Dukung Gerakan Citarum Harum, ITB Kembali Buat Sistem Aquaponik di Cianjur

Penulis : Putri Ambarwati (Sains dan Teknologi Kebumian, 2017)

BANDUNG, itb.ac.id – Dalam rangka mendukung program pemerintah yaitu Citarum Harum, tim Pusat Pemberdayaan Perdesaan (P2D) ITB mendesain sekaligus membuat sistem aquaponik di Desa Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur. Program ini merupakan kelanjutan dari pengembangan sistem Aquaponik di Desa Cinangsi, Cianjur pada tahun 2018 lalu.

Pemilihan Desa Sayang didasari pada kondisi parit di desa yang kurang bersih dan ukuran paritnya yang juga sangat pas, sehingga cocok untuk dibuatkan sistem aquaponik. Kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan juga masih relatif rendah. Data menunjukkan hanya sekitar 2% masyarakat yang memiliki septic tank sendiri. Sebagian besar warganya membuang limbah rumah tangganya ke parit di dekat rumahnya. Sebagian besar masyarakat tidak bisa membuat septic tank sendiri, karena salah satu alasan utamanya keterbatasan biaya.

“Berdasarkan interaksi selama masa pengembangan, kami mendapatkan kenyataan respon dari masyarakat Desa Sayang sangatlah baik terhadap program ini. Masyarakat ikut aktif berpartisipasi dalam revitalisasi parit untuk pembuatan sistem aquaponik ini,” ujar Endra Susila, Ph.D. yang merupakan ketua P2D-ITB. Ia menambahkan, saat pelaksanaan kegaitan, Ketua RT juga mengerahkan warganya untuk terlibat membersihkan parit dalam kegiatan gotong-royong.

Selain digunakan untuk menanam sayur-mayur seperti kangkung, sawi, selada, dan lain-lain, sistem aquaponik ini juga dapat digunakan sebagai tempat budidaya ikan dengan memanfaatkan aliran sungai atau paritnya, sehingga dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar.

“Untuk memperluas efeknya, maka pada awal atau pertengahan Oktober ini, akan diadakan sosialisasi untuk setiap perwakilan RW di desa Sayang dengan harapan warga desa lain dapat juga menerapkan sistem aquaponik ini di desa mereka,” tambahnya.

P2D merupakan organisasi (pusat) di bawah naungan LPPM-ITB yang menyelenggarakan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat dalam lingkup perdesaan. Anggota-anggota yang terlibat dalam kegiatan pembuatan sistem aquaponik berasal dari multidisiplin ilmu. Beberapa mahasiswa S2 yang merupakan pegiat (aktivis) lingkungan turut serta secara aktif terlibat dalam kegiatan ini untuk memperkaya wawasan serta mengimplementasikan pengetahuan yang telah dipelajari dari perkuliahan.

Namun, untuk program aquaponik ini ditangani oleh dosen-dosen dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) dan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) yang dikoordinasikan oleh Endra Susila, Ph.D. dosen dari Kelompok Keahlian Rekayasa Geoteknik, FTSL ITB bersama dengan anggota tim yaitu Dr. Taufikurahman, Andira Rahmawati, S.Si., M.Si., Maryam Al Lubbu, ST., M.Si., Asih Suryati, ST., dan dibantu tim lainnya.

Dengan adanya tim P2D yang dibentuk secara resmi pada tahun 2011, harapannya dapat membantu meningkatan kesejahteraan masyarakat desa-desa sekaligus kualitas hidup mereka. “Idealnya desa itu mengalami pemberdayaan, ekonominya maju, pendidikannya lebih baik, taraf kehidupannya lebih baik,” ungkap Endra.

ITB sendiri saat ini sedang merancang kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat, salah satunya untuk mendukung program Citarum Harum pembuatan sistem aquaponik ini. Dengan adanya program ini, Endra dan Tim berharap semoga bisa menjadi motivasi atau pionir yang lain untuk melakukan kegitan-kegiatan pengabdian masyarakat, sehingga ITB bisa memberi banyak manfaat untuk masyarakat.

Reporter: Putri Ambarwati (Sains dan Teknologi Kebumian, 2017)

Berita Terkait

IndonesiaEnglish