Kembangkan ABEVEST, Mahasiswa Rekayasa Pertanian dan Tim Meraih Juara 1 pada Kompetisi Inovasi Tingkat Nasional

Yogyakarta, sith.itb.ac.id – Salah satu mahasiswa prodi Rekayasa Pertanian ITB kembali menorehkan prestasi tingkat nasional. Mengusung konsep inovasi kolaborasi multidisiplin ilmu, Yusuf Muhammad Wibisono (11415038) mahasiswa Rekayasa Pertanian ITB -selaku ketua tim- bersama dua rekannya, yaitu Wahyu Eko Nugroho (Teknik Mesin ITB) dan Zainuddin Efendi Rambe (Teknik Eelektro ITB) berhasil meraih predikat juara 1 pada gelaran kompetisi UNY National Innovation Technology (U-NITECH) 2018 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), DIY pada 26-27 April 2019 lalu (Gambar 1).

Gambar 1. Tim AEBVEST meraih Juara 1 pada U-NITACH 2019

Gambar 2. ABEVEST (Automatic Beehive Harvester)

U-NITECH 2019 merupakan kompetisi rutin tahunan berskala nasional yang diadakan oleh Unit Kegiata Mahasiswa (UKM) Rekayasa Teknologi UNY dalam rangka memeriahkan peringatan Dies Natatalis UNY. Kegiatan tersebut mulai diselenggarakan dari tahun 2012 hingga menjadi acara rutin tahunan, dengan tujuan untuk memotivasi mahasiswa di seluruh Indonesia agar dapat berinovasi dan megembangkan teknologi tepat guna. U-NITECH tahun ini mengusung tema “Inovasi Bidang Teknologi dalam Merespon Peluang dan Tantangan Revolusi Industri 4.0”. Kompetisi yang diikuti banyak tim mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia ini terdiri dari tiga tahap utama, yaitu 1. Tahap pengumpulan abstrak, 2. Tahap pengumpulan proposal inovasi teknologi, dan 3. Tahap final presentasi karya inovasi teknologi yang akan dilaksanakan di UNY, Yogyakarta.

Pada ajang U-NITECH 2019, Yusuf bersama kedua temannya mengembangkan teknologi bernama ABEVEST (Automatic Beehive Harvester), sebuat alat inovatif dengan konsep smart beehive terintegrasi Internet of Things (IoT) yang mampu memantau kondisi sarang lebah secara real-time, seperti temperatur sarang, kelembaban, dan berat madu terisi di dalam sarang. Tak hanya itu, Yusuf menuturkan bahwa sesuai namanya, ABEVEST memiliki fungsi utama untuk memanen madu murni secara otomatis hanya dengan menggunakan smartphone android kapanpun dan dimanapun. Alat tersebut merupakan hasil kolaborasi interdisplin ilmu yang menjadi suatu terobosan teknlogi agrikultur dalam menyongsong revolusi industri 4.0 di Indonesia.

Berita Terkait

IndonesiaEnglish