Dari Bambu Menjadi Energi dan Pestisida Ramah Lingkungan, SITH ITB Latih Masyarakat Cibugel Kembangkan Teknologi Hijau
Sumedang, sith.itb.ac.id – Kelompok Keahlian (KK) Teknologi Kehutanan, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan Pembuatan Briket Arang dan Insektisida Alami dari Arang dan Cuka Bambu untuk Aplikasi Bio-energi dan Bio-insektisida Ramah Lingkungan” di Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan bambu sebagai sumber daya lokal bernilai tambah melalui pengolahan menjadi produk bioenergi dan bioinsektisida yang ramah lingkungan. Pelatihan diharapkan mampu mendorong pemanfaatan limbah biomassa bambu menjadi produk yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pemaparan materi oleh para dosen SITH ITB yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi praktik pembuatan briket arang dan insektisida alami berbahan dasar cuka bambu sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan teknologi yang diperkenalkan.
Ketua program, Ir. Eka Mulya Alamsyah, S.Hut., M.Agr., Ph.D., menyampaikan materi mengenai potensi bambu sebagai sumber daya terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk bernilai tinggi.
“Bambu merupakan sumber daya hayati yang tumbuh cepat, melimpah, dan memiliki potensi luar biasa untuk mendukung ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat mampu mengembangkan inovasi berbasis bambu yang dapat diterapkan secara mandiri,” ujar Dr. Eka.
Materi mengenai pembuatan briket arang disampaikan oleh Dr. Ir. Sutrisno, M.Si., yang menjelaskan teknik produksi briket berkualitas sebagai bahan bakar alternatif yang lebih bersih dan efisien dibandingkan penggunaan kayu bakar secara langsung.

Sementara itu, Dr. Ir. Yoyo Suhaya, S.Hut., M.Si. memaparkan potensi biochar sebagai bahan pembenah tanah yang dapat dicampurkan ke dalam pupuk untuk meningkatkan kualitas tanah dan produktivitas tanaman.
Pada sesi berikutnya, Dr. Ir. Rika Alfianny, M.P. dari KK Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk SITH ITB menjelaskan pemanfaatan asap cair atau cuka bambu sebagai bahan aktif bioinsektisida alami yang lebih aman bagi lingkungan dan dapat menjadi alternatif pengendalian hama yang berkelanjutan.

Tim pengabdian juga diperkuat oleh Anca Awal Sembada, S.T., M.Si., Ph.D. dan Dr. Atmawi Darwis, S.Hut., M.Si. sebagai anggota pelaksana, serta didukung oleh mahasiswa SITH ITB, yaitu Eynge Kezia Bungalessy (Program Studi Sarjana Rekayasa Kehutanan), Atika Widya Nurfaizah, S.T. dan Raeheesa Amara, S.T. (Program Studi Magister Biomanajemen), serta Nurdhian Fajar Indri Ahmad, S.Ak. sebagai asisten program.
Kegiatan mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kecamatan Cibugel yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Kecamatan Cibugel, Bapak Diding Sutardi, S.P.
“Kami mengapresiasi inisiatif SITH ITB yang telah menghadirkan teknologi tepat guna bagi masyarakat. Potensi bambu di wilayah kami cukup besar, sehingga pelatihan seperti ini sangat relevan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat,” ungkap Diding Sutardi.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi praktik pembuatan briket arang dan formulasi bioinsektisida dari cuka bambu. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan teknis yang dapat diterapkan secara langsung di lingkungan masing-masing.

Salah seorang peserta pelatihan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan bambu.
“Selama ini bambu hanya kami manfaatkan sebagai bahan bangunan atau kerajinan. Ternyata limbahnya pun masih bisa diolah menjadi briket dan pestisida alami yang bermanfaat. Kami berharap pelatihan seperti ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didanai melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Bottom-Up Institut Teknologi Bandung yang dikelola oleh Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB. Dukungan pendanaan tersebut menjadi bagian dari komitmen ITB dalam mendorong hilirisasi hasil riset dan inovasi agar dapat diimplementasikan secara nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu menghasilkan dampak yang berkelanjutan, baik dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia maupun pengembangan teknologi tepat guna berbasis potensi lokal.
Kontributor: Anca Awal Sembada, Ph.D.
Editor: Anca Awal Sembada, Ph.D.