Enter your keyword

Mahasiswa SITH ITB Lakukan Pemetaan Bahaya Erosi dan Penanaman Pohon untuk Mendukung Keberlanjutan Lahan Pertanian Desa Sukawangi

Mahasiswa SITH ITB Lakukan Pemetaan Bahaya Erosi dan Penanaman Pohon untuk Mendukung Keberlanjutan Lahan Pertanian Desa Sukawangi

Jatinangor, sith.itb.ac.id – Mahasiswa Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sukawangi, Sabtu (15/11/2025), melalui kolaborasi Himpunan Mahasiswa Rekayasa Pertanian (HIMAREKTA) “Agrapana” dan Himpunan Mahasiswa Kehutanan (HMH) “Selva”. Kegiatan ini meliputi pemetaan tingkat bahaya erosi serta penanaman pohon buah sebagai upaya memperkuat ketahanan lahan pertanian desa.

Dokumentasi bersama mahasiswa SITH ITB dan warga Desa Sukawangi dalam kegiatan pemetaan bahaya erosi dan penanaman pohon buah.

Program tersebut dirancang untuk menekan risiko erosi dan longsor pada wilayah pertanian yang memiliki kemiringan lereng cukup curam, sekaligus menjaga kesuburan tanah agar produktivitas lahan dapat berkelanjutan. Melalui penyusunan peta bahaya erosi, masyarakat diharapkan memperoleh gambaran kondisi wilayah yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pengelolaan lahan dan pembangunan desa berbasis mitigasi risiko.

Proses pemetaan dilakukan dengan memanfaatkan pendekatan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG) yang menjadi bagian dari keilmuan mahasiswa Rekayasa Pertanian dan Rekayasa Kehutanan. Analisis data spasial digunakan untuk mengkaji topografi, tutupan lahan, serta karakteristik wilayah Desa Sukawangi, sehingga menghasilkan peta bahaya erosi yang relevan dan sesuai dengan kondisi lapangan.

Presentasi hasil pemetaan bahaya erosi Desa Sukawangi oleh mahasiswa SITH ITB.

Kegiatan ini berangkat dari gagasan HIMAREKTA “Agrapana” untuk memetakan wilayah Desa Sukawangi. Beberapa jenis peta sempat dipertimbangkan, seperti peta tutupan lahan, kesesuaian lahan, dan erosi. Namun, setelah mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta keterbatasan pelaksanaan, pemetaan bahaya erosi ditetapkan sebagai fokus utama. Dalam pelaksanaannya, HMH “Selva” berperan dalam proses penyusunan peta, sementara HIMAREKTA “Agrapana” menginisiasi edukasi mitigasi erosi dan kegiatan penanaman pohon buah.

Ketua Divisi Pengabdian Masyarakat HIMAREKTA “Agrapana”, Susilo Eko, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat dikembangkan ke tahap berikutnya. “Ke depan, kami berharap pemetaan dapat diperluas, khususnya terkait kesesuaian lahan, sehingga dapat menjadi referensi bagi petani dalam menentukan praktik budidaya yang tepat,” ujarnya.

Penanaman pohon buah oleh mahasiswa SITH ITB di Desa Sukawangi.

Selain pemetaan, mahasiswa juga melakukan penanaman sebanyak 42 pohon buah yang terdiri dari alpukat, mangga, durian, dan jeruk. Penanaman ini ditujukan untuk meningkatkan daya infiltrasi air hujan guna mengurangi potensi longsor, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang. “Jenis pohon buah dipilih berdasarkan hasil survei dan diskusi dengan warga karena memiliki fungsi konservasi tanah serta peluang sebagai sumber pendapatan,” tambah Eko.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap terjalin kolaborasi berkelanjutan dengan masyarakat Desa Sukawangi dalam pengelolaan lahan yang ramah lingkungan, sekaligus menjadi wujud pemanfaatan keilmuan rekayasa secara nyata untuk menjawab permasalahan di tingkat desa.

Kontributor: Azka Zahara Firdausa, Trinitaty Bulan M Hutabarat

Editor: I Dewa M. Kresna

X