Enter your keyword

Mahasiswa Rekayasa Pertanian SITH ITB Raih Juara 1 Agriculture Innovation Competition 2026 lewat Inovasi ORYCARE

Mahasiswa Rekayasa Pertanian SITH ITB Raih Juara 1 Agriculture Innovation Competition 2026 lewat Inovasi ORYCARE

Bandung, sith.itb.ac.id—Mahasiswa Program Studi Rekayasa Pertanian SITH ITB berhasil meraih Juara 1 pada kompetisi Agriculture Innovation Competition (AIC) 2026 yang diselenggarakan pada 22-23 Mei 2026 di Malang.

Capaian tersebut diraih oleh Tim Cihuyy yang terdiri atas Novri Yani Safitri, Hasna-ur Rusyda Afifatul ‘Ulya, dan Jovilia Ananda di bawah bimbingan Dosen SITH ITB, Ahim Ruswandi, S.P., M.P. Tim berhasil meraih juara dalam kategori Mekanisasi Pertanian Berkelanjutan.

Agriculture Innovation Competition (AIC) 2026 merupakan kompetisi esai nasional yang mengangkat berbagai inovasi di bidang pertanian, mulai dari teknologi, mekanisasi, hingga keberlanjutan. Kompetisi ini diselenggarakan melalui dua tahapan, yaitu seleksi administrasi dan penilaian naskah esai, yang kemudian dilanjutkan dengan babak final berupa presentasi dan sesi tanya jawab secara langsung di Universitas Brawijaya, Malang.

 

 

Pada kompetisi tersebut, Tim Cihuyy mengusung gagasan inovatif bertajuk ORYCARE, sebuah sistem deteksi dini penyakit blas pada tanaman padi yang mengintegrasikan sensor spektral, Internet of Things (IoT), dan analisis Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Sistem ini dirancang sebagai sarana monitoring dan peringatan dini yang mampu membantu petani mengidentifikasi potensi serangan penyakit sebelum gejala terlihat secara jelas di lapangan.

Menurut Tim Cihuyy, penyakit blas masih menjadi salah satu ancaman utama dalam budidaya padi di Indonesia karena dapat menyebabkan penurunan hasil panen yang signifikan apabila tidak ditangani sejak dini. Selain itu, luasnya area persawahan yang terbagi ke dalam banyak petakan sering kali menyulitkan proses pemantauan secara manual. Kondisi tersebut menjadi latar belakang lahirnya ORYCARE sebagai solusi yang lebih efektif dan efisien.

Keunggulan ORYCARE terletak pada penggunaan sensor spektral statis yang dipadukan dengan komunikasi LoRa, analisis NDVI, dan visualisasi spasial berbasis grid digital. Tidak hanya berfungsi sebagai sistem pemantauan, ORYCARE juga dilengkapi dengan rekomendasi tindakan pengendalian sehingga informasi yang diperoleh dapat langsung dimanfaatkan oleh petani dalam pengambilan keputusan di lapangan.

Proses penyusunan karya dilakukan secara kolaboratif dengan pembagian tugas yang jelas di antara anggota tim. Tahapan yang dilalui meliputi penggalian ide, studi literatur, perancangan konsep sistem, hingga penulisan dan penyempurnaan naskah esai. Tim juga melakukan berbagai diskusi untuk merumuskan permasalahan utama yang ingin diselesaikan serta memperkuat dasar ilmiah melalui berbagai referensi penelitian yang relevan.

Menurut tim, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi selama penyusunan karya adalah mengintegrasikan berbagai aspek keilmuan, mulai dari teknologi sensor, Internet of Things, mekanisasi pertanian, hingga prinsip-prinsip agronomi ke dalam satu sistem yang utuh dan logis. Selain itu, tim harus memastikan bahwa setiap komponen yang diusulkan memiliki dasar teknis yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan saat menghadapi sesi tanya jawab bersama dewan juri.

Meskipun demikian, Novri, selaku ketua tim menyampaikan, “Saya merasa sangat bersyukur memiliki tim yang saling percaya dan saling mendukung selama proses kompetisi ini. Kami melalui prosesnya bersama-sama, mulai dari mencari ide, berdiskusi sampai larut malam, berkali-kali merevisi konsep, mempersiapkan presentasi, hingga akhirnya bisa berdiri di depan dewan juri. Semoga ke depannya langkah ini menjadi awal bagi kami untuk terus berkembang dan berani mencoba banyak hal lain lagi,” ujarnya.

Bagi Tim Cihuyy, keberhasilan meraih Juara 1 menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan kolaborasi yang baik dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan. Pencapaian ini juga menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi yang tidak hanya berhenti pada tahap gagasan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat nyata bagi petani dan sektor pertanian Indonesia.

Tim Cihuyy turut menyampaikan pesan kepada mahasiswa yang ingin mengikuti kompetisi serupa agar tidak ragu memulai dari permasalahan sederhana yang ditemukan di sekitar. Menurut mereka, solusi yang relevan dan berdampak sering kali lahir dari pengamatan terhadap kebutuhan nyata di lapangan. Dengan kepercayaan pada proses dan komitmen untuk terus belajar, berbagai prestasi dapat diraih melalui usaha yang konsisten dan berkelanjutan.

Selamat kepada Tim Cihuyy atas prestasi yang membanggakan. Semoga capaian ini semakin menginspirasi sivitas akademika SITH ITB untuk terus menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan pertanian Indonesia.

Kontributor Fauzia Ayu Lestari 21124306 Bioteknologi

Editor: AKH