Ilustrator Botani ITB Memamerkan Dua Karya Spektakulernya Di Royal Botanic Garden Australia Dalam Ajang Internasional “The Margaret Flockton Award And Exhibition 2020 For Scientific Botanical Illustration”

Penulis : Humas SITH-ITB

Dr. Ichsan Suwandhi, dosen SITH ITB dari KK Ekologi kembali masuk sebagai nominator dalam ajang penghargaan internasional “Margaret Flockton Awards 2020 for Scientific Botanical Illustration” yang diselenggarakan oleh The Royal Botanic Garden, Sydney Australia.  Ajang ini telah diikutinya sejak tahun 2018 yang lalu dan setiap tahunnya berhasil masuk dalam deretan illustrator botani dunia.

Pada tahun ini Dr. Ichsan mengirimkan dua karya ilustrasi terbaiknya, yaitu Diospyros celebica dan Bruguiera hainesii.  Ajang ini sekaligus digunakannya untuk memperkenalkan spesies-spesies langka Indonesia kepada dunia.  Diospyros celebica atau dikenal dengan eboni atau kayu hitam merupakan spesies endemic dari Sulawesi yang merupakan jenis penghasil kayu mewah berwarna hitam.  Sedangkan Bruguiera hainesii dikenal dengan nama “berus mata buaya” yang merupakan jenis mangrove langka hasil observasinya di wilayah Kubu Raya Kalimantan Barat, tidak semua mangrove memiliki jenis ini, bahkan terdapat dugaan kuat jenis ini hanya tumbuh di wilayah tertentu di Asia Pasifik, salah satunya di Kubu Raya Kalimantan Barat.

Gambar Karya ilustrasi botani Dr. Ichsan yang dipamerkan di Royal Botanic Garden, Australia

Dr. Ichsan yang juga akrab dipanggil “Prince Ichank” oleh mahasiswanya menyatakan bahwa dengan memperkenalkan jenis-jenis langka dan endemic ini diharapkan perhatian peneliti, pemerintah dan public menjadi meningkat terutama dalam upaya melestarikan jenis-jenis tersebut.  Dilain pihak juga membuat ilustrasi botani ini semakin dikenal dan digunakan untuk media pengenalan jenis tumbuhan yang efektif.  Dr. Ichsan selalu mengajak generasi-generasi saat ini untuk mencoba menekuni bidang ini, mengingat jumlah illustrator botani di Indonesia masih sangat sedikit.  Ilustrasi botani ini juga dapat melatih seseorang untuk mengenal  suatu jenis tumbuhan secara lebih detail karena karena kita dituntut untuk menggambarkan karakter-karakter tumbuhan secara detail pula.  Dengan berlatih menggambarkan detail karakter suatu tumbuhan maka ingatan kita terhadap jenis itu akan terus melekat (tidak mudah lupa).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pameran ilustrasi botani dalam MFA 2020 ini diselenggarakan secara online melalui media internet.  Hal ini berkaitan dengan terjadinya pandemic virus Covid 19 yang sedang melanda dunia.  Karya-karya ilustrasi botani dunia dalam ajang ini dapat diikuti pada tautan berikut :

https://www.flickr.com/photos/botanic-gardens-sydney/albums/72157714056535323/with/49823164933/

Dalam ajang Margaret Flockton Award ini sangat menggembirakan karena illustrator-ilustrator Indonesia mulai bermunculan.  Pada tahun 2019 yang lalu tercatat tiga illustrator mengikuti ajang ini, yaitu Anne Kusumawati dan Wahyu Santoso dari Herbarium Bogoriense LIPI, serta Ichsan Suwandhi sendiri dari ITB.  Di Tahun 2020 ini juga muncul pendatang baru illustrator botani Indonesia, yaitu Reza Raihandany alumni Rekayasa Kehutanan ITB yang juga sangat intens mengenali berbagai jenis tumbuhan bersama Dr. Ichsan yang menjadi dosen pembimbingnya.  “saya sangat gembira dan berbangga akhirnya ada anak didiknya yang mengikuti jejaknya” ujar Ichsan.  Selain itu juga terdapat illustrator botani muda mengikuti ajang ini adalah Zakaria Al Anshori dari Fakultas Kehutanan IPB dengan dua karyanya yang luar biasa.  Hal ini membuktikan bahwa ilustrasi botani di Indonesia sudah mulai mendapat perhatian dari berbagai institusi ilmiah di Indonesia.

Dr. Ichsan menyampaikan harapannya bahwa ke depan semakin banyak illustrator botani di Indonesia yang mampu mendukung pelestarian jenis-jenis tumbuhan asli Indonesia, terutama jenis-jenis langka dan endemic.  Pada kesempatan mendatang Dr. Ichsan dalam pernyataannya ingin menyelenggarakan pameran karya-karya ilustrasi botaninya di ITB dan di tingkat nasional.

Semoga kiprah Dr. Ichsan Suwandhi ini dapat menginspirasi para generasi penerus untuk turut melestarikan pengenalan jenis-jenis tumbuhan melalui ilustrasi botani (Humas SITH ITB/2020).

Berita Terkait

EnglishIndonesia