Enter your keyword

SITH ITB Hadirkan Inovasi Hayati dan Produk Binaan dalam Jatifest 2026

SITH ITB Hadirkan Inovasi Hayati dan Produk Binaan dalam Jatifest 2026

Bandung, sith.itb.ac.id – Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB menghadirkan beragam inovasi ilmu dan teknologi hayati dalam Jatifest 2026 yang diselenggarakan sebagai puncak rangkaian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) ITB 2026 di Kampus ITB Jatinangor, Minggu (30/8/2026). Mengusung tema “Ruang Bertemu, Ruang Bertumbuh”, Jatifest 2026 menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai aktivitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi kepada sivitas akademika dan masyarakat umum. Bagi SITH sendiri, Jatifest 2026 ini menjadi sarana untuk menjembatani dunia akademik dengan masyarakat melalui hilirisasi riset, edukasi sains hayati, serta pemberdayaan masyarakat binaan.

Salah satu bagian yang dihadirkan SITH dalam Jatifest 2026 adalah Pasar Segar yang mengajak pengunjung berinteraksi secara langsung dengan berbagai produk hasil budidaya dan olahan. Pasar Segar menghadirkan pasar kembang, sudut petik rempah, serta ikan nila hasil budidaya dengan teknologi bioflok dari lahan sawah SITH ITB.

Berbagai hasil budidaya dari Kebun Pendidikan SITH ITB di Haur Gombong turut dipasarkan, antara lain cabai, bawang merah, mint, selada, tomat, timun, labu, ubi Cilembu dan yang lainnya. Pengunjung tidak hanya dapat membeli produk tersebut, tetapi juga mengolahnya secara langsung menjadi sajian makanan di lokasi kegiatan.

Konsep tersebut diperkuat dengan hadirnya sejumlah area pengolahan, seperti Dapur Ikan, Pojok Hijau, Dapur Nasi, dan Kedai Minum. Pojok Hijau menyajikan salad dan tumis sayuran hidroponik, sementara Kedai Minum menghadirkan berbagai minuman produksi SITH, seperti kombucha, kopi, teh, cokelat, dan lemonade.

Ketua Penanggung Jawab Stand SITH ITB dalam Jatifest 2026, Dr. Abdillah Munawir, M.Si., mengatakan bahwa keterlibatan SITH dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan ilmu pengetahuan dan hasil riset agar dapat dirasakan secara lebih dekat oleh masyarakat.

Kehadiran produk dari Haur Gombong juga memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat binaan untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka. Menurut Dr. Abdillah, kegiatan seperti Jatifest dapat memberikan eksposur yang lebih luas, membuka peluang pasar dan ekonomi baru, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri masyarakat binaan.

Selain Pasar Segar, SITH menghadirkan berbagai lokakarya berbasis ilmu dan teknologi hayati yang memungkinkan pengunjung memperoleh pengalaman secara langsung. Lokakarya tersebut meliputi pembuatan kimchi, kombucha, madu lemon, baglog jamur, Takakura (pengomposan sampah dengan metode keranjang), dan terrarium (pemanfaatan tanaman dalam ekosistem sederhana).

Selain Pasar Segar dan lokakarya, booth SITH menampilkan berbagai karya penelitian dan produk inovasi dari dosen, peneliti, mahasiswa, serta mitra binaan. Berbagai inovasi yang diperkenalkan mencakup produk pangan, olahan jahe, teknologi rumah bambu modular, Ganesha Lens, instrumen PCR Reagen lokal, teknologi spasial, serta beragam produk dan solusi di bidang pertanian, kehutanan, dan bioteknologi.

Dr. Abdillah menuturkan, Jatifest juga menjadi kesempatan bagi SITH untuk memperluas jejaring kolaborasi dan melihat secara langsung bagaimana hasil hilirisasi riset dapat diterima oleh masyarakat. Bagi masyarakat binaan, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperluas pengenalan produk dan membuka peluang pasar baru, sedangkan bagi pengunjung, Jatifest menjadi kesempatan untuk memperoleh wawasan mengenai sains hayati, pola hidup berkelanjutan, serta produk lokal inovatif.

Melalui Jatifest 2026, SITH ITB kembali memperlihatkan bahwa ilmu dan teknologi hayati tidak hanya berkembang di ruang kelas dan laboratorium, tetapi juga dapat hadir dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, inovator, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong inovasi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Sains dan teknologi hayati bukanlah hal yang jauh dari keseharian, melainkan kunci utama untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan. Mari bersama-sama kita dukung inovasi lokal produk pertanian, hayati, kehutanan, bioteknologi dengan mencintai produk dalam negeri, dan terus jaga kelestarian lingkungan demi generasi masa depan. Semoga apa yang kami tampilkan di stand SITH hari ini dapat menginspirasi dan membawa manfaat nyata bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat umum.” pungkas Dr. Abdillah.

Reporter: Siti Nur Hofifah (Bioteknologi, 2024) ITB
Editor: I Dewa M. Kresna
  

 

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.