Tim Pengabdian Masyarakat SITH ITB Latih Warga Desa Bangkes Budidaya dan Pascapanen Cabai Jamu dari Hulu ke Hilir
Pamekasan, sith.itb.ac.id-Tim Pengabdian Masyarakat Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan yang berlangsung pada 15–16 Mei 2026 ini berfokus pada penerapan teknologi tepat guna untuk pengembangan budidaya dan pascapanen cabai jamu berbasis pertanian ekologis dan pascapanen dari hulu ke hilir. Kegiatan tersebut didukung penuh oleh Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB.

Pada hari pertama, warga desa mendapatkan pembekalan teori yang komprehensif mengenai seluruh rantai produksi cabai jamu dari para pakar. Dr. Nita Yuniat, Dosen SITH ITB, mengawali sesi dengan memaparkan teknik pembibitan unggul untuk meningkatkan keberhasilan budidaya. Langkah pertanian ekologis kemudian diperkenalkan oleh Dr. Chindy Ullima Zaneta, Dosen SITH ITB melalui pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair. Materi lalu dilanjutkan oleh Prof. Muhammad Djali, Guru Besar dari Universitas Padjadjaran yang mengupas teknik pengeringan pascapanen demi menjaga kualitas senyawa aktif tanaman. Sebagai penutup sesi edukasi, Dr. Rika Wahyuningtyas memberikan pelatihan pengolahan cabai jamu menjadi bubuk serta strategi pengemasan produk herbal agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh asisten yang merupakan mahasiswa S1 dan S2 Biologi SITH, Sarah Khoerunnisa dan Rini Berliani,S.Si.
Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada praktik lapangan dan penguatan kelembagaan lokal. Warga Desa Bangkes diajak langsung mempraktikkan perbanyakan tanaman lewat stek batang, membuat pupuk organik cair, dan melakukan uji coba pengeringan menggunakan rumah plastik. Untuk menjamin keberlanjutan program ini, dibentuk pula dua kelompok kerja strategis, yaitu Kelompok Pupuk Cair dan Pengeringan Cabai Jawa, serta cikal bakal Kelompok Wanita Tani yang nantinya akan fokus pada pengolahan produk turunan dan pemasaran.

Pelatihan ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Aminollah, salah seorang peserta, merasa bersyukur karena materi yang disampaikan sangat jelas, sistematis, dan mudah diterapkan secara langsung untuk mencegah kegagalan budidaya. Ia pun berharap program ini dapat terus berlanjut, terutama pada aspek pascapanen dan pemasaran. Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat SITH ITB, Dr. Ardhiani Kurnia Hidayanti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal yang diharapkan dapat memicu kemandirian warga. Melalui teknologi tepat guna dan kelompok kerja yang telah dibentuk, masyarakat Desa Bangkes diharapkan mampu mengoptimalkan kualitas dan nilai tambah produk cabe jamu di desa mereka.
Kontributor: Rini Berliani
Editor: AKH