Mahasiswa Teknologi Pascapanen SITH ITB Raih Juara 1 dan Gold Medal pada Ajang SINEC 2026 melalui Inovasi Tepung Ferbina
Bandung, sith.itb.ac.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB). Tim Althara yang terdiri dari tiga mahasiswa Program Studi Teknologi Pascapanen, yakni Agnes Ruth (2023), Zasky Malikha (2023), dan Naveed Muhammad Falah Brahmantika (2023), berhasil meraih Juara 1 sekaligus Gold Medal dalam ajang bergengsi tingkat nasional/internasional, 2nd Sustainable Innovation National Essay Competition (SINEC) 2026. Kompetisi ini berlangsung pada periode 25 hingga 29 Juni 2026.
Inovasi Pangan Lokal untuk Ketahanan Pangan
Dalam kompetisi tersebut, Tim Althara mengusung karya inovatif berjudul “Tepung Ferbina: Optimalisasi Tepung Komposit Fermentasi Berbasis Singkong dan Sorgum dengan Fortifikasi Spirulina untuk Mendukung Ketahanan Pangan Indonesia”. Agnes memaparkan bahwa ide ini lahir dari kepedulian tim terhadap tantangan ketahanan pangan di Indonesia, khususnya mengenai ketergantungan pada bahan pangan tertentu serta belum optimalnya pemanfaatan sumber pangan lokal.

Tim Althara yang berhasil memenangkan juara 1 dan gold medal pada kompetisi SINEC 2026.
Inovasi Tepung Ferbina hadir sebagai solusi yang mendukung diversifikasi pangan di Indonesia. Melalui karya ini, komoditas lokal seperti singkong dan sorgum diolah menjadi produk alternatif bernilai tambah yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga memiliki kualitas gizi yang unggul. Peningkatan kandungan protein dan nutrisi pada produk ini dicapai melalui pemanfaatan teknologi fermentasi serta fortifikasi spirulina.
Perjalanan dan Tantangan Kompetisi
SINEC merupakan ajang esai ilmiah yang berfokus pada inovasi berkelanjutan dan isu global, yang diselenggarakan bekerja sama dengan Asosiasi Mahasiswa Peneliti Hukum Indonesia (AMPHI). Perjalanan Tim Althara dalam kompetisi ini dimulai dari tahap penyusunan gagasan, riset literatur, pengembangan konsep, hingga proses penyempurnaan esai.
Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi tantangan tersendiri selama proses persiapan. Tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah menentukan konsep yang benar-benar mampu menjawab masalah ketahanan pangan di Indonesia. Mengingat sudah banyak inovasi terkait fortifikasi pangan, tim harus melakukan gap analysis yang mendalam agar solusi yang mereka tawarkan lebih padat hasil dan tepat sasaran.

Tim Althara yang beranggotakan Agnes, Zasky, dan Naveed dari Prodi Teknologi Pascapanen Angkatan 2023 pada kompetisi SINEC 2026.
Setelah melewati seleksi paper secara daring, Tim Althara berhasil melaju ke babak grand final yang diselenggarakan secara luring di Yogyakarta. Di tahap ini, mereka mengikuti poster exhibition dan bersaing dengan puluhan tim dari berbagai Universitas serta Sekolah Menengah Atas di Indonesia. Ketegangan memuncak ketika mereka harus bersaing menghadapi ketidakpastian untuk masuk ke dalam 9 finalis utama. Setelah terpilih, mereka bertanding langsung melalui sesi presentasi selama 5 menit, yang pada akhirnya mengantarkan mereka pada gelar juara pertama.
Dukungan Pembimbing dan Pesan Inspiratif
Keberhasilan inovasi ini tentu tidak lepas dari peran Dosen Pembimbing, Dzulianur Mutsla, S.SI., M.T., Ph.D.. Beliau memberikan pendampingan intensif berupa masukan terkait penulisan karya ilmiah yang baik, serta evaluasi terhadap arah konsep inovasi. Pendampingan tersebut sangat membantu Tim Althara dalam memperkuat aspek ilmiah dari gagasan yang mereka bawa.
Saat pertama kali mengetahui hasil pengumuman, perwakilan tim mengungkapkan rasa syukur, bangga, dan tidak menyangka bahwa ide mereka dapat diterima dengan sangat baik. Penghargaan ini menjadi wujud apresiasi atas proses panjang, diskusi, dan kerja sama tim.

Tim Althara bersama tim dari ITB lainnya berhasil meraih juara umum pada ajang perlombaan SINEC 2026.
Melalui pencapaian ini, Tim Althara juga menitipkan pesan inspiratif bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya. Mereka mendorong mahasiswa untuk tidak ragu mencoba berbagai kesempatan baru, baik dalam kompetisi maupun kegiatan pengembangan diri.
“Ide besar sering kali berawal dari keresahan sederhana, dan melalui kolaborasi serta kemauan untuk belajar, ide tersebut dapat berkembang menjadi sesuatu yang memberikan dampak nyata. Dan jangan pernah berhenti untuk terus mencari dan menggali inovasi untuk kebaikan Indonesia,” tutup tim.
Kontributor: Salma Sadiah (Bioteknologi, 2024)
Editor: I Dewa M. Kresna