KK Teknologi Kehutanan SITH ITB Dorong Industri Perbenihan Tanaman Hutan di Indonesia

Penulis : Dr. Yayat Hidayat

Jatinangor- SITH.ITB.AC.ID, Kesadaran masyarakat menggunakan benih tanaman hutan yang berkualitas (bermutu genetik unggul) masih sangat rendah. Benih berkualitas diperoleh dari sumber benih yang berkualitas pula. Namun sangat disayangkan ketersedian benih tanaman hutan yang berkualitas (bersertifikat) masih sangat sedikit, sementara kebutuhan benih cukup tinggi. Bibit tanaman hutan yang ditanam di hutan rakyat sebagian besar tidak diketahui asal usul dan kualitas genetiknya. Jangan-jangan dasar genetiknya sempit, hal ini akan berdampak negatif terhadap kemunduran genetik dan akan melahirkan generasi populasi leher botol (the bottle neck generation). Untuk dapat membangun sumber benih berkualitas diperlukan SDM yang paham terhadap perbenihan tanaman hutan. Sehubungan dengan hal tersebut KKTK SITH ITB berinisiatif melakukan PPM kepada masyarakat dengan topik “Pelatihan upgrading kualitas genetik tegakan benih Gmelina.” Pelatihan tersebut telah dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 14 Desember 2018 bertempat di Gedung Kehutanan Kampus ITB Jatinangor. Pelatihan tersebut diiukti oleh 15 peserta undangan terdiri dari unsur masyarakat petani hutan, lulusan baru (fresh graduate) mahasiswa Rekayasa Kehutanan ITB, dan petugas K3L kampus ITB Jatinangor.
Acara pelatihan terdiri dari dua bagian yaitu pemberian materi teori perbenihan tanaman hutan yang dilangsungkan pagi hari dan praktik upgrading sumber benih yang dilaksanakan pada siang hingga sore hari. Acara diawali dengan sambutan dari Ketua KKTK ITB, Dr. Eka Mulya Alamsyah, dilanjutkan dengan sambutan sekaligus membuka acara pelatihan oleh Dekan SITH, Prof. Dr. Ir. I. Nyomam Pugeg Aryantha. Dalam sambutanya Ketua KKTK menyampaikan bahwa KKTK serius ingin mengembangkan industri perbenihan tanam hutan di Indonesia dalam rangka meningkatkan produktifitas dan kelestarian hutan. Salah satu pendekatannya adalah melalui pembekalan ilmu dan keterampilan perbenihan kepada para alumni kehutanan ITB dan masyarakat petani hutan Gunung Geulis. Sedangkan Dekan SITH mengatakan bahwa ITB memiliki beberapa tegakan benih yang potensial untuk dikembangkan menjadi varietas unggul antara lain Gmelina arborea, Swietenia macrophyla, Toona sinensis, Khaya anthotecha, dan Alstonia scholaris. Gmelina dan Surian pernah disertifkasi oelh BPTH Jawa Madura pada tahun 2004.

Pada sesi pagi, penyampaian materi perbenihan dimoderatori oleh Dr. Anne Hadiyane dengan pemateri pertama Dr. Sopandi Sunarya, dan pemateri kedua Dr. Yayat Hidayat.  Dr. Sopandi Sunarya menyampaikan materi Sertifikasi Sumber Benih Tanaman Hutan sedangkan Dr. Yayat Hidayat menyampaikan materi Teknik Upgrading Tegakan Benih Gmelina (Gmelina arborea). Peserta tampak serius mengikuti acara ini dibuktikan dengan banyak peserta yang bertanya.

Sesi siang hingga sore dilangsungkan kegiatan praktik upgrading tegakan gmelina yang berlokasi di area Tegakan Benih Teridentifikasi Gmelina kampus ITB Jatinangor. Peserta dibagi ke dalam dua kelompok yang dibimbing oleh Dr. Yayat Hidayat dan Susana Paulina Dewi MSi. Di lapangan para peserta melakukan praktik menilai pohon induk yang superior dan pohon induk yang inferior, kemudian menunjukan calon pohon induk yang akan diseleksi (roughing) dan pohon induk yang akan ditinggalkan. Dari hasil praktik tersebut peserta mengaku paham bagaimana menentukan pohon induk yang baik dan mengerti bagaimana meningkatkan mutu genetik dari tegakan benih yang ada.  Penilaian kualitas pohon induk berdasarkan kepada lima sifat yatu tinggi total, diameter setinggi dada, tinggi bebas cabang, kelurusan batang dan kebulatan batang.

Berita Terkait

IndonesiaEnglish