REKAYASA KEHUTANAN JUARA KARYA ILMIAH NASIONAL DI NATIONAL ENVIRONOMIC AND SOCIAL TALK “NEST 2018”

Penulis : Dr. Ichsan Suwandhi

Jumat-Minggu, 12-14 Oktober 2018 diselenggarakan final karya tulis ilmiah, nasional yaitu NEST (National Environomic and Social Talk) di Institut Pertanian Bogor. Tim dari Institut Teknologi Bandung, beranggotakan 3 orang terdiri dari Triah Bulkiah, Susi Handayani, danRikki Herno Saragihmembawa harum nama Rekayasa Kehutanan SITH ITBdengan menjuarai even tersebut bersama dua delegasi lainnya, UGM dan USU. Ketiganya mengangkat tema Kelestarian Hutan dan judul INCUTECH (Integrated Cultivation Technique): Teknik Budidaya Terintegrasi melalui Sistem Agroforestri dengan Asosiasi Jelutung dan Sawi sebagai Pendukung Gambut Lestari. Selama 3 hari berturut-turut diisi dengan berbagai kegiatan NEST yang sangat menarik. Final presentasi diikuti oleh 10 tim yang berasal dari seluruh Indonesia, terdiri dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Sumatera Utara, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Palangkaraya, dan Institut Pertanian Bogor. Sesi presentasi ini dilakukan selama 15 menit, dengan sesi Tanya jawab selama 10 menit. Sistem
Agroforestry yang diusung oleh tim dari Institut Teknologi Bandung memberikan gagasan dan masukan untuk lahan yang berbeda, bukan lahan mineral, melainkan lahan gambut. Lahan gambut yang dijadikan contoh adalah Kecamatan Bajang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Inovasi sistem ini adalah dari penyiapan lahan yang menggunakan guludan dan tabukan untuk kombinasi tanaman pangan dan tanaman kehutanan.

 

Setelah hari presentasi (Sabtu, 13 Oktober 2018), acara dilanjutkan dengan Campus Tour IPB, yaitu mengunjungi hampir setiap jurusan dan divisi-divisi yang ada di IPB, terutama pada Fahutan (Fakultas Kehutanan) dan Fapet (Fakultas Peternakan) IPB. Persemaian permanen Darmaga, Kandang Divisi Unggas, Divisi Ruminansia, dan Divisi NRSH (Non Ruminansia dan Satwa Harapan) menjadi lokasi-lokasi yang dikunjungi saat Tour Campus. Hari terakhir adalah Seminar Nasional NEST dengan tema percepatan perhutanan sosial. Selain dari pemaparan para pembicara, juga diutarakan hasil dari tim ekspedisi kerinci IPB mengenai Perhutanan Sosial. Seminar dikemas dengan begitu ciamik dan sarat akan ilmu kehutanan.

Seminar diakhiri dengan pengumuman pemenang NEST (Narional Environomic and Social Talk). Juara pertama yaitu dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan mengangkat sebuah Start-Up tentang Elektronik Forest Farming, Juara 2 diraih oleh Tim INCUTECH Institut Teknologi Bandung, dan Juara 3 diraih oleh Universitas Sumatera Utara dengan mengangkat Produk Bangunan dari Pemanfaatan Limbah Kulit Kerang dan Puntung Rokok. Semoga lomba semacam ini menjadi ajang untuk mengembangkan keilmuan Rekayasa Kehutanan ITB dari sudut manapun. (reportase : Pembina Kemahasiswaan Rekayasa Kehutanan SITH ITB)

Berita Terkait

IndonesiaEnglish