Enter your keyword

Dosen dan Mahasiswa SITH ITB Terlibat Aktif Kembangkan Kawasan Transmigrasi Lewat Ekspedisi Patriot

Dosen dan Mahasiswa SITH ITB Terlibat Aktif Kembangkan Kawasan Transmigrasi Lewat Ekspedisi Patriot

Bandung, sith.itb.ac.id ­– Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukkan dedikasi nyata dalam pengembangan wilayah melalui keterlibatan aktif dalam Program Ekspedisi Patriot. Program kolaborasi Kementerian Transmigrasi dengan ITB serta perguruan tinggi lainnya ini menjadi wadah kolaborasi multisektoral bagi sivitas akademika untuk merumuskan solusi konkret bagi kawasan transmigrasi di Indonesia.

Dalam Pameran Ekspedisi Patriot yang diselenggarakan di Gedung CADL ITB Kampus Ganesha, Prof. Dr. Tati Suryati Syamsudin, M.S., DEA, dosen SITH ITB sekaligus Ketua Tim Ekspedisi Patriot di Kawasan Transmigrasi (KT) Kedurang, Bengkulu Selatan, menegaskan bahwa peran akademisi sangat krusial dalam memetakan tantangan lapangan secara komprehensif.

“Kawasan Kedurang  mencakup 41 desa, dan kawasan transmigrasi yang utama yaitu Desa Batu Ampar dimana jumlah penduduknya masih sedikit dan merupakan transmigran. Komoditas unggulan pada wilayah kedurang pada umumnya komoditas pangan, meliputi padi, jagung, dan sawit.” papar Prof. Tati.

Prof. Tati menyambut positif program ini, “Dengan teridentifikasinya berbagai masalah yang ada di lapangan, menciptakan upaya yang kolaboratif secara multisektoral dengan ahli di berbagai bidang, untuk bersama merumuskan solusi yang terbaik.”

                                         

                                         Poster terkait informasi KT Kedurang pada Pameran Ekspedisi Patriot.

Pelaksanaan riset pada wilayah transmigrasi ini berlangsung selama 3,5 bulan. Salah satu mahasiswa SITH yang terlibat dalam tim ini adalah Gita Mairizky Ramadhani (Bioteknologi, 2023). Gita membagikan pengalamannya terjun langsung ke wilayah terpencil, bahwa tantangan utama yang dihadapi yaitu terbatasnya fasilitas dan akses menuju lokasi. Namun dibalik hambatan yang terjadi, program ini menjadi sebuah pengalaman yang sungguh berkesan.

“Sangat bersyukur dapat berkontribusi dengan menemui langsung para petani lokal untuk mengetahui kondisi dan permasalahan yang dihadapi, juga bertemu dengan dinas terkait dan pelaku usaha yang bersama-sama mengembangkan komoditas unggulan di daerah.” ujar Gita.

Gita dan Tim Ekspedisi Patriot Lokus KT Kedurang, Bengkulu Selatan.

Mahasiswa SITH lainnya yang turut berkontribusi dalam ekspedisi patriot yaitu Pauline Elisabeth (Bioteknologi, 2023), namun berbeda dengan Gita, Pauline terlibat dalam Tim Ekspedisi Patriot di Kawasan Transmigrasi Seimenggaris, Kalimantan Utara.

“Pada Tim di Lokus Seimenggaris ini, kami mengkaji terkait evaluasi kawasan transmigrasi, seperti pemetaan wilayah dan juga komoditas unggulan. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Malaysia dan komoditas unggulannya adalah sawit.” ungkap Pauline.

Gita dan Pauline juga mendorong mahasiswa lainnya untuk turut serta memberikan andil dalam memajukan pembangunan Indonesia yang lebih merata melalui Program Ekpedisi Patriot yang diselenggarakan oleh pemerintah dan perguruan tinggi.

Mahasiswa SITH yang terlibat dalam Tim Ekspedisi Patriot; Pauline (kiri) dan Gita (kanan) pada kegiatan Pameran Ekspedisi Patriot di Gedung CADL.

“Dengan adanya program ini, mahasiswa mendapat pengalaman baru untuk langsung memberi aksi nyata dalam memajukan pengembangan pembangunan yang merata di seluruh Indonesia. Mengenal lebih dekat dengan masyarakat transmigran di daerah, serta mengetahui beragamnya komoditas dan keanekaragaman hayati di Indonesia.” ujar Pauline.

Ke depannya, Prof. Tati berharap program ini dapat diteruskan kembali sebagai tindak lanjut pengabdian kepada masyarakat baik oleh Kementerian terkait maupun ITB, dengan melibatkan mahasiswa secara aktif. Selain itu berbagai hasil penelitian dari program ini diharapkan dapat diimplementasikan secara optimal oleh pemerintah terkait, sehingga mampu mendatangkan investor untuk memajukan pengembangan wilayah Indonesia secara merata.

“Pengalaman berinteraksi dengan masyarakat itu sangat berpengaruh terhadap perjalanan tiap individu yang terlibat, sehingga tidak hanya sebatas teori di kelas namun dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan ke masyarakat.” tutup Prof. Tati.

Keterlibatan SITH ITB dalam Program Ekspedisi Patriot ini membuktikan komitmen institusi untuk terus mendorong sivitas akademikanya agar senantiasa terlibat dalam pembangunan Indonesia yang lebih merata. Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi ini diharapkan menjadi model keberlanjutan yang tidak hanya memberikan dampak bagi masyarakat, tetapi juga mencetak generasi yang adaptif terhadap tantangan riil di lapangan.

Kontributor: Salma Sadiah (Bioteknologi, 2024)

Editor: AKH

X