Ekspedisi Patriot Tim SITH ITB: Dorong Perumusan Komoditas Unggulan di Kawasan Transmigrasi Mbay NTT

Nagekeo, sith.itb.ac.id – Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menunjukkan kontribusi dalam pembangunan berbasis riset melalui keterlibatan aktif dalam Program Ekspedisi Patriot yang diinisiasi oleh Kementerian Transmigrasi yang telah dilaksanakan di kawasan transmigrasi Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini berfokus pada penyusunan desain pengembangan komoditas unggulan yang spesifik sesuai dengan karakteristik wilayah transmigrasi.
Ekspedisi Patriot di Mbay dipimpin oleh Dr. Sofiatin, S.Hut., M.Si., Dosen SITH ITB, selaku ketua tim, bersama empat anggota. Tim Ekspedisi Patriot melibatkan lima orang dengan latar belakang keilmuan yang beragam, terdiri atas alumni S2 Biologi ITB, alumni S1 Teknik Bioenergi dan Kemurgi ITB, mahasiswa on going S2 Perencanaan Kepariwisataan SAPPK ITB yang merupakan Warga Negara Asing asal Timor Leste, serta seorang dosen dari Universitas Nusa Cendana sebagai perwakilan perguruan tinggi lokal. Selama pelaksanaan kegiatan, anggota tim ditempatkan secara intensif di lokus transmigrasi untuk menggali data, informasi, dan melaksanakan riset guna mendukung capaian output desain pengembangan komoditas unggulan wilayah.
Dalam pelaksanaannya, tim menggunakan berbagai metode analisis, antara lain Location Quotient (LQ), analisis rantai nilai (value chain), Analytical Hierarchy Process (AHP), SWOT, IFE dan EFE, serta QSPM. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, kuesioner, wawancara semi terstruktur, serta Focus Group Discussion dengan para pemangku kepentingan terkait, seperti dinas teknis di tingkat kabupaten, Bappelitda, pemerintah desa dan kecamatan, petani, peternak, pelaku usaha, serta kelompok tani dan ternak. Ketua tim secara rutin melakukan monitoring ke lokasi setiap bulan dan mendampingi langsung pelaksanaan FGD.
Dr. Sofiatin menyampaikan bahwa seluruh rangkaian Ekspedisi Patriot berjalan dengan lancar dan didukung oleh kolaborasi lintas disiplin serta keterlibatan aktif para pemangku kepentingan di kawasan transmigrasi. “Program Ekspedisi Patriot ini sangat baik karena tidak sekadar memindahkan penduduk, tetapi menggali potensi kawasan transmigrasi untuk dikembangkan menjadi pusat-pusat ekonomi baru,” ujarnya.
Pelaksanaan Ekspedisi Patriot dinilai memberikan pengalaman yang seru dan menyenangkan, sekaligus menjadi ruang pembelajaran mengenai berbagai aspek kehidupan di kawasan transmigrasi, termasuk dinamika sosial masyarakat setempat. Tim juga memperoleh pengalaman baru dalam menggali permasalahan dan potensi wilayah, meskipun harus menghadapi tantangan aksesibilitas yang relatif sulit akibat kondisi infrastruktur jalan yang masih banyak rusak dan berbatu. Ke depan, diharapkan kegiatan Ekspedisi Patriot dapat terus dilanjutkan melalui program-program lanjutan yang berkesinambungan, sehingga hasil kajian dan riset yang dihasilkan tidak hanya menjadi rekomendasi perencanaan, tetapi juga dapat ditindaklanjuti dalam bentuk aksi nyata untuk pengembangan kawasan transmigrasi.
Kontributor: Trinitaty Bulan M Hutabarat (21325017), Biomanajemen
Editor: Nita Yuniati