Memahami Seluk Beluk Pengelolaan Hutan oleh Perum Perhutani (KPH Cianjur) Melalui Kuliah Lapangan Praktek Lapang 2018

Penulis: Fakhri Akmalluddin

Jum’at-Selasa (09-13/03/2017) sebanyak 51 mahasiswa Rekayasa Kehutanan melaksanakan kegiatan kuliah lapangan Praktek Lapang (BW-2205) yang berlokasi di wilayah pengelolaan hutan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cianjur. Selama 5 hari kegiatan kuliah lapangan ini, para mahasiswa/i didampingi oleh Dr. Yoyo Suhaya S.Hut., M.Si., Dr. Ichsan Suwandhi dan Dr. Anne Hadiyane selaku dosen pengampu mata kuliah Praktek Lapang.

Pada hari pertama kegiatan kuliah lapangan, mahasiwa/i menerima materi mengenai selayang pandang (company profile) dari KPH Cianjur dan bagaimana pengelolaan hutan oleh KPH Cianjur di Kantor KPH Cianjur. Perum Perhutani sendiri merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berbasis Sumberdaya Hutan (SDH) yang diberi tugas dan wewenang untuk menyelenggarakan kegiatan pengelolaan hutan (hutan produksi dan hutan lindung) berdasarkan prinsip perusahaan dalam wilayah kerjanya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Dalam tujuan untuk tercapainya pengelolaan hutan lestari, yang berbasis pada tiga aspek yaitu ekonomi, ekologi dan sosial.

Pada hari kedua, mahasiswa/i melakukan kegiatan lapangan yang berlokasi di RPH Cipandak, BKPH Sindangbarang, KPH Cianjur. Selama sehari penuh mahasiswa/i melakukan praktek pembuatan stek pucuk, persemaian, pemeliharaan tanaman (pendangiran, pewiwilan dan pruning), evaluasi tanaman, dan pembuatan Plot Coba Penjarangan (PCP). Kegiatan yang terangkum pada hari kedua ini merupakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Perum Perhutani dari mulai persiapan bibit hingga pemeliharaan secara intensif untuk mendapatkan hasil produski yang maksimal.
Pada hari ketiga, kegiatan dilakukan di RPH Salatri, BKPH Sindangbarang. Kegiatan yang dilakukan berupa bagaimana pengelolaan yang dilakukan terhadap kawasan lindung berupa Hutan Alam Sekunder (HAS) yang banyak mendominasi kawasan Cianjur Selatan. Kegiatan dilakukan dengan melakukan pengamatan dan penilaian reduce impact logging assessment terhadap proses penebangan. Pada hari ini kegiatan ditutup dengan mengunjungi pantai untuk melepas penat setelah sehari penuh berkegiatan.

Pada hari keempat, kegiatan lebih terfokus dalam pengelolaan ekowisata dan produksi di kawasan hutan lindung berupa resin pinus (Aspek Ekologi). Ekowisata yang dikunjugi adalah Wana Wisata Curug Citambur yang terletak di BKPH Cibarengkok dan dikelola oleh masyarakat setempat bersama Perum Perhutani. Curug ini memeberikan pemandangan yang indah dan terkadang terdapat pelangi sebagai penghiasnya, dalam hal ini mahasiswa/i melakukan penilaian dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan pengelolaan di Wana Wisata Curug Citambur.
Pada hari terakhir, kegiatan dilakukan dengan mengunjungi Lembaga Masyarakat Desa Hutan Mekar Mukti, Desa Muara Cikadu, Kecamatan Sindangbarang. Aspek sosial menjadi poin utama pada hari ini, pengetahuan mengenai kerjasama antara Perum Perhutani dengan masyarakat di sekitar utama didapatkan melalui pemaparan dari kedua pihak baik Perhutani maupun LMDH. Selain itu kunjugan ke salah satu hutan rakyat milik warga setempat menguak bahwa pentingnya hutan bagi masyarakat dari segi ekonomi maupun lingkungan.

Selama 5 hari kegiatan para mahasiswa/i sangat antusias mengikuti kuliah lapangan ini, seruan mars rimbawan pun selalu menjadi penyemangat di pagi hari sebelum memulai kegiatan. Melalui kegiatan kuliah lapangan ini mahasiswa/i selain diharapkan mendapatkan materi mengenai pengelolaan hutan, diharapkan juga dapat menumbuhkan mental rimbawan yang berjiwa korsa, mampu beradaptasi dan bersosialisasi dimanapun ia berada. Seperti penggalan lirik mars rimbawan “Bersatulah-bersatu, tinggi rendah jadi satu, bertolonglah selalu”.