Enter your keyword

Tim Mahasiswa Rekayasa Pertanian SITH ITB Raih Juara 1 di The 18th GreenBase Competition

Tim Mahasiswa Rekayasa Pertanian SITH ITB Raih Juara 1 di The 18th GreenBase Competition

Bandung, sith.itb.ac.id – Tiga mahasiswa dari Program Studi Rekayasa Pertanian, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Insititut Teknologi Bandung (ITB), berhasil meraih Juara 1 dalam ajang The 18th GreenBase: Beyond the Ideas Problem Solving Essay Competition. Prestasi tersebut diraih oleh Nisrina Rahmawita, Aditia Ilyasa, dan Sylva Arrozka Siti Soudach pada tahap final kompetisi yang diselenggarakan di Institut Pertanian Bogor (IPB), Minggu (30/8/2026).

Dalam kompetisi tersebut, tim SITH ITB mengangkat persoalan keberlanjutan sistem pangan melalui gagasan bertajuk DIGIFOOD (Digital Food Ecosystem). Gagasan tersebut menawarkan pendekatan preventif dalam mengatasi food waste dengan memanfaatkan lingkungan kampus sebagai campus living laboratory.

The 18th GreenBase: Beyond the Ideas merupakan kompetisi esai berbasis problem solving yang mengajak peserta untuk merancang solusi terhadap berbagai persoalan nyata di masyarakat. Tim SITH ITB memilih studi kasus Pangan Lestari yang menyoroti sejumlah tantangan dalam sistem pangan, mulai dari food waste, emisi yang dihasilkan oleh sistem pangan, hingga pola konsumsi yang belum berkelanjutan.

Nisrina menjelaskan bahwa gagasan tersebut berawal dari pengamatan tim terhadap persoalan food waste yang dekat dengan kehidupan mahasiswa, khususnya di lingkungan kampus. Menurutnya, berbagai upaya penanganan selama ini umumnya dilakukan setelah makanan menjadi surplus atau limbah.

“Padahal, pemborosan sebenarnya dapat terjadi lebih awal, misalnya karena produksi yang tidak sesuai permintaan, porsi yang tidak sesuai kebutuhan konsumen, atau kurangnya informasi mengenai pilihan konsumsi. Dari situ, kami melihat perlunya menggeser pendekatan dari food waste management menjadi food waste prevention,” ujar tim.

Berangkat dari permasalahan tersebut, tim mengembangkan DIGIFOOD sebagai sebuah ekosistem digital yang mengintegrasikan mahasiswa, tenant kantin, dan pengelola kampus. Platform tersebut dirancang dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), cloud database, dan monitoring dashboard untuk mendukung pencegahan food waste sejak tahap perencanaan, konsumsi, hingga evaluasi.

Dari Esai Hingga Prototipe

Perjalanan tim dalam kompetisi dimulai dengan proses penyusunan dan pengumpulan esai yang dilakukan pada 27 Juli 2026. Setelah melalui tahap penilaian, karya DIGIFOOD berhasil masuk ke jajaran 15 finalis terbaik. Masuknya tim ke tahap final menjadi awal dari persiapan yang lebih intensif. Konsep yang sebelumnya dituangkan dalam bentuk esai kemudian dikembangkan menjadi sebuah prototipe aplikasi untuk mendukung proses presentasi dan pitching di hadapan dewan juri.

Tahap final dan pitching dilaksanakan secara langsung di IPB pada 30 Agustus 2026. Pada kesempatan tersebut, tim mempresentasikan gagasan DIGIFOOD di hadapan dewan juri sebelum pengumuman pemenang dilakukan pada hari yang sama. Tim mahasiswa dari Rekayasa Pertanian ini merasa sangat bersyukur karena berhasil mendapatkan Juara 1 pada kategori Problem Solving Essay.

Selama proses persiapan, tim menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam menyesuaikan waktu diskusi di tengah kesibukan masing-masing anggota serta mengumpulkan data dan referensi yang relevan dan kredibel. Seluruh proses pengembangan gagasan, penyusunan esai, hingga persiapan presentasi dilakukan secara mandiri oleh ketiga anggota tim tanpa pendampingan khusus dari dosen. Menurut Nisrina, proses tersebut menjadi pengalaman berharga yang melatih tim untuk mencari informasi, mengolah data, mengambil keputusan, serta membangun kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan.

Selain tantangan dalam persiapan, perjalanan menuju tempat kegiatan di IPB juga menjadi pengalaman menarik dari tim ini. Mereka sempat mengalami kendala transportasi dalam perjalanan menuju Bogor dan harus menunggu bus hingga tengah malam sebelum akhirnya tiba di lokasi pada dini hari. Meski melelahkan, perjalanan tersebut menjadi bagian dari proses yang semakin memperkuat pengalaman tim hingga akhirnya meraih prestasi.

Berani Mencoba dan Berkolaborasi

Bagi Nisrina dan tim, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba dapat membuka kesempatan untuk belajar dan berkembang. Kompetisi GreenBase juga menjadi pengalaman pertama baginya mengikuti perlombaan selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Ia berharap mahasiswa lain tidak ragu untuk mengambil kesempatan dan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan maupun kompetisi.

“Tidak harus menunggu merasa benar-benar siap untuk mulai berkompetisi. Justru dengan mencoba, kita bisa mendapatkan pengalaman baru, belajar bekerja sama dengan orang lain, dan menemukan potensi yang mungkin sebelumnya belum kita sadari,” tuturnya.

Prestasi yang diraih Nisrina, Ilyasa, dan Sylva menjadi salah satu bukti kontribusi mahasiswa SITH ITB dalam menghadirkan gagasan inovatif terhadap berbagai tantangan keberlanjutan. Melalui DIGIFOOD, tim menawarkan perspektif baru dalam penanganan food waste, tidak hanya melalui pengelolaan limbah makanan, tetapi juga melalui upaya pencegahan sejak awal.

Reporter: Siti Nur Hofifah (Bioteknologi, 2024) ITB
Editor: Nita Yuniati

SDG:

   

Tag: #Prestasi #Prestasi SITH #Foodwaste #sdg 12 #sdg 2 #sdg13 #sdg 9

Comments (2)

  1. A WordPress Commenter
    Sep 23, 2026
  2. A WordPress Commenter
    Sep 23, 2026

    Informasi yang sangat bermanfaat dan disampaikan dengan bahasa yang cukup jelas. Semoga artikel seperti ini terus hadir untuk membantu masyarakat memahami berbagai informasi dan program yang tersedia.

    slot gacor

Post a Comment

Your email address will not be published.