Diskusi Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – ITB dengan Louisiana State University

Bandung, sith.itb.ac.id – Kolaborasi antar universitas, secara nasional maupun internasional, merupakan hal yang sangat krusial untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian. Berdasarkan hal tersebut, pihak SITH ITB telah mengadakan diskusi peluang kolaborasi di masa mendatang bersama Prof. Herry Utomo dan Prof. Ida Weneferida dari Lousiana State University (LSU), USA. Diskusi tersebut dihadiri oleh perwakilan dari delapan kelompok keilmuan SITH yang memberikan paparan singkat mengenai riset unggulan dari masing-masing KK.

Saat ini, fokus riset yang dilakukan oleh SITH adalah untuk menuju pengembangan bioindustri yang berkesinambungan dan berwawasan lingkungan. Beberapa contoh penelitian yang sedang berlangsung adalah analisis tipe hutan yang memberikan manfaat kesehatan terbaik bagi manusia atau biasa dikenal juga sebagai healing ecosystem. Penelitian ini dilakukan oleh para dosen yang tergabung dalam kelompok keilmuan manajemen sumber daya hayati. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran parameter kesehatan manusia setelah berada di lingkungan hutan selama waktu tertentu. Contoh lainnya adalah penelitian dari kelompok keilmuan rekayasa kehutanan yang terintegrasi dari hulu ke hilir, mencakup pengolahan hasil hutan non-kayu, penggunaan biofiler, dan lain sebagainya.

Acara dilanjutkan dengan pendiskusian bentuk kerjasama yang mungkin dilakukan oleh kedua belah pihak di masa mendatang. Kuliah online yang diberikan oleh para ahli kelas dunia di LSU merupakan salah satu bentuk kerjasama yang diajukan. Selain itu, pertukaran siswa dari kedua universitas juga akan dijajaki kemungkinannya. Visiting scholar dari LSU yang berkunjung ke SITH selama beberapa waktu untuk kemudian melakukan penelitian dan menulis publikasi bersama juga turut diajukan. Kegiatan ini bersifat sangat strategis, karena dapat menghasilkan beberapa output secara sekaligus, seperti kuliah tamu dan pembimbingan mahasiswa bersama.

Usai diskusi, Prof. Herry Utomo dan Prof. Ida Weneferida berkenan memberikan kuliah umum kepada mahasiswa, bertempat di Ruang Auditorium Campus gedung campus center timur ITB. Kuliah yang disampaikan berjudul,” Pengembangan Teknologi melalui Riset, Paten, dan Produk Riset Kolaboratif.” Dalam kuliah ini dijelaskan terlebih dahulu pengalaman riset, paten, dan produk hasil keluaran penelitian Prof. Herry Utomo dan Prof. Ida Weneferida di LSU. Salah satu produk unggulan mereka adalah Cahokia Rice yang sudah beredar di pasar Amerika. Beras jenis ini memiliki keunggulan kandungan protein yang lebih tinggi dari beras pada umumnya, dihasilkan dari padi hasil persilangan mutasi dan dapat dibudidayakan dengan sistem yang telah digunakan petani sebelumnya. Setelah produk dihasilkan dari riset, maka paten sangat perlu diusahakan karena sebagaimana sistem yang telah berjalan di Amerika, bahwa perusahaan tidak dapat menerima produk tanpa paten yang berlaku setidaknya 17 tahun. Setelah masa itu dan masa perpanjangan bila ada, maka produk dapat menjadi milik publik.

Kuliah kemudian dilanjutkan dengan paparan perihal industri 4.0 dimana semua alat atau instrumen terkoneksi dengan melibatkan Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) sehingga sebagian besar alat akan tercipta sebagai semi otomatis. Industri 4.0 ini tentunya akan melahirkan ancaman sekaligus peluang. Industri 4.0 memberikan peluang dibukanya lapangan kerja baru dengan jumlah yang lebih banyak. Era ini akan sangat memerlukan ilmuwan dan analis data, spesialis dalam kecerdasan machine learning, general manager baru, pengembang perangkat lunak dan coding, dan juga perlukan spesialis dalam big data. Hal ini memberikan tantangan bagi universitas, yaitu bagaimana menciptakan lulusan dengan spesifikasi yang tepat, cepat, dan kalau bisa besar jumlahnya. Dosen akan lebih kepada mentoring dan open question berdasarkan norma2 logika dan sains.

 

Kuliah tamu ini disambut hangat oleh peserta yang sebagian besarnya adalah mahasiswa SITH ITB. Beragam pertanyaan secara antusias diajukan yang kemudian dijawab secara memuaskan oleh Prof. Herry Utomo dan Prof. Ida Weneferida.

 

Berita Terkait

IndonesiaEnglish