Kegiatan Bioindustri : Kunjungan Kelompok Keilmuan Fisiologi Perkembangan Hewan dan Sains Biomedika ke Peternakan Sapi dan Domba Garut

Penulis :  Shanty Rahayu Kusumawardani, S.Pd.,M.Si

GARUT, SITH.ITB.AC.ID – Kunjungan bioindustri Kelompok Keilmuan (KK) Fisiologi Perkembangan Hewan dan Sains Biomedika (FPHSB) dilaksanakan pada tanggal 29-30 Oktober 2019 ke peternakan sapi dan domba garut PT. Agro Investama dan PT. Citra Agro Buana Semesta. Kegiatan kunjungan dilakukan sebagai upaya inisiasi kerja sama dalam bidang pendidikan dan penelitian bioindustri hewan ternak yang sesuai dengan bidang kajian KK FPHSB.

KK FPHSB dan tim dari PT. Agro Investama

PT. Agro Investama merupakan anak perusahaan dari PT. Citra Agro Buana Semesta yang bergerak dalam bidang pembibitan domba garut. Tujuan pendirian perusahaan adalah untuk memenuhi kebutuhan bibit yang diperlukan untuk menjaga ketersediaan dan eksistensi domba garut. Perusahan ini memiliki lebih dari 20.000 ekor sapi dan domba yang diternakan. Terdapat beberapa bidang usaha yang dikelola oleh PT. Agro Investama, diantaranya adalah unit pembibitan domba garut, sapi perah dan sapi trading. Untuk unit usaha sapi perah, sapi yang dipelihara adalah jenis Fries Holland (FH).

Pemeliharaan sapi impor PT. Agro Investama

Upaya pemeliharaan sapi di peternakan ini dilakukan beberapa tahap yang seluruhnya dimonitor dengan baik oleh pihak pengelola dan memiliki database digital sehingga kondisi historis, fisik dan kesehatan sapi terekam dengan baik. Pengelolaan kandang untuk sapi yang baru didatangkan berbeda dengan tempat penggemukan. Untuk sapi yang baru didatangkan, sapi diperlihara ditempat isolasi untuk beberapa waktu.  Sedangkan untuk penggemukan, sapi memiliki tempat penggemuan khusus sehingga kondisi berat badan sapi dapat terpantau.

Proses pemberian pakan sapi

Untuk pembibitan domba, PT. Agro Investama melakukan persilangan (cross breed) domba lokal dengan domba droper Australia. Persilangan dilakukan sebagai proses pembenahan bibit unggul di hulu, salah satu kelebihan domba hasil persilagan adalah memiliki bobot yang besar mencapai 37-40 kg dalam waktu tujuh bulan. Selain domba bibit, perusahan pun memelihara jenis domba sayur, yaitu domba yang tidak lolos seleksi domba bibit, sehingga domba tersebut digemukkan untuk dijadikan konsumsi.

Kandang pemeliharaan domba

Domba hasil perkawinan domba garut dan dorper Australia

Sebagai bentuk keberlanjutan kegiatan ini, diharapkan akan ada tindak lanjut kerjasama dalam bidang penelitian untuk pengembangan formula pakan dan peningkatan produktivitas sapi maupun domba garut, juga kerjasama dalam bentuk magang (kerja praktek bagi mahasiswa).

Tim dosen KK FPHSB melakukan diskusi dengan perwakilan PT. Agro Investama

Berita Terkait

IndonesiaEnglish