Mahasiswa Rekayasa Pertanian Raih Peringkat 3 Mahasiswa Berprestasi ITB
Bandung, sith.itb.ac.id – Mahasiswa Program Studi Rekayasa Pertanian, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), Institut Teknologi Bandung (ITB), Carmelia Carina Halim berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi ITB 2026.

Carmelia mengungkapkan bahwa pada awalnya ia tidak memiliki rencana khusus untuk mengikuti seleksi Mahasiswa Berprestasi. Namun, berbagai pengalaman yang telah diraihnya sebelumnya mendorongnya untuk mencoba kesempatan tersebut. “Awalnya tidak ada niatan untuk mendaftar kegiatan Mapres ini. Namun, dalam beberapa kesempatan saya pernah mencapai beberapa hal, jadi saya pikir tidak ada ruginya jika mencoba untuk mendaftar,” ujarnya.
Perjalanan menuju seleksi Mapres dimulai dari keterlibatan aktif Carmelia dalam berbagai kegiatan, mulai dari mengikuti kompetisi hingga organisasi kemahasiswaan. Pengalaman tersebut dinilai memberikan kontribusi penting dalam proses seleksi. Ia menilai bahwa keaktifan dalam berbagai kegiatan dan konsistensi dalam meraih prestasi menjadi salah satu faktor yang membantunya hingga akhirnya meraih peringkat 3 Mahasiswa Berprestasi Institut Teknologi Bandung (ITB).
Dalam ajang ini, terdapat tiga aspek utama yang menjadi penilaian, yaitu presentasi gagasan kreatif, pidato dalam bahasa Inggris, serta capaian unggulan yang telah diraih oleh peserta. Menariknya, Carmelia mengaku tidak melakukan persiapan khusus menjelang seleksi, karena proses persiapan sebenarnya telah berlangsung sejak lama melalui berbagai pengalaman yang dijalani. Menurutnya, aktif mengikuti dan memenangkan perlombaan sejak awal menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang ingin mengikuti seleksi serupa.
Pada tahap final, Carmelia mempresentasikan sebuah inovasi berupa pengembangan bisnis berbasis aplikasi digital yang ditujukan untuk membantu industri pertanian. Inovasi tersebut dirancang untuk memudahkan manajemen produksi pertanian secara terintegrasi, mulai dari hulu, proses produksi, hingga distribusi ke konsumen. Dengan sistem tersebut, diharapkan petani dapat memperoleh keuntungan yang lebih optimal sekaligus memberikan produk berkualitas terbaik bagi pelanggan.

Saat diumumkan sebagai peraih Juara 3, Carmelia mengaku merasa cukup terkejut. Pasalnya, sejak awal ia tidak memiliki ekspektasi besar terhadap hasil yang akan diperoleh. Meskipun demikian, ia merasa sangat bersyukur atas kesempatan yang didapatkan. Baginya, pencapaian ini merupakan pengalaman berharga yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Carmelia juga menyampaikan pesan bagi mahasiswa lain yang ingin mengikuti seleksi Mahasiswa Berprestasi di masa mendatang. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak ragu mencoba berbagai kesempatan yang ada. Menurutnya, pengalaman mengikuti seleksi Mahasiswa Berprestasi merupakan peluang yang berharga untuk mengembangkan diri. Ia juga menekankan bahwa yang terpenting bukanlah hasil akhir, melainkan usaha untuk memberikan performa terbaik dalam setiap kesempatan yang diikuti.
Kontributor: Trinitaty Bulan M Hutabarat Biomanajemen (21325017)
Editor: I Dewa M. Kresna