Enter your keyword

Status Pemulihan Puluhan Spesies Dikaji dalam Workshop Green Status of Species Assessment IUCN, Kurator MZI ITB Turut Berkontribusi

Status Pemulihan Puluhan Spesies Dikaji dalam Workshop Green Status of Species Assessment IUCN, Kurator MZI ITB Turut Berkontribusi

Bogor, sith.itb.ac.id—Museum Zoologi (MZI) ITB turut berpartisipasi dalam acara “Workshop Green Status of Species Assessment” Indonesia Species Specialist Group (IUCN SSC IdSSG) di Bogor pada 9-13 Februari 2026.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk membekali para ahli dan praktisi dalam mengimplementasikan metodologi baru, yaitu Green Status of Species Assessment yang dikembangkan oleh Green Status of Species (GSS) Working Group IUCN. Metodologi ini diterapkan sebagai instrumen pelengkap IUCM Red List of Threatened Species yang digunakan untuk menilai tingkat risiko kepunahan suatu spesies secara global dan nasional. Pada kesempatan tersebut, MZI ITB diwakili oleh Ganjar Cahyadi, kurator MZI ITB.

Metodologi Green Status of Species dapat menilai kondisi pemulihan suatu spesies di habitat alaminya, termasuk kemampuan spesies tersebut untuk bertahan dan menjalankan fungsi ekologisnya tanpa bergantung penuh pada konservasi. Penilaian GGS juga dapat menjadi indikator terukur untuk menilai efektivitas program konservasi yang telah dilaksanakan sehingga dapat mengevaluasi dampak intervensi konservasi spesies tertentu. Indikator ini diperlukan untuk mencapai Target 4 Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KMGBF) di Indonesia.

Penyelenggaraan workshop tersebut merupakan yang pertama kali diadakan di dunia. “Indonesia patut berbangga karena dipercaya oleh GSS Working Group IUCN menjadi negara pertama yang dipandu untuk menilai status pemulihan spesies sesuai standar. Selama lima hari kegiatan, sekitar 60 spesies yang mencakup berbagai taksa seperti Magnoliopsida, Insecta, Teleostei, Amphibia, Reptilia, Aves dan Mammalia berhasil dinilai,” ungkap Ganjar.

Foto bersama panitia dan peserta kegiatan yang mewakili berbagai institusi di Indonesia. Selain itu, peserta juga hampir mewakili setiap pulau besar di Indonesia termasuk Sumatra, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Sulawesi, hingga Papua (Foto: Panitia Workshop Green Status of Species Assessment, 2026).

Melalui adanya Worksfop Green Status of Species Assessment, diharapkan para ahli dan praktisi yang hadir dapat melakukan penilaian spesies secara mandiri. Menurut Ganjar, proses penilaian ini dapat ditularkan pada kolega lain yang ingin berkomitmen untuk dapat menilai status spesies prioritas lainnya di Indonesia. Jaringan seperti ini dapat mempercepat penilaian sehingga tujuan Green Status of Species Assessment untuk spesies di Indonesia dapat tercapai dengan baik.

Kontributor: Ganjar Cahyadi (Kurator MZI ITB) & Fauzia Ayu (Bioteknologi)

Editor: AKH

X