Bell Society, Startup Biomaterial Terbarukan dari ITB Wakilkan Indonesia di Swiss Innovation Challenge 2019

Penulis : Semeru Gita Lestari, Angga Dwiartama

Menggunakan konsep from waste to leather Bell Society sebuah start up beranggotakan mahasiswa Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati meraih juara 1 Swiss Innovation Challenge (SICA) Indonesia dan menjadi perwakilan Indonesia untuk ikut serta dalam Swiss Innovation Challenge 2019 yang diadakan di Liestal, Switzerland. Bell society merupakan sebuah start up yang bergerak dibidang biomaterial terbarukan yang beranggotakan Semeru Gita Lestari dan Reshka Handayani dari jurusan Biomanajemen, sementara Arka Irfani, Galih Ganiyasa, dan Nurul Rahmasari merupakan alumni dari jurusan Biologi Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB. Arka sebagai perwakilan tim, mempresentasikan ide Business Plan dari Bell Society di ajang internasional yang dihadiri oleh 28 start up dari seluruh dunia.

Gambar 1. Bell Society saat melakukan presentasi di ajang SICA 2019 di Liestal, Switzerlad

 

Bell Society merupakan sebuah start up berbasis penelitian yang berfokus pada pengembangan material terbarukan. Saat ini mereka berfokus pada penggunaan selulosa mikroba sebagai material yang dapat menggantikan penggunaan kulit sintetis. Bell Society merupakan salah satu tenan binaan LPiK ITB dan pernah mendapatkan pendanaan dari Program Kreativitas Mahasiswa oleh RIstekdikti sebanyak 2 kali. Pada tahun 2017 dan tahun 2018 untuk melakukan penelitian mengenai produksi selulosa mikroba. Bahan tersebut sekarang disebut dengan nama Misel.

Pada tanggal 9 Agustus 2019 Tim Bell Society mengikuti koMpetisi SICA Indonesia yang diadakan oleh Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung yang bekerja sama dengan University of Applied Sciences Northwestern, Switzerland. Tahun ini merupakan tahun ketiga dimana kompetisi ini dimulai sejak tahun 2016.

SICA Indonesia merupakan sebuah program promosi yang terintegrasi dengan kompetisi inovasi untuk proyek-proyek di tahap ideation, conceptualization dan start-up, serta untuk bisnis yang sudah mapan. Ide bisnis dapat berupa inovasi produk atau layanan serta inovasi organisasi atau manajemen.

Gambar 2. Tim Bell Society sebagai Juara 1 Swiss Innovation Challenge Indonesia 2019

 

Dari 150 tim, tersaring 65 tim ditahap 1 perlombaan yang kemudian disaring kembali menjadi 15 tim terbaik yang mendapatkan kesempatan untuk melakukan final pitching. Tahap presentasi final pitching diadakan pada 9 Agustus 2019 di Padma Resort Legian Hotel, Bali. Bell Society berhasil meraih juara 1 dan menerima hadiah uang tunai Rp 100.000.000. Selain itu, Bell Society juga terpilih sebagai wakil Indonesia untuk mempresentasikan business plan mereka di ajang Swiss Innovation Challenge 2019 di Liestal, Switzerland pada tanggal 24 – 25 Oktober 2019.

Gambar 3. Tim Bell Society saat menghadiri SICA di Switzerland 24 – 25 Oktober 2019

 

Menurut Arka, “Produk yang kami tawarkan merupakan produk hasil inovasi baru dalam industri material berbasis riset dan berpotensi untuk diterapkan sebagai sustainable material pengganti bahan kulit sintetis. Tak hanya itu, tim kami juga membawa produk purwarupa (prototype) saat melakukan presentasi,” Sehingga selain memaparkan business plan dari produk inovasi yang dihasilkan, mereka juga langsung memperlihatkan hasil Misel yang sudah diolah menjadi dompet dan card holder.

Dibawah bimbingan Bapak Angga Dwiartama sebagai Ketua Program Studi Biomanajemen SITH ITB, Bell Society berharap bisa membawa ide dan realisasi dari produk biomaterial yang ramah lingkungan serta bermanfaat khususnya dalam industri kulit dengan adanya Bell Society bisa menciptakan produk kulit yang ramah lingkungan. Seluruh kegiatantim Bell Society untuk SICA 2019 juga tidak akan berjalan tanpa dukungan dari Waskita Group, SBM ITB dan BPJS Ketenagakerjaan.

Berita Terkait

IndonesiaEnglish