PPM SITH-ITB Gelar Pelatihan Pengawetan Bambu Bagi Pengrajin Produk Kerajinan Bambu Desa Sukarapih -Sukasari – Sumedang

Penulis : Dr. Tati Karliati

Sumedang, sith.itb.ac.id –  Tim PPM SITH-ITB Program Kemitraan Masyarakat (PKM)  menyelenggarakan kegiatan pelatihan teknik pengawetan  bambu  pada pengrajin produk kerajinan  bamboo desa Sukarapih kecamatan Sukasari Sumedang, Sabtu-Minggu (6-7 Jui).  Kegiatan PPM  ini diketuai Oleh Dr. Tati Karliati (SITH) dengan anggota tim ppm Dr Anne Hadiyane (SITH), dan Deni Nugraha, SE MSi (SAPPK).

Pelatihan dilaksanakan di tempat salah satu pengrajin bambu “Tanjung Hurif’  Dusun Margalaksana Desa Sukarapih Kecamatan  Sukasari  Kabupaten Sumedang,  dan diikuti oleh 25 pengrajin bambu. Dusun Margalaksa Desa Sukarapih merupakan sentra pengrajin bambu bilik motif (produk utama), kursi bambu, krey, penjemur padi (ebeg),  dan produk kerajinan alat-alat rumah tangga lainnya. Pelatihan ini diawali sambutan oleh Kepala Desa Sukarapih (Setawan Saputra, SE), dan dibuka secara resmi oleh Dr Ihak Sumardi (Ketua Program Studi Teknologi Pasca panen) mewakili Dekan SITH (Prof. Dr. I. Nyoman P. Aryantha).

Tujuan dari ppm kemitraan masyarakat ini  adalah tranfer  ilmu dari akademisi (ITB) kepada pengrajin (masyarakat), membina pengrajin dalam meningkatkan kualitas produk dan nilai ekonomi produk kerajinan  sehingga  masyarakat  menjadi trampil, kualitas produk terjamin dan kesejahteraan pengrajin bambu dapat meningkat.  Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini meliputi topik “Mengenal bambu” (Dr Anne Hadiyane), Teknik Pengawetan Bambu” (Dr Tati Karliati), dan Manajemen dan Strategi Pemasaran Produk Kerajinan (Deni Nugraha, SE MSi).  Teknik/metode pengawetan yang dilatihkan kepada pengrajin adalah Teknik  Pengawetan Bambu secara Rendaman Dingin.

Pelatihan ini dirancang dengan konsep riset bersama masyarakat, yaitu masyarakat malakukan  praktik dimulai  persiapan bahan baku bambu, dan bahan pengawet. Bahan pengawet yang digunakan Borak dengan konsentrasi 5%.  Bak rendaman dan air disiapkan,  selanjutnya bahan pengawet dan air dicampur hingga larut bahan baku bambu kering udara dimasukkan kedalam bak rendaman  diberi pemberat. Selanjutnya  larutan bahan pengawet dituangkan ke dalam bak rendaman. Sampel  direndam selama  24 jam. Keesokan harinya  diangkat dan ditiriskan serta ditimbang untuk ditentukan retensi dan penetrasi bahan pengawetnya..

Berita Terkait

IndonesiaEnglish