Ekspedisi Patriot Tim SITH Rumuskan Arah Transformasi Kawasan Transmigrasi Karang Agung Ilir Berbasis Karakteristik, Potensi, dan Multi Dimensi Lokal

Pelaksanaan kegiatan ekspedisi patriot di Kawasan Transmigrasi Karang Agung Ilir
Banyuasin, – sith.itb.ac.id – Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB turut berperan aktif dalam Program Ekspedisi Patriot yang diinisiasi oleh Kementerian Transmigrasi di Kawasan Transmigrasi Karang Agung Ilir, Sumatera Selatan yang dipimpin oleh Dr. Ir. Sopandi Sunarya, S.Hut., M.Si., dosen SITH ITB sekaligus Ketua Tim Ekspedisi Patriot wilayah tersebut. Kegiatan ini berlangsung pada 12 Agustus hingga 12 Desember 2025, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor lainnya yaitu Dinas Transmigrasi Kabupaten Banyuasin, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Pemerintah Kecamatan Karang Agung Ilir, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sembilang, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Kabupaten Banyuasin, guna menyusun rekomendasi strategis evaluasi dan arah pengembangan kawasan transmigrasi berbasis data, partisipatif, dan berkelanjutan.
Pendekatan metodologis yang terintegrasi diterapkan untuk mengombinasikan data sekunder dan data primer berupa observasi lapangan, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD). Proses akuisisi data dilakukan melalui penapisan bertingkat, dimulai dari data sekunder sebagai penapis awal, dilanjutkan observasi lapangan untuk menyesuaikan metode akuisisi data primer, serta validasi hasil melalui FGD dan cross-link dengan OPD Kabupaten Banyuasin. Analisis kawasan dilakukan secara komprehensif melalui lima dimensi krusial, yakni sosial-budaya, kelembagaan, ekonomi, sarana-prasarana, dan ekologi. Pendekatan ini menghasilkan potret utuh kondisi kawasan transmigrasi Karang Agung Ilir, sekaligus mengungkap adanya paradoks fundamental: kawasan dengan potensi agronomis dan modal sosial yang kuat, namun secara sistemik masih terhambat oleh defisit infrastruktur kritis dan kelemahan kapasitas tata kelola.

Tim ekspedisi patriot berfoto bersama masyarakat Kawasan Transmigrasi Karang Agung Ilir
Untuk memperdalam pemahaman dinamika lokal, tim juga menerapkan Social Network Analysis (SNA) guna memetakan jejaring sosial, budaya, ekonomi, dan kelembagaan di masyarakat. Penentuan prioritas pengembangan selanjutnya dilakukan melalui integrasi analisis SWOT–AHP serta loop causal, sehingga diperoleh simpul (hub) strategis yang paling efektif dijadikan pengungkit pertumbuhan ekonomi kawasan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Karang Agung Ilir memiliki aset fundamental yang signifikan, antara lain modal sosial yang kuat dan bonus demografi pada dimensi sosial-budaya, potensi agronomis tinggi pada dimensi ekonomi, struktur kelembagaan formal yang relatif solid, serta daya dukung lahan dan kekayaan biodiversitas yang unggul. Namun demikian, hasil analisis faktor internal dan eksternal (IFAS–EFAS) menegaskan bahwa pengembangan kawasan sangat dipengaruhi oleh kelemahan struktural internal, terutama pada aspek infrastruktur dan tata kelola.
Sintesis kelima dimensi melalui SWOT–AHP secara konsisten menempatkan strategi Turn-Around (Weakness–Opportunity) sebagai orientasi strategis paling prioritas. Dengan demikian, isu strategis paling mendesak bukanlah ekspansi agresif, melainkan pembenahan fondasi internal kawasan secara fundamental. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan usulan strategis bertajuk “Pembangunan Fondasi Terintegrasi untuk Akselerasi Ekonomi Kolektif”, dengan empat pilar intervensi utama yang dilaksanakan secara berurutan, yaitu rehabilitasi infrastruktur kritis sebagai prasyarat utama pengembangan kawasan, penguatan kapasitas tata kelola kolaboratif untuk menjamin efektivitas implementasi kebijakan, pembangunan kelembagaan ekonomi kolektif (koperasi/BUMDes) guna meningkatkan posisi tawar dan nilai tambah ekonomi masyarakat, dan revitalisasi sumber daya manusia sebagai penjamin keberlanjutan jangka panjang.

Tim ekspedisi patriot berfoto bersama dengan jajaran pemerintah desa Sri Agung yang menjadi bagian Kawasan Transmigrasi Karang Agung Ilir
Dr. Ir. Sopandi Sunarya, S.Hut., M.Si., selaku ketua tim menegaskan bahwa hasil analisis dan rekomendasi yang dihasilkan diharapkan menjadi rujukan utama dalam kebijakan pengembangan kawasan transmigrasi. “Semoga hasil analisis serta kegiatan patriot ini dijadikan dasar utama dalam menentukan arah pengembangan dan pertumbuhan ekonomi kawasan transmigrasi di Karang Agung Ilir. Komitmen kuat harus dijalankan oleh pemerintah pusat maupun daerah untuk terus memacu pengembangan dan pertumbuhan ekonomi kawasan transmigrasi. Pembangunan sangat diperlukan untuk terus mencapai tujuan pembangunan nasional secara makro,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembukaan keterisolasian wilayah merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan kawasan. “Hal paling utama adalah membuka keterisoliran Karang Agung Ilir melalui konektivitas dengan daerah sekitarnya dengan jalan membuka akses jalan darat yang mampu menjembatani seluruh aspek pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui Ekspedisi Patriot ini, diharapkan Kawasan Transmigrasi Karang Agung Ilir dapat berkembang sebagai wilayah yang produktif, terintegrasi, dan berdaya saing, sekaligus menjadi contoh pengembangan kawasan transmigrasi berbasis kolaborasi, sains, dan kebijakan yang berkelanjutan.
Kontributor: Rini Berliani (Biologi 2025)
Editor: I Dewa M. Kresna