Kelompok Keahlian Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk Gelar Diseminasi Hasil Penelitian di Desa Sukawangi, Sumedang

SUMEDANG, SITH.ITB.AC.ID – Kelompok Keahlian Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk (KK-ATB) SITH ITB kembali mengadakan diseminasi hasil penelitian. Kali ini diseminasi hasil penelitian diselenggarakan di Desa Sukawangi, Sumedang, pada tanggal 30 Oktober 2019. Acara ini diinisiasi oleh Dr. Muhammad Yusuf Abduh selaku ketua tim riset. Kegiatan dihadiri oleh dosen-dosen dari KK-ATB, perwakilan Kepala Desa Sukawangi, anggota tim riset, dan warga setempat.

Budidaya lebah tanpa sengat di perkebunan tomat warga Desa Sukawangi

Diseminasi yang diadakan membahas potensi lebah tanpa sengat untuk meningkatkan produktivitas tanaman secara umum dan juga hasil penelitian yang meningtergrasikan budidaya lebah tanpa sengat di kebun tomat milik salah satu petani Desa Sukawangi. Berdasarkan hasil penelitian selama 4 bulan, adanya lebah tanpa sengat dapat meningkatkan produksi buah tomat hingga 16%. Peningkatan ini terjadi karena peran lebah tanpa sengat sebagai polinator yang dapat membantu proses pembentukan buah dari bunga. Selain produktivitasnya yang lebih tinggi, tomat yang dihasilkan juga memiliki daging buah yang lebih tebal dan kandungan likopen yang lebih tinggi.

Kegiatan diseminasi hasil penelitian di Balai Desa Sukawangi

Dalam sistem pertanian terintegrasi ini, adanya produk dari lebah tanpa sengat seperti madu dan propolis juga dapat membantu perekonomian petani. Berdasarkan hasil analisis ekonomi yang dilakukan, keuntungan yang diperoleh dapat mencapai tiga kali lipat lebih besar dibandingkan dengan sistem pertanian tomat konvensional. Perwakilan Kepala Desa Sukawangi menyebutkan bahwa selama ini warga masih menggunakan sistem bertani yang turun-temurun tanpa mengetahui inovasi-inovasi lain yang dapat dilakukan. Beliau berharap dengan adanya ITB di desa Sukawangi, warga dapat memperoleh ilmu baru yang dapat diaplikasikan dalam pertanianya sehingga produktivitas dan kualitas hasil pertaniannya dapat lebih baik.

Foto Bersama warga Desa Sukawangi

Berita Terkait

IndonesiaEnglish