Enter your keyword

Pameran Ekspedisi Patriot : Dosen SITH ITB Kembangkan Komoditas Unggulan Kawasan Transmigrasi di NTT

Pameran Ekspedisi Patriot : Dosen SITH ITB Kembangkan Komoditas Unggulan Kawasan Transmigrasi di NTT

Bandung, sith.itb.ac.id – Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) turut berkontribusi dalam Pameran Ekspedisi Patriot yang diselenggarakan sebagai tindak lanjut kolaborasi antara ITB, Kementerian Transmigrasi, dan tujuh perguruan tinggi lainnya. Pameran yang berlangsung pada 23–27 Februari 2026 di Ruang Desain Center Lantai 1, Gedung CADL yang menjadi ruang berbagi pengalaman lapangan sekaligus mendorong keterlibatan sivitas akademika dalam pengembangan kawasan transmigrasi di Indonesia.

Dalam pameran tersebut, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) menampilkan pengalaman pengabdian dan penelitian yang dilakukan di Lokus Bajawa, Flores, sebagai salah satu wilayah penugasan Ekspedisi Patriot. Ketua Tim Ekspedisi Patriot Bajawa, Prof. Endah Sulistyawati, S.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa pameran ini bertujuan memotret kondisi kawasan transmigrasi, membagikan cerita humanis dari lapangan, serta membangun semangat kontribusi bagi sivitas akademika untuk terlibat langsung dalam pembangunan wilayah terpencil.

Prof. Endah Sulistyawati, S.Si., Ph.D selaku Ketua Tim Ekspedisi Patriot di Bajawa

Selama 3,5 bulan penugasan di Bajawa, tim Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) melakukan kajian peluang pengembangan komoditas unggulan serta menjalin interaksi intensif dengan masyarakat dan pemerintah daerah. Tim ekspedisi yang terlibat antara lain Alfiandi Pedro Situmorang dan Yosua Kevin Siahaan sebagai anggota tim yang mendukung kegiatan penelitian dan pemberdayaan masyarakat. Selain riset, tim juga menyelenggarakan pelatihan bagi warga sebagai bentuk transfer pengetahuan dan penguatan kapasitas lokal.

Melalui dokumentasi yang ditampilkan dalam pameran, terlihat bahwa pendekatan kolaboratif dan inovasi berbasis kebutuhan lokal menjadi kunci dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Interaksi langsung dengan masyarakat tidak hanya memperkaya perspektif akademik, tetapi juga membuka peluang solusi yang lebih kontekstual terhadap permasalahan yang dihadapi kawasan transmigrasi.

Tim Ekspedisi Patriot di Bajawa, Prof. Endah Sulistyawati, S.Si., Ph.D, Alfiandi Pedro Situmorang, dan Yosua Kevin Siahaan.

Lebih dari sekadar diseminasi hasil kegiatan, pameran ini diharapkan menjadi titik awal keberlanjutan program pengabdian dan riset di wilayah tersebut. Sejumlah dosen telah mengusulkan program lanjutan sebagai tindak lanjut dari temuan lapangan, sekaligus memperkuat komitmen perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.

Prof. Endah menyampaikan harapannya, “Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pameran, tetapi berlanjut menjadi aksi nyata yang memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.”

Melalui partisipasi dalam Pameran Ekspedisi Patriot, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) menegaskan perannya sebagai institusi akademik yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.

Kontributor: Trinitaty Bulan M Hutabarat (21325017), Biomanajemen

Editor: Ardhiani Kurnia Hidayanti

X