology, dan mengikuti networking dinner. Hal ini diharapkan dapat memperkaya keilmuan, memperluas relasi, dan menjalin kolaborasi untuk perkembangan ilmu regenerative medicine di masa depan.