Enter your keyword

Kuliah Hibrida Lintas Negara: Mahasiswa SITH ITB dan Hiroshima University Diskusikan Konservasi Hutan Bersama Prof. Toshihiro Yamada

Kuliah Hibrida Lintas Negara: Mahasiswa SITH ITB dan Hiroshima University Diskusikan Konservasi Hutan Bersama Prof. Toshihiro Yamada

Bandung, sith.itb.ac.id – Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB mengadakan kuliah hibrida sebagai bagian dari rangkaian Tropical Biodiversity Summer Course 2026 pada Kamis (16/7/2026). Mengusung topik “Forest Conservation in the Anthropocene“, sesi ini menghadirkan Prof. Toshihiro Yamada, pakar ekologi tumbuhan dan hutan dari Hiroshima University (HU), Jepang.

Suasana peserta Tropical Biodiversity Summer Course SITH 2026 saat mengikuti kuliah hibrida bersama Prof. Toshihiro Yamada (Hiroshima University) dari ITB Kampus Ganesha.

Berbeda dari kuliah tamu pada umumnya, sesi ini berlangsung interaktif dan jauh dari kesan kaku. Prof. Yamada membuka sesi dengan kuis tebak peta untuk mencairkan suasana. Peserta di Bandung diminta menebak letak kota Hiroshima pada peta, sementara mahasiswa di Jepang ditantang mencari lokasi kota Bandung. Aktivitas sederhana ini efektif membangun keakraban dan memicu tawa di antara para peserta meski mereka berada di negara yang berbeda.

Suasana diskusi peserta Tropical Biodiversity Summer Course SITH 2026 saat mengikuti kuliah hibrida bersama Prof. Toshihiro Yamada (Hiroshima University) dari ITB Kampus Ganesha

Kuliah ini diikuti oleh 26 peserta dari delapan negara yang hadir langsung di Bandung, serta sekitar 20 mahasiswa program Integrated Global Studies (IGS) Hiroshima University yang bergabung secara daring. Prof. Yamada merancang kelas agar berjalan dua arah. Mahasiswa di Indonesia didorong untuk berdiskusi langsung dengan rekan-rekan mereka di Jepang, sehingga tercipta pertukaran opini yang aktif sepanjang sesi berlangsung.

Dalam pemaparannya, Prof. Yamada mengajak mahasiswa meninjau kondisi deforestasi global saat ini dan memahami pentingnya menjaga kelestarian hutan. Diskusi berkembang mulai dari peran ekosistem hutan dalam menghadapi perubahan iklim, hingga langkah-langkah nyata yang bisa dilakukan untuk melindungi keanekaragaman hayati. Para mahasiswa dari kedua negara saling berbagi pandangan mengenai tantangan lingkungan yang dihadapi wilayah masing-masing.

Suasana diskusi peserta Tropical Biodiversity Summer Course SITH di Hiroshima University (dokumentasi: Hiroshima University)

Salah satu sorotan utama dan bahasan menarik dalam sesi ini adalah pengenalan konsep “30 by 30″. Konsep ini merupakan target internasional yang telah disepakati pada konferensi COP15 PBB pada bulan Desember 2022 sebagai bagian dari Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal, yang bertujuan untuk melestarikan dan melindungi setidaknya 30% wilayah daratan dan lautan di bumi pada tahun 2030.

Kelas lintas negara ini menjadi bukti bahwa pendidikan konservasi dapat melampaui batas geografis. Melalui kolaborasi ini, Tropical Biodiversity Summer Course SITH ITB 2026 tidak hanya memberikan wawasan akademik, tetapi juga membangun jejaring internasional antarcalon ilmuwan muda dari berbagai negara untuk saling berkolaborasi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di masa mendatang.

Reporter: Aura Salsabila Alviona (Bioteknologi, 2025)
Editor: Ardhiani Kurnia Hidayanti