Enter your keyword

BE Fest 2025 ft. ATB Talk #6 Dorong Integrasi Riset, Pendidikan, dan Inovasi Bioindustri Berkelanjutan

BE Fest 2025 ft. ATB Talk #6 Dorong Integrasi Riset, Pendidikan, dan Inovasi Bioindustri Berkelanjutan

Jatinangor, 10 Desember 2025 — Kelompok Keahlian Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk (KK ATB), Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung (SITH ITB), menyelenggarakan acara BE Fest 2025 yang berkolaborasi dengang ATB TALK #6 dengan mengangkat tema “Sustainable Agriculture & Bioindustry”. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 10 Desember 2025, bertempat di Ruang Seminar dan Ruang Rapat Lantai 1, Labtek 1A, ITB Jatinangor. Kegiatan BE Fest ini merupakan agenda tahunan yang sudah memasuki tahun kelima semenjak BE Fest pertama kali diselenggarakan pada tahun 2021. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa khususnya dari lingkungan program studi Rekayasa Hayati dan Kelompok Keahlian Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk (Gambar 1). Acara resmi dibuka melalui sambutan Ketua KK ATB, Dr. Ir. Muhammad Yusuf Abduh, yang menekankan pentingnya sinergi antara riset akademik, pengembangan teknologi, dan keterlibatan mahasiswa dalam menjawab tantangan pertanian berkelanjutan dan bioindustri di masa depan.

Gambar 1. Foto Bersama Seluruh Peserta BE Fest 2025 ft. ATB Talk #6

Pada kegiatan kali ini, mata acara utama terdiri dari seminar dengan narasumber tamu dari kalangan akademisi dan industri, serta dilanjutkan presentasi proyek akhir oleh mahasiswa. Sesi seminar pertama diisi oleh Prof. H.J. (Erik) Heeres dari Department of Chemical Engineering, University of Groningen, Belanda, menyampaikan paparan mengenai pengembangan teknologi catalytic pyrolysis untuk mengonversi sumber karbon terbarukan menjadi senyawa aromatik berbasis hayati yang berpotensi mendukung transisi menuju bioindustri berkelanjutan. Selanjutnya, sesi seminar kedua diisi oleh Bagoes M. Inderaja, S.T., MSc selaku Founder dan CEO Indera Agri, memaparkan peran data dan teknologi pertanian presisi dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia di masa depan melalui integrasi antara data lapangan dan pengambilan keputusan berbasis teknologi. Kedua pemaparan tersebut diikuti dengan sesi tanya jawab yang berlangsung secara interaktif dengan peserta (Gambar 2).

Gambar 2. Sesi Seminar oleh Prof. Erik Heeres (kiri) dan Bagoes M. Inderaja (kanan)

Pada sesi berikutnya, mahasiswa dari mata kuliah Sistem Biorefinery mempresentasikan hasil proyek mereka melalui sesi  presentai oral serta secara paralel dilaksanakan sesi presentasi poster oleh mahasiswa dari mata kuliah Prinsip-Prinsip Pemisahan Bioproduk, Nanomaterial Berbasis Biomassa, dan Rekayasa Bioproduk Berbasis Tumbuhan. Presentasi dilakukan di hadapan dosen pengampu dan dewan juri dengan skema penilaian terstruktur yang dirancang untuk mengukur pemahaman konsep, kualitas penelitian, serta kemampuan komunikasi ilmiah dari mahasiswa (Gambar 3).

Gambar 3. Sesi Presentasi Oral (kiri) dan Presentasi Poster (kanan)

Kegiatan kemudian ditutup dengan penampilan mahasiswa serta pengumuman presentasi terbaik dari masing-masing mata kuliah (Gambar 4).  Melalui penyelenggaraan BE Fest ft ATB Talk #6 ini,  diharapkan dapat menjadi wadah peningkatan komunikasi ilmiah serta pertukaran pengetahuan antara akademisi, praktisi, dan mahasiswa. Selain itu, rangkaian seminar dan presentasi yang diselenggarakan bertujuan untuk memperkaya wawasan mahasiswa terhadap perkembangan terkini di bidang agroteknologi dan bioindustri, sekaligus memperkuat kapasitas mahasiswa dalam memahami, mengomunikasikan, dan mengintegrasikan ilmu pengetahuan berbasis riset ke dalam konteks aplikasi nyata.

Gambar 4. Foto Bersama Dewan Juri dan Peserta Best Poster & Best Oral Presentation

 

X