Ekspedisi Mahasiswa SITH ITB di Kareumbi: Menelusuri Biodiversitas dan Mengasah Keterampilan Lapangan

Tim Garda Himpunan Nymphaea SITH ITB Bersama Dosen berpose bersama sebelum pelaksanaan kegiatan eksplorasi di Taman Buru Masigit Kareumbi.
Sumedang, sith.itb.ac.id – Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung melalui mahasiswa Himpunan Nymphaea menghadirkan kegiatan ekspedisi lapangan yang dilaksanakan oleh unit Garda di Taman Buru Masigit Kareumbi. Ekspedisi ini berfokus pada pengamatan tiga spesies yang tergolong langka dan sensitif, yaitu Leptophryne javanica, Alcedo euryzona, dan Lamproptera meges. Ketiga fokus ini menjadi dasar bagi mahasiswa dalam merancang metode survei, menentukan titik observasi, serta menyusun strategi eksplorasi di lapangan yang memiliki tantangan ekologis dan antropogenik tertentu.

Lamproptera meges yang berhasil diamati oleh tim selama ekspedisi.

Leptophryne javanica, salah satu spesies target dalam ekspedisi, teramati di habitat alaminya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dihadapkan pada berbagai dinamika lapangan, mulai dari kondisi cuaca yang tidak menentu hingga kompleksitas medan di kawasan Kareumbi. Hal ini menuntut kemampuan adaptasi serta pengambilan keputusan yang cepat tanpa mengorbankan kualitas data yang dikumpulkan.
Menurut dosen pembimbing Ekspedisi, Dr. Arni Sholihah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah positif bagi mahasiswa dalam mengembangkan kembali kegiatan eksplorasi biodiversitas. Ia menilai ekspedisi ini sebagai titik awal yang baik untuk membangun kembali kapasitas mahasiswa dalam kegiatan lapangan yang terstruktur.
“Kegiatan ini sangat positif dan membanggakan. Meskipun terdapat berbagai rintangan selama perencanaan hingga pelaksanaan, mahasiswa tetap menunjukkan semangat dan komitmen yang tinggi. Saya menilai ekspedisi ini berjalan dengan baik, terutama karena kualitas data tetap dijaga meskipun dalam keterbatasan,” ujar beliau.

Mahasiswa melakukan pencatatan data hasil observasi di lapangan saat kegiatan ekspedisi di Taman Buru Masigit Kareumbi.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Kemahasiswaan S1 Biologi SITH ITB, Dr. Andira Rahmawati menyoroti kesiapan mahasiswa dari sisi akademik maupun teknis. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan bahwa mahasiswa mampu mengintegrasikan pengetahuan yang diperoleh di kelas dengan kondisi nyata di lapangan.
“Ekspedisi ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga pembentukan karakter, terutama dalam hal kemandirian, kerja sama tim, dan kepedulian terhadap lingkungan,” jelasnya. Dari sisi manfaat, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menerapkan metode survei biodiversitas, memahami ekosistem hutan, serta menghadapi permasalahan nyata di lapangan. Selain itu, mahasiswa juga mengembangkan berbagai soft skills, seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan problem solving.
Salah satu mahasiswa peserta ekspedisi, Dafa, turut membagikan pengalamannya selama mengikuti kegiatan ini. Ia mengungkapkan bahwa realitas di lapangan sering kali berbeda dari perencanaan awal.
“Di lapangan ternyata tidak selalu sesuai dengan ekspektasi. Banyak kondisi yang harus disesuaikan secara langsung, jadi kita dituntut untuk lebih fleksibel dan cepat beradaptasi,” ungkapnya.

Salah satu mahasiswa melakukan pengamatan avifauna menggunakan teropong di kawasan hutan Taman Buru Masigit Kareumbi
Ke depannya, kegiatan ekspedisi seperti ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan perencanaan yang semakin matang dan kolaborasi yang lebih luas. Selain itu, hasil ekspedisi juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi publikasi ilmiah maupun program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan upaya konservasi.
Dengan demikian, ekspedisi ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran akademik, tetapi juga langkah awal mahasiswa dalam berkontribusi terhadap pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.
Kontributor : Trinitaty Bulan M Hutabarat – Biomanajemen (21325017)
Editor: AKH