Inovasi Permen Jelly Kecombrang Antarkan Tim SITH ITB Raih Juara 1 Inovasi Pangan Nasional
Bandung, sith.itb.ac.id – Tim NangorVegas dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB sukses meraih Juara 1 dalam Lomba Essay Inovasi Pangan Lokal Nasional yang diselenggarakan oleh UKM-FP Penalaran Universitas Trunojoyo Madura. Tim ini beranggotakan Rodo Samuel Samosir (Rekayasa Pertanian), Rifqy Ahmad Lazuardi dan Shadin Nur Adilla Zachrie (Teknologi Pascapanen). Setelah melewati rangkaian seleksi sejak April, pengumuman pemenang dilakukan pada 14 Juni 2026.

Tim NangorVegas (dari kiri: Rodo, Shadin, dan Rifqy), pemenang Lomba Essay Inovasi Pangan Lokal Nasional, Universitas Trunojoyo Madura.
Berangkat dari Potensi Lokal yang Belum Optimal
Gagasan ini muncul dari pengamatan salah satu anggota tim terhadap melimpahnya buah honje atau kecombrang saat berkunjung ke daerah Pangandaran. Meskipun ketersediaannya sangat banyak, pemanfaatannya selama ini masih terbatas pada bumbu masakan atau sirup saja, sehingga nilai ekonomisnya cenderung rendah.
Setelah melakukan studi literatur, tim menemukan bahwa honje memiliki kandungan antioksidan, flavonoid, dan senyawa fenolik yang tinggi. Tim kemudian melihat peluang untuk mengolah buah ini menjadi produk yang lebih modern dan memiliki nilai fungsional.
“Kami melihat ada celah antara melimpahnya bahan baku dengan nilai jualnya yang masih rendah. Hal inilah yang mendorong kami merancang produk pangan fungsional yang praktis dan bernilai tinggi,” jelas Rifqy mewakili tim mengenai alasan pemilihan ide tersebut.
HonJelly: Permen Jelly untuk Relaksasi
Sebagai solusi, Tim NangorVegas menawarkan inovasi bernama HonJelly, yaitu permen jelly yang mengombinasikan ekstrak buah honje, rumput laut merah, dan madu alami. Produk ini dirancang bukan sekadar sebagai camilan, melainkan sebagai pangan fungsional untuk membantu tubuh lebih rileks dan mengurangi stres oksidatif.
Rifqy menjelaskan bahwa fokus utama produk ini adalah menciptakan produk yang membantu meningkatkan kualitas tidur. “Kandungan antioksidan dalam honje dapat membantu tubuh lebih rileks. Kami ingin HonJelly menjadi alternatif alami bagi masyarakat yang membutuhkan istirahat berkualitas tanpa harus bergantung pada obat-obatan,” tambahnya.
Manajemen Waktu di Tengah Kesibukan Kuliah
Di balik keberhasilan ini, tim menghadapi tantangan dalam mengatur waktu. Proses persiapan selama satu bulan harus dilakukan di sela-sela jadwal praktikum yang padat dan penyusunan proposal tugas akhir.
Untuk menyiasatinya, tim membagi tugas secara spesifik. Rodo fokus pada analisis finansial dan pemasaran, Rifqy menangani teknis produksi dan prototipe, sementara Shadin menyusun rencana kerja sama dan target pasar. Karena jadwal yang sering bertabrakan, koordinasi dilakukan secara rutin melalui pertemuan daring.
Pencapaian ini menjadi pengalaman berkesan bagi tim, terlebih ini merupakan kemenangan pertama mereka di tingkat nasional. Mereka menyampaikan apresiasi kepada lingkungan SITH ITB yang terus memberikan dukungan dan motivasi untuk berkembang.
Sebagai penutup, tim mengajak mahasiswa lain untuk tidak ragu mencoba hal baru dan berani berkompetisi. “Jangan takut gagal untuk memulai sesuatu. Bagi kami, keberanian untuk mencoba sudah merupakan satu langkah maju, sedangkan kemenangan adalah bonus dari prosesnya. Hal yang paling berharga sebenarnya adalah pengalaman belajar bekerja sama dan melatih cara berpikir kritis selama kompetisi,” pungkas mereka.
Reporter: Aura Salsabila Alviona (Bioteknologi, 2025)
Editor: I Dewa M. Kresna