Profil

IMG_0912-580x266

Sejarah SITH ITB : Pada abad ke-21 ini, keahlian dalam bidang ilmu-ilmu hayati (life sciences) akan memegang peranan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan kehayatan (biosains), bioteknologi, dan pengelolaan sumber daya alam. Bahkan bioteknologi diperkirakan akan menjadi salah satu ilmu terapan (applied sciences) yang terpenting. Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB yang didirikan pada Januari 2006, mengelola enam program studi pada tingkat S1, S2 dan S3 yang memberikan pendidikan multidisiplin untuk menghasilkan lulusan dalam ilmu dan teknologi hayati yang siap dan berani menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompetitif.

Lulusan SITH akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan untuk bersaing dalam pasar kerja, dan memiliki kesempatan yang luas untuk berkarir dalam berbagai bidang di lembaga pemerintahan, swasta/industri, kewirausahaan dan yang lainnya. Staf akademik SITH (95% berkualifikasi doktor), dengan didukung fasilitas terkini, aktif dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.

Penelitian yang didanai hibah kompetitif dari dalam dan luar negeri sejalan dengan agenda riset kedelapan kelompok keilmuan (KK) SITH, yaitu: (1) KK Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk, (2) KK Bioteknologi Mikroba, (3) KK Ekologi, (4) KK Fisiologi, Perkembangan Hewan dan Sains Biomedika, (5) KK Genetika dan Bioteknologi Molekuler, (6) KK Manajemen Sumber Daya Hayati, (7) Sains dan Bioteknologi Tumbuhan, dan (8) KK Teknologi Kehutanan.