Enter your keyword

Wujudkan Ketahanan Pangan Pascabencana, SITH ITB dan EWINDO Hadirkan Program “Kebun Harmoni” di Aceh Tamiang

Wujudkan Ketahanan Pangan Pascabencana, SITH ITB dan EWINDO Hadirkan Program “Kebun Harmoni” di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, sith.itb.ac.idSekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) terus mempertegas komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat. Melalui skema bottom-up yang didukung oleh Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB, SITH menjalin kolaborasi strategis dengan PT East West Seed Indonesia (EWINDO) untuk menginisiasi “Program Kebun Harmoni”. Program ini diselenggarakan bagi warga penyintas musibah banjir dan tanah longsor yang menetap di Hunian Sementara (Huntara) Tamiang I, Kabupaten Aceh Tamiang.

Menghadapi tantangan keterbatasan lahan dan kompleksitas proses pemulihan pascabencana, program ini dirancang tidak hanya sebagai penyaluran bantuan pangan yang bersifat sementara. Lebih dari itu, SITH ITB dan EWINDO membawa pendekatan ketahanan pangan berbasis pemberdayaan komunitas. Sebanyak 56 kepala keluarga di kawasan Huntara dibekali pelatihan aplikatif serta pendampingan intensif secara bertahap mengenai budidaya pertanian terintegrasi.

(Dok. EWINDO)

Inovasi teknologi tepat guna yang dikenalkan meliputi sistem hidroponik, pemanfaatan ruang vertikal melalui growbox dan wall planter, serta budidaya ikan lele dengan sistem kolam bioflok. Selain itu, masyarakat juga diedukasi terkait prinsip ekonomi sirkular melalui praktik konversi limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC) dan bokashi.

Pendekatan yang komprehensif ini memastikan masyarakat mampu mengelola siklus produksi pangannya sendiri. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan terbukti membuahkan hasil nyata, ditandai dengan keberhasilan warga memanen sayuran segar dan ikan lele. Hasil panen ini kini menjadi penopang pemenuhan gizi dan secara langsung menekan beban pengeluaran ekonomi rumah tangga di tengah masa pemulihan.

Program Kebun Harmoni sukses menjadi sarana pemulihan bagi para penyintas. Aktivitas budidaya komunal ini menciptakan ruang interaksi sosial baru, menumbuhkan kembali semangat gotong royong, serta membangun kepercayaan diri masyarakat untuk kembali produktif.

(Dok. EWINDO)

Hal ini senada dengan pandangan Wakil Bupati Aceh Tamiang pada momentum panen bersama warga. Beliau menekankan bahwa proses pemulihan pascabencana sering kali hanya diidentikkan dengan pembangunan kembali infrastruktur fisik. Padahal, memulihkan harapan, menghadirkan kepercayaan diri, serta membuka akses agar masyarakat dapat kembali mandiri dan produktif adalah nilai-nilai fundamental yang esensial.

Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan akademisi perguruan tinggi, industri, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat, Program Kebun Harmoni diharapkan dapat menjadi model bagi mitigasi sosial dan pemulihan kemandirian pascabencana di kawasan lainnya. Ke depannya, SITH ITB berkomitmen untuk terus hadir membawa inovasi hayati yang adaptif, solutif, dan berdampak langsung pada penguatan ketahanan ekonomi dan sosial masyarakat secara berkelanjutan.

Kontributor: Salma Sadiah (Bioteknologi, 2024)

Editor: I Dewa M. Kresna

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.