KULIAH TAMU KEPALA BPDASHL LAMPUNG : INOVASI PETANI HUTAN

Penulis : Dr Hikmat Ramdan

Proses berpikir kritis (critical thingking) merupakan langkah penting dalam menemukan inovasi untuk mendapatkan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Berpikir kritis inilah yang mendorong Idi Bantara, M.Sc (saat ini menjabat Kepala Balai Pengelolaaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Way Seputih Way Sekampung Lampung) sejak lama melakukan berbagai eksperimen dan menciptakan teknologi inovatif yang tepat guna sepanjang tugasnya sebagai ASN di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini. Pria inovatif yang dikenal ramah dan suka berbagi ilmu dan pengalaman ini pada hari Jum’at (22/3/2019) diminta menjadi dosen tamu pada Seri Kuliah Umum Program Studi (Prodi) Magister Biomanajemen SITH ITB dengan menyampaikan tema : Critical Thingking in Forest Innovation – Inovasi Petani Hutan.  Sesi kuliah tersebut juga menjadi bagian dari kuliah mata kuliah Etika Profesi di prodi tersebut yang diampu Dr Hikmat Ramdan.

Dalam kuliah tamu yang berjalan menarik dan interaktif tersebut, Idi Bantara menyampaikan bahwa permasalahan sosial termasuk konflik sosial masih menjadi faktor utama terjadinya kerusakan ekosistem hutan di Indonesia. Oleh karena itu pelibatan masyarakat (petani) setempat merupakan kunci penting kegiatan rehabilitasi, reboisasi dan reklamasi ekosistem hutan yang telah mengalami kerusakan dan degradasi. Lebih lanjut dijelaskan oleh Idi Bantara bahwa setidaknya ada tiga bentuk rekayasa dalam penanganan masalah sosial masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar hutan, yaitu : (a) melakukan rekayasa teknis dengan tujuan menjadikan petani terampil dalam teknik pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan; (b) melakukan rekayasa sosial untuk menguatkan komitmen dan pranata sosial kelompok masyarakat; serta (c) melakukan rekayasa kewirausahaaan dengan tujuan untuk membangun dan memperkuat jejaring usahanya. Ketiga bentuk rekayasa tersebut harus didukung oleh kuatnya proses berpikir kritis untuk mencari berbagai bentuk inovasi yang sesuai dengan kondisi biofisik wilayah serta sosial, ekonomi dan kelembagaan masyarakatnya.

Dalam kuliah yang berlangsung hampir 2,5 jam tersebut, Idi Bantara memperlihatkan sebagian inovasinya yang telah diimplementasikan di lapangan diantaranya adalah : (a) teknologi reklamasi lahan di bekas lahan tambang timah; (b) teknik budidaya dan pengolahan produk dari gaharu; (c) inokulasi pohon gaharu dengan bio-serum; (d) model pengelolaan air permukaan berbasis eduwisata; (e) ekowisata mangrove yang dilakukan di Bangka Belitung dan Tuban; (f) pengembangan usaha berbasis ekowisata; (g) budidaya buah-buahan lokal yang mampu bersaing dengan buah impor; serta (g) usaha ternak burung oleh kelompok masyarakat petani.

Di akhir kuliah, Dr Angga Dwiartama selaku Ketua Prodi Magister Biomanajemen SITH ITB menyampaikan ucapan terima kasih dan cinderamata kepada Idi Bantara, M.Sc yang telah berkenan mengisi kuliah tamu tersebut serta mengharapkan segera dapat terwujud kerjasama antara SITH ITB dengan BPDASHL Way Seputih Way Sekampung Lampung.

Berita Terkait

IndonesiaEnglish