SITH-ITB Menerima Kunjungan dari SMA DHARMA LOKA Pekanbaru, Riau

(Penulis : Fakhira Rifanti Maulana, S.T.)

JATINANGOR, RH.SITH.ITB.AC.ID  – Sebagai bentuk partisipasi pengenalan lingkungan kampus, SITH-ITB kembali menyambut kedatangan SMA Dharma Loka pada hari Selasa (30/1/18) yang bertempat di Gedung Labtek 1A, kampus ITB Jatinangor. Kali ini, tamu yang datang berasal dari daerah Pekanbaru, Riau yang dipimpin oleh Ibu Dessy Pratiwi selaku kepala sekolah dengan membawa rombongan sebanyak 16 siswa. Adapun tujuan kegiatan kunjungan ke SITH ITB yang berjudul “Educo Trip SMA Dharma Loka 2018” ini tidak lain adalah untuk menambah wawasan dan informasi mengenai ITB serta mengenal lingkungan ITB lebih dekat.

 

Pada kunjungan ini, program studi Rekayasa Hayati ITB berkesempatan memberikan penjelasan tentang ITB secara umum dan Rekayasa Hayati secara khusus yang dikemas dalam beberapa agenda menarik. Selain memperoleh informasi melalui presentasi dan kunjungan tur gedung SITH, siswa SMA Dharma Loka juga mendapatkan Experienced Based Learning melalui kegiatan workshop di laboratorium.

Acara dimulai pada pukul 10.45 di ruang Seminar Gedung Labtek 1A yang diawali dengan sambutan dan presentasi prodi Rekayasa Hayati oleh Bapak M. Yusuf Abduh, ketua program studi Rekayasa Hayati. Di sesi ini, siswa dikenalkan oleh apa itu Rekayasa Hayati, mata kuliah yang diajarkan, prospek kerja hingga kegiatan-kegiatan mahasiswa. Pemaparan kemudian dilanjutkan oleh beberapa mahasiswa Rekayasa Hayati yang menampilkan presentasi kreatif tentang salah satu mata kuliah di program studi yaitu Peristiwa Perpindahan Sistem Hayati. Menariknya, presentasi tersebut disampaikan dalam bentuk Role Play dimana beberapa mahasiswa menerangkan peristiwa perpindahan dalam kehidupan sehari-hari seperti peristiwa memijat, menyemprot parfum dan sebagainya sambil beradu peran. Melalui presentasi ini, siswa SMA Dharma Loka memperoleh gambaran tentang metoda perkuliahan ITB sekaligus memperoleh pengalaman bahwa mata kuliah yang dianggap sulit ternyata dapat disampaikan dalam bentuk yang lebih sederhana agar mudah dipahami dan diingat.

Selanjutnya, siswa SMA Dharma Loka diajak oleh mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati (HMRH) untuk mengenal lingkungan di ITB melalui tur ke beberapa tempat yaitu Screen House, Laboratorium Rekayasa Sel dan Jaringan Tumbuhan dan Analisis dan Isolasi Bahan Alam. Dalam tur ini, siswa SMA Dharma Loka melihat jenis-jenis fasilitas yang dimiliki SITH ITB dalam menunjang kegiatan perkulian. Selain itu, siswa mendapat penjelasan dari mahasiswa di Laboratorium mengenai tugas akhir yang sedang mereka kerjakan.

Tak berhenti di sana, SITH-ITB juga memfasilitasi siswa SMA Dharma Loka untuk mendapat pengalaman langsung bekerja di laboratorium dalam kegiatan Workshop kultur jaringan tumbuhan dan kultur mikroalga. Pada workshop yang bertempat di Laboratorium Infrastruktur ini, siswa dibimbing oleh 3 dosen Rekayasa Hayati yaitu Bapak Neil Priharto, Ibu Annisa Ratna Nurillah dan Bapak Khairul Hadi beserta 11 orang mahasiswa sebagai asisten. Acara dimulai dengan pengenalan laboratorium dan penjelasan Safety Induction oleh Bapak Khairul Hadi. Hal ini bertujuan agar siswa mengetahui keadaan dan aturan sebelum bekerja di Laboratorium. Setelahnya, siswa SMA Dharma Loka belajar tentang teknik kultur jaringan tanaman tembakau (Nicotiana tobacum) yaitu penanaman eksplan ke medium dan kegiatan pengamatan jaringan tumbuhan melalui mikroskop. Disamping itu, siswa juga dibimbing dalam mengkultur mikroalga Chlorella pyrenoidosa dari tahap isolasi, inokulasi sampai scale up. Sepanjang kegiatan, siswa SMA Dharma Loka terlihat antusias mencoba hal baru yang belum mereka dapatkan ketika di bangku sekolah. Melihat hal tersebut, rasa senang pun disampaikan oleh kepala sekolah SMA Dharma Loka.

“Pengalaman dari sini sesuai dengan yang kami ingin dapatkan. Siswa tidak hanya sekedar diberikan sosialisasi atau seminar tapi mendapat experience langsung. Saya berterima kasih kepada SITH-ITB yang membantu siswa praktik langsung dengan alat yang memadai dan diajari langsung oleh ahlinya. Mungkin pengalaman ini tidak bisa kami dapatkan ketika pulang”, ujar Ibu Dessy.

Ibu Dessy menjelaskan keingintahuannya terhadap jurusan Rekayasa Hayati ITB, jurusan baru dan satu-satunya yang ada di Indonesia. Beliau juga berpendapat bahwa betapa pentingnya pengenalan jurusan terhadap siswa SMA karena hal tersebut berperan besar dalam pemilihan jurusan nantinya. Menurut beliau, kendala saat ini, siswa sering kali memilih jurusan yang mudah tanpa mengetahui kecocokan dan kesesuaian bagi mereka. Dengan menambah wawasan dan mencoba hal baru tentang jurusan, siswa akan mendapatkan opsi jurusan baru sehingga diharapkan membantu memutuskan jurusan, tidak hanya memilih jurusan yang sudah umum.

“Siswa berpikir teknik itu susah dan sesuatu yang sangat complicated. Saya senang ketika ada display presentasi kreatif dari mahasiswa ITB. Menurut saya menarik dan menyenangkan sehingga ketakutan terhadap jurusan teknik di siswa tidak muncul duluan”, tambah Ibu Dessy.

Kegiatan kunjungan kali ini kemudian diakhiri dengan sesi diskusi singkat, penyerahan cenderamata dan foto bersama. Harapannya, semoga kampus ITB tetap bersedia membukakan pintu bagi para siswa SMA yang ingin mengenal lebih lanjut tentang ITB.

(Sumber : http://rh.sith.itb.ac.id/2018/02/05/sith-itb-menerima-kunjungan-dari-sma-dharma-loka-pekanbaru-riau/)