Peringatan hari Kartini : Riset oleh Peneliti Perempuan di Indonesia

Dr. Fenny M. Dwivany, Dr. Rizkita R. Esyanti dan tim terpilih menjadi salah satu Peneliti Perempuan yang menginspirasi Indonesia dalam peringatan hari Kartini. Dalam penelitiannya yang di liput oleh Trans 7, CNN Indonesia Dr. Fenny M. Dwivany, Dr. Rizkita R. Esyanti yang saat ini sebagi Dosen SITH ITB menjelaskan penelitiannya tentang Studi Pematangan Buah Pisang di darat dan simulasi kondisi microgravity.

Penelitiannya tentang pisang mengantarkannya pada segudang prestasi di dalam maupun luar negeri, serta membuatnya dijuluki sebagai “Banana Lady”.

Wanita yang sehari-hari dipanggil “Bu Fenny” oleh mahasiswa Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB ini muncul sebagai peneliti wanita ternama Indonesia sejak memenangkan penghargaan L’oreal-UNESCO for Women in Science, serta Unesco-L’Oreal for Women in Science National Fellowship 2006 di Jakarta, serta Unesco- L’Oreal for Young Women in Life Science International Fellowship 2007 di Paris.

Penghargaan tersebut diberikan atas risetnya tentang pematangan buah pisang. Ia berusaha mengontrol proses pematangan dengan cara memodifikasi dua gen yang berperan dalam produksi gas etilena, hormon pemicu pematangan buah. Kedua gen tersebut dinamakan ACS dan ACO. Studi yang dilakukan Fenny saat itu masih berupa riset dasar skala laboratorium.

Kini, hampir sepuluh tahun kemudian, Fenny beserta rekan-rekan yang ia namakan “Banana Group” telah mengembangkan purwarupa fruit storage chamber, yaitu kotak penyimpanan yang mampu menghambat proses pematangan buah. Teknologi utama yang digunakan adalah pengikatan gas etilena oleh senyawa KMNO­4. Kotak tersebut terbuat dari bambu dan didesain supaya mudah dibawa dan ditumpuk di gudang oleh distributor maupun pedagang eceran.

Selain pengikatan gas etilena, telah banyak metode yang mereka kembangkan untuk menghambat pematangan buah pisang. Di antaranya melalui modifikasi atmosfer, bahkan penggunaan gravitasi rendah atau mikrogravitasi. Keampuhan metode-metode tersebut dikonfirmasi oleh studi biologi molekuler tentang kinerja gen ACS dan ACO dalam buah yang diuji.

Sumber : Trans 7, CNN, http://www.sainsindonesia.co.id/

Berita Terkait

IndonesiaEnglish