PPM Terpadu: Teknologi Tepat Guna Pasca Panen Kopi

Penulis : Dr Yayat Hidayat

Kelompok Keahlian (KK)  Teknologi Kehutanan dan KK Aroteknologi & Teknologi Bioproduk, SITH menyekenggarakan kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) terpadu mengenai Teknologi Tepat Guna Pasca Panen Kopi yang digelar di Aula Desa Jatiroke Kecamatan Jatinangor, Kamis (4/7).  Ketua Tim PPM terdiri dari Dr. Anne Hadiyane dari KK Teknologi Kehutanan dan Dr. Rijanti Rahaju Maulani dari KK Agroteknologi & Teknologi Bioproduk. Acara tersebut diikuti oleh 30 orang petani kopi di sekitar Hutan Pendidikan Gunung Geulis yang bergabung dalam wadah Komunitas Petani Kopi Gunung Geulis (KOPPI GUGEULS).

Acara PPM dimulai dengan beberapa kata sambutan yaitu dari Ketua KOPPI Gugeuls, Bapak Saepudin, Kepala Seksi  Bina Usaha Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sumedang, Bapak Budi Djatnika dan Dekan SITH, Bapak Prof. Dr. I. Nyoman Pugeg Aryantha yang sekaligus membuka acara PPM ini. Dalam Kata sambutannya, Ketua KOPPI Gugeuls, meyampaikan bahwa setiap tahun SITH ITB selalu menyelenggaraan pembinaan kepada masyarakat sekitar Gunung Geulis, tahun ini khusus dalam aspek pengembangan kopi Gunung Geulis. Kami merasa bangga dan berterima kasih banyak kepada pihak ITB dan akan berjuang bersama melakukan upaya perlindungan dan pengamanan untuk kelestarian Gunung Geulis, kata Saepudin.

“Kami dari pemerintah kabupaten Sumedang sangat mendukung acara ini. Kopi merupakan komoditas hasil pertanian unggulan Nasional dari Kabupaten Sumedang. Mudah-mudahan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat langsung bagaimana nikmatnya menjadi petani kopi,” demikian dikatakan Budi Djatnika pada sambutannya.  Budi pun mengucapkan terima kasih kepada pihak ITB yang telah memfasilitasi dan menjadi lembaga akademisi yang konsen dalam bidang pelatihan, penelitian, dan pengembangan kepada masyarakat. Sehingga keberadaan ITB di Jatinangor bisa berkontribusi kepada masyarakat sekitar umumnya kepada Pemda Sumedang.

Dekan SITH, Prof. Dr. I. Nyoman Pugeg Aryantha mengatakan program seminar dan diskusi ini merupakan PPM secara terpadu dari dua kelompok keahlian yaitu KK Teknologi Kehutanan dan KK Agroteknologi & Teknologi Bioproduk. Dilaksanakan secara terpadu dengan tujuannya  memberikan wawasan dan pelatihan kepada masyarakat khususnya para petani Kopi di sekitar KHDTK hutan pendidikan Gunung Geulis.

“SITH memiliki program pengembangan kopi ramah lingkungan di sekitar Kawasan Hutan Pendidikan Gunung Geulis. Di masa yang akan datang diprediksi akan lahir kopi juara dari Kawasan Gunung Geulis yang ungggul dalam produksi dan cita rasanya. Kita memiliki sumberdaya dosen yang memiliki rekam jejak penelitian dan pengembangan kopi. Kita memeiliki program pegembangan kopi yang terencana, dan akan direalisasikan secara bertahap,” katanya.

Acara pembukaan PPM Terpadu: Teknologi Tepat Guna Pasca panen Kopi. Prof. I. Nyoman Pugeg Aryantha (kiri), Budi Djatnika (tengah) dan Saepudin (kanan).

Sementara itu salah satu tim PPM , Dr Yayat Hidayat menambahkan, yang dimaksud pengembangan kopi ramah lingkungan (green environment) tidak hanya sebatas tanpa penggunaan pestisida melainkan juga dengan  menerapkan konsep rendah limbah (zero waste) yaitu dengan memanfaatkan/mengolah limbah kopi seperti cangkangnya agar bisa dimanfaatkan misalnya untuk memproduksi biopelet  sebagai bahan bakar dan asap cair sebagai pupuk organik.
Sebelumnya telah dilaksanakan kegiatan pemetaan kawasan potensial untuk budidaya kopi di sekitar gunung Geulis, rancangan budidaya kopi dengan konsep agroforestry, dan teknik penanaman dan pemeliharaan kopi, saat ini ditindaklanjuti dengan program teknologi pasca panen agar para petani dapat memproduksi kopi berkualitas dan mengurangi limbahnya, kemudian tahun depan Insya Allah aspek pengolahan kopi (roasting) dan pengemasan.

 

Materi PPM terdiri  dari 3 topik yaitu   topik 1: Pengembangan Proses Penanganan dan Pengolahan Kopi pada Komunitas Petani Kopi Gunung Geulis (KOPPI GUGEULS), Materi Topik 2, Pemanfaatan Limbah Padat Kopi Sebagai Bahan Bakar Alternatif Menjadi Biopelet dalam Rangka Pengembangan Desa Mandiri Energi di Desa Jatiroke Kawasan Sekitar Hutan Pendidikan Gunung Geulis ITB. Topik 3 tentang Pemanfaatan Limbah Kopi Sebagai Asap Cair menjadi Pupuk Organik di Kelompok Tani Desa Jatiroke di Sekitar Hutan Pendidikan Gunung Geulis ITB. Aca penyampaian materi PPM diselenggarakan dalam dua sesi.  Sesi pertama penyampaian topik 1  oleh Dr. Rijanti Rahaju Maulani dengan moderator Ahim Ruswandi MP dari KK Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk. Pada sesi kedua disampaikan dua materi yaitu topik ke 2 disampaikan oleh Dr. Anne Hadiyane dari KK Teknologi Kehutanan dan topik ke 3 disampaikan oleh Dr. Alfi Rumidatul dari KK Tekonologi Kehutanan. Sesi kedua dimoderatori oleh Dr. Yayat Hidayat.

Penyampaian maateri sesi pertama disampaikan oleh Dr. Rijanti Rahaju Maulani (kiri) dengan moderator Ahim Ruswandi MP (kanan)

Penyampaian materi sesi kedua, dengan pemateri Dr. Anne Hadiyane (kanan), dan Dr. Alfi Rumidatul (tengah) dan moderator Dr. Yayat Hidayat (kiri).

Acara PPM hari pertama diakhiri dengan acara kunjungan lapangan (fieldtrip) ke kebun kopi milik salah satu anggota KOPPI Gugeuls yang terletak di Desa Jatiroke.  Lokasinya tidak jauh dari tempat pemberian materi di ruang balai Desa Jatiroke, hanya berjarak sekitar 1 km dan memakan waktu 10 menit perjalanan. Di lapangan para peserta mendapat penjelasan mengenai teknik memanen buah kopi yang baik.  Para petani terlihat antusias mengikuti kegiatan ini, terbukti dengan banyaknya petani yang bertanya seputar cara memanen buah kopi. Hasil diskusi disepakti bahwa untuk pelaksanaan praktik pengolahan (penyortiran dan pencucian buah kopi) akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 7 Juli, pukul 14 di Sekretariat KOPPI Gugeuls di Desa jatiroke.   Acara PPM hari pertama ditutup pada pukul 16.00 WIB, setelah dilakukan penyerahan sertifikat kepada para peserta.

 

Berita Terkait

IndonesiaEnglish