Kunjungan mahasiswa Biologi SITH ke Herbarium

Penulis : Arifin Surya Dwipa dan Dian Rosleine

SITH.ITB.AC.ID, JATINANGOR – Pada tanggal 29 November 2017, mahasiswa program studi Biologi SITH ITB angkatan 2016 melakukan kunjungan ke Herbarium Bandungense untuk melaksanakan kegiatan praktikum mata kuliah Biosistematik (BI2104). Antusiasme mahasiswa sangat tinggi, terutama saat sesi berkeliling ruangan herbarium dan pengamatan spesimen-spesimen tua. Beberapa koleksi tumbuhan unik, seperti kacang raksasa (Entada phaseoloides (L.) Merr.), Balanophora fungosa J.R.Forst. & G.Forst., dan Rhizanthes zipelii (Blume) Spach, mampu mencuri perhatian para mahasiswa. Kegiatan yang dilakukan antara lain pemberian materi singkat mengenai sejarah Herbarium Bandungense. pengamatan spesimen koleksi, dan pengerjaan lembar tugas.

Herbarium Bandungense merupakan herbarium tertua kedua di Indonesia, setelah Herbarium Bogoriense (BO) di LIPI Cibinong dengan jumlah koleksi 14.000 spesimen. Herbarium ini telah terdaftar secara internasional di dalam Index Herbariorum dengan kode FIPIA. Tempat penyimpanan koleksi herbarium tersebut dibangun oleh sekelompok orang Belanda yang menaruh perhatian besar terhadap keanekaragaman jenis tumbuhan di Tatar Priangan. Salah satunya yaitu Sicco Martino Popta. Dua orang kurator, yaitu Drs. Djuandi dan Arifin Surya Dwipa Irsyam, S.Si, M.Si, saat ini bertugas untuk mengatur, mengoleksi serta mengidentifikasi spesimen herbarium dan juga spesimen segar untuk penelitian.

Keberadaan Herbarium Bandungense (FIPIA) di lingkungan Institut Teknologi Bandung sangat diperlukan sebagai pustaka keanekaragaman hayati yang dapat mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan juga pengabdian masyarakat. Selain menyediakan sarana pembelajaran, Herbarium Bandungense juga membuka jasa determinasi tumbuhan.