Mahasiswa Prodi Rekayasa Hayati SITH-ITB Meraih Juara Harapan 1 Lomba Ide dan Inovasi

Tiga mahasiswa Prodi S1 Rekayasa Hayati yang tergabung dalam satu tim yaitu Feby Mayorazaki, Muhammad Maulana Malikul Ikram, dan Muhammad Fahri Riadi berhasil meraih Juara Harapan 1 dan membawa pulang hadiah senilai Rp.3.000.000 pada lomba ide dan inovasi di bidang hortikultura yang diselenggarakan oleh PT East West Seed Indonesia (EWINDO).

Lomba ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan ulang tahun yang ke-25, PT East West Seed Indonesia. Lomba ide dan inovasi di bidang hortikultura diikuti kalangan mahaiswa dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Peserta yang mendaftar harus mengumpulkan paper yang bertemakan salah satu dari ke-lima pilihan topik yang ditawarkan yaitu: kompetensi tenaga kerja manusia, reasearch dan development, seed operation, sales dan marketing, serta sistem informasi teknologi dan database. Total 60 tim dari 16 perguruan tinggi di Indonesia mengirimkan paper, selanjutnya 16 tim terbaik lolos ke babak final dan mempresentasikan karyanya di gedung nusantara PT. East West Seed Indonesia, Purwakarta.

 

Dari kiri ke kanan: Muhammad Maulana Malikul Ikram, Feby Mayorazaki, dan Muhammad Fahri Riadi

Selain Feby dkk., dari Prodi Rekayasa Hayati, SITH-ITB juga mengirimkan 6 tim dari Prodi Rekayasa Pertanian. Walaupun hanya 1 satu perwakilan berhasil memperoleh juara. Ide inovasi yang dibawakan oleh Feby dkk. berjudul “Pra-Rancangan Sistem Produksi Senyawa Cucurbitacin Sebagai Antikanker yang Terintegrasi Dengan Produksi Benih Tanaman Mentimun”. Ide inovasi ini dilatarbelakangi oleh fenomena perusahaan yang memroduksi benih mentimun, namun pada saat bersamaan menghasilkan limbah berupa daging buah mentimun. Hal ini menjadi perhatian Feby dkk. untuk mengubah fenomena limbah daging buah mentimun tersebut menjadi suatu hal yang yang mempunyai nilai tambah (added value). Nilai tambah yang mereka fokuskan adalah produksi dari senyawa antikanker cucurbitacin, yang secara umum terdapat pada buah tanaman dengan famili Cucurbitaceae, termasuk tanaman mentimun. Di bawah bimbingan Dr. Rizkita R. Esyanti dan Dr. Ahmad Faizal, mereka merancang suatu sistem yang teriintegrasi antara produksi benih dan produksi senyawa cucurbitacin yang bersifat zero waste. Produksi senyawa cucurbitacin diharapkan dapat menambah keuntungan dari PT East West Seed Indonesia sebagai perusahaan yang selama ini hanya menggunakan mentimun untuk produksi benih saja. Selain itu, sistem integrasi ini tidak hanya terpaku pada tanaman mentimun saja, namun dapat menjadi suatu model untuk tanaman lainnya.

Feby yang mewakili teman-temannya menuturkan bahwa mereka tidak menyangka akan mendapatkan juara dan satu-satunya tim dari ITB yang berhasil menjadi 5 besar. Anggota tim lainnya yaitu Malik dan Fahri juga menambahkan bahwa seluruh ide dari peserta lomba ini sangat bagus, inovatif, dan menarik. Hal ini menjadi pengalaman yang sangat luar biasa karena membuka pikiran tim saat mendengarkan ide-ide dari peserta lainnya dan tentunya dapat memperluas pengetahuan dan wawasan terutama di bidang hortikultura. Selain itu, lomba ini juga menjadi kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang hebat yaitu para jajaran atas dari PT East West Seed Indonesia, serta dewan juri seperti Ibu Karen Tambayong sebagai Ketua Komisi Tetap Bidang Hortikultura KADIN dan Dr Sony Suhandono sebagai Pakar Genetika dan Bioteknologi Molekuler ITB.

Berita Terkait

IndonesiaEnglish